Review
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Fokus
Data & alat
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Komunitas
Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Minggu, 29 November 2020 | 10:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Sabtu, 28 November 2020 | 15:14 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Glosarium

Pajak Warisan Bos Samsung Bakal Pengaruhi Harga Saham, Ini Sebabnya

A+
A-
0
A+
A-
0
Pajak Warisan Bos Samsung Bakal Pengaruhi Harga Saham, Ini Sebabnya

Pendiri Samsung Group, Lee Kun-hee. (foto: Ahn Young-joon/Associated Press)

SEOUL, DDTCNews – Meninggalnya pemilik Samsung Lee Kun Hee dan beban pajak warisan yang harus ditanggung oleh pewaris diproyeksikan bakal memengaruhi harga saham Samsung pada bursa saham.

Analis dari Korea Investment and Securities Yoo Jong Woo mengatakan terdapat kemungkinan kenaikan pembayaran dividen oleh perusahaan-perusahaan Samsung dan divestasi parsial oleh pewaris harta Lee Kun Hee guna membayar angsuran pajak warisan tersebut.

"Dividen yang diterima keluarga Lee Kun Hee pada 2019 diperkirakan mencapai KRW724,6 miliar. Kemungkinan besar dividen yang diterima keluarga Lee Kun Hee bakal meningkat tergantung pada kebijakan para pemegang saham," ujarnya, dikutip Selasa (27/10/2020).

Baca Juga: Mulai Tahun Depan, Netflix Janji Bayar PPh Badan dengan Benar

Seperti diketahui, Lee Kun Hee meninggal pada hari Minggu (25/10/2020) pada usia 78 tahun. Lee Kun Hee meninggalkan harta berupa saham atas seluruh perusahaan yang terafiliasi Samsung sebesar KRW18,2 triliun.

Rezim pajak warisan di Korea Selatan mengatur tarif pajak warisan atas saham sebesar 50%. Dasar pengenaan pajak warisan ditentukan berdasarkan rata-rata harga saham perusahaan dalam 4 bulan terakhir yakni 2 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah pemilik saham meninggal.

Total pajak warisan yang harus dibayar oleh pewaris harta Lee Kun Hee atas aset berupa saham diprediksi mencapai KRW10 triliun. Angka itu merupakan nominal pajak warisan terbesar dalam sejarah penerapan pajak warisan di Korea Selatan.

Baca Juga: Khawatir Investor Lari, Menteri Keuangan Tolak Usulan Windfall Tax

Pajak warisan yang dibebankan kepada pewaris bisa dicicil hingga 5 tahun. Namun, jatuh tempo pembayaran cicilan pertama yang dipenuhi oleh keluarga Lee Kun Hee jatuh pada April 2021. Faktor inilah yang menurut analis akan memengaruhi saham perusahaan terafiliasi Samsung ke depan.

Analis memperkirakan perusahaan terafiliasi Samsung yakni Samsung CT Corp. akan meningkatkan porsi kepemilikan saham atas Samsung Electronics Co.

Samsung CT Corp. diprediksi akan menerima dividen yang besar dari Samsung Electronics Co. setelah peningkatan porsi kepemilikan saham tersebut. Alhasil, dividen yang akan dibayar Samsung CT Corp. kepada Lee Jae Yong—anak Lee Kun Hee—juga bakal makin besar.

Baca Juga: Imbas Brexit, Pajak Mobil dan Motor Klasik Melonjak

"Besaran saham Samsung Electronics Co. yang akan dibeli oleh Samsung CT Corp akan sangat mempengaruhi struktur kepemilikan dan pengelolaan perusahaan terafiliasi Samsung ke depan," ujar analis Hi Investment & Securities Lee Sang Heon seperti dilansir koreaherald.com. (rig)

Topik : korea selatan, pajak warisan, pendiri samsung, Lee Kun Hee, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 20 November 2020 | 13:30 WIB
INGGRIS
Jum'at, 20 November 2020 | 13:12 WIB
INDIA
berita pilihan
Senin, 30 November 2020 | 18:20 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 18:09 WIB
PROVINSI BALI
Senin, 30 November 2020 | 17:48 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 17:33 WIB
ROKOK ILEGAL
Senin, 30 November 2020 | 17:30 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH
Senin, 30 November 2020 | 17:18 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 16:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 16:49 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 16:25 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 30 November 2020 | 16:06 WIB
KEBIJAKAN PAJAK