Berita
Senin, 02 Agustus 2021 | 20:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 02 Agustus 2021 | 19:57 WIB
KANWIL DJP JAKARTA SELATAN II
Senin, 02 Agustus 2021 | 19:32 WIB
PENANGANAN PANDEMI
Senin, 02 Agustus 2021 | 19:00 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG
Fokus
Data & Alat
Senin, 02 Agustus 2021 | 17:00 WIB
KMK 43/2021
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Pajak Turis di Eropa Masih Berlaku Meski Pandemi Corona, Ini Alasannya

A+
A-
0
A+
A-
0
Pajak Turis di Eropa Masih Berlaku Meski Pandemi Corona, Ini Alasannya

Ilustrasi. (DDTCNews)

BRUSSELS, DDTCNews – Asosiasi agen perjalanan wisata/European Tour Operators Association (ETOA) mengatakan pandemi virus Corona atau Covid-19 tidak menyurutkan langkah negara Eropa untuk tetap mempertahankan atau meningkatkan pungutan pajak turis.

Manajer Kebijakan Publik EOTA Simon Smith mengatakan terdapat banyak variasi dari penerapan pajak turis oleh negara Eropa. Mengenai penetapan tarif, Italia dan Belanda memiliki tarif pajak turis paling tinggi dan negara Eropa Timur memiliki tarif paling rendah.

"Pajak turis tersebar luas di Eropa dan sebelum pandemi Covid-19 beberapa tujuan wisata di Spanyol telah mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan pajak ini," katanya dikutip Selasa (27/10/2020).

Baca Juga: Bakal Timbulkan Pajak Berganda, Ratusan Perusahaan Ajukan Keberatan

Pandemi menambah variasi penerapan pajak turis di Eropa. Asosiasi mencatat beberapa kota wisata di Eropa melakukan relaksasi pajak turis, tetapi pada beberapa kota lain pajak turis asing tetap berlaku meski di tengah himpitan krisis ekonomi.

Salah satu daerah yang masih mempertahankan pungutan pajak turis adalah Catalonia di Spanyol. Pada saat bersamaan, otoritas lokal ternyata juga meningkatkan tarif sebagai biaya tambahan untuk pelancong yang berkunjung mulai 1 Januari 2021.

Untuk saat ini tarif pajak turis di Catalonia berkisar antara €0,45-€2,25 (Rp4.300 - Rp39.000) untuk setiap turis per malam. Tarif tersebut berlaku untuk akomodasi selama 7 hari di Catalonia. Tarif yang dipatok relatif moderat di Eropa.

Baca Juga: Presiden Putin Bakal Jadikan Daerah Konflik sebagai Tax Haven

Negara Eropa lainnya Portugal juga masuk kategori moderat karena memiliki tarif pajak turis mulai €1-€2 untuk setiap turis per malam. Prancis menerapkan pajak turis dengan tarif berkisar €0,20-€4 euro per malam,

Sementara itu, negara Eropa Timur termasuk dalam kategori rendah untuk penerapan pajak turis. Negara seperti Lithuania, Polandia, Republik Ceko, Slovakia, Hongaria, Bulgaria dan Kroasia menerapak pajak turis kurang dari €2.

"Kemudian perlu diingat bahwa negara Skandinavia, Inggris Raya dan beberapa negara kawasan Balkan belum memberlakukan pajak turis," sebut Smith.

Baca Juga: Tidak Bayar Pajak, Platform Media Sosial Ini Mulai Diselidiki

Adapun negara dengan tarif pajak turis tinggi di Eropa berlaku untuk pelancong yang berkunjung ke Italia, Belgia, Belanda, Swiss dan Jerman. Pajak turis di Italia untuk akomodasi setiap malam mencapai €10.

Disusul, Belanda dengan pajak turis sebesar €5,75 per malam, Jerman sebesar €5 atau 7,5% dari harga akomodasi hotel, Belgia sebesar €4,24 dan Swiss dengan pajak turis €4,65 per malam. Adapun tujuan utama pajak turis adalah untuk membiayai infrastruktur, promosi, dan layanan wisata.

"Sayang, wisatawan sedikit mendapatkan keuntungan dari pajak ini, hanya Swiss yang menyediakan kartu elektronik untuk turis sebagai akses transportasi umum, diskon tiket tempat wisata dan akses Wi-fi gratis," imbuhnya seperti dilansir eventplannerspain.com. (rig)

Baca Juga: Di Bawah Rezim Trump, Puluhan Korporasi Ternyata Tak Bayar Pajak

Topik : pajak turis, uni eropa, kebijakan pajak, pandemi corona, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

PBB Tunjuk 25 Anggota Baru UN Tax Committee, Ada Perwakilan Indonesia

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:54 WIB
CHINA

China Tolak Rencana Pengenaan Carbon Border Tax

berita pilihan

Senin, 02 Agustus 2021 | 20:39 WIB
DDTC NEWSLETTER

BKP Strategis yang Tidak Dipungut PPN, Download Aturannya di Sini

Senin, 02 Agustus 2021 | 20:20 WIB
AMERIKA SERIKAT

SPT Pajak Donald Trump Bakal Dibuka

Senin, 02 Agustus 2021 | 19:57 WIB
KANWIL DJP JAKARTA SELATAN II

Kantor Baru KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Diresmikan

Senin, 02 Agustus 2021 | 19:32 WIB
PENANGANAN PANDEMI

PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 9 Agustus 2021, Ini Penjelasan Jokowi

Senin, 02 Agustus 2021 | 19:00 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Penuhi Kebutuhan Hakim Agung Khusus Pajak, KY Siapkan Dua Solusi

Senin, 02 Agustus 2021 | 18:35 WIB
KABUPATEN TULUNGAGUNG

Hanya Bulan Ini, Pemutihan Denda Pajak Digelar

Senin, 02 Agustus 2021 | 18:30 WIB
KOREA SELATAN

Bakal Timbulkan Pajak Berganda, Ratusan Perusahaan Ajukan Keberatan

Senin, 02 Agustus 2021 | 18:17 WIB
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL

Lantik Inspektur Jenderal yang Baru, Sri Mulyani Minta Ini

Senin, 02 Agustus 2021 | 17:50 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Ini Penyebab Para Calon Hakim Agung TUN Khusus Pajak Tak Lolos Seleksi

Senin, 02 Agustus 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perluasan Cakupan OECD Pilar 1 Berdampak Terhadap PTE? Ini Kata DJP