Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Negara Ini Tak Khawatir

5
5

SINGAPURA, DDTCNews – Gerakan global untuk mendorong transparansi keuangan dalam bingkaiAutomatic Exchange of Information (AEoI) akan segera diterapkan. Sejumlah negara menyambut positif era baru bagi keterbukaan informasi terutama dalam bidang perpajakan.

Namun, lain halnya dengan Singapura di mana banyak dana dari luar negeri yang parkir di negeri Singa tersebut. Kekhawatiran akan adanya aliran dana keluar dalam jumlah besar karena Singapura turut serta dalam keterbukaan dalam pertukaran informasi (AEoI) pun menyeruak.

Isu ini berkembang bukan tanpa alasan. Data otoritas pengelolaan aset yang dilansir oleh Otoritas Moneter Singapura menunjukan bahwa dari total aset yang ada di Singapura sebesar 2,7 triliun Dolar AS, 78%-nya bersumber dari luar negeri.

Baca Juga: Nyaris Resesi, Pemerintah Tetap Nekat Mau Naikkan GST ke 9%

Secara tradisional, Singapura adalah tujuan investasi atau memarkir dana asing di Asia. Warga negara Indonesia dan Tiongkok yang kaya adalah salah satu investor yang melihat Singapura sebagai tujuan utama menginvestasikan dananya.

Menteri Luar Negeri untuk Urusan Keuangan dan Hukum Singapura Indranee Rajah meyakinkan bahwasanya tidak ada eksodus dana asing dalam skala besar terkait keikutsertaan Singapura dalam AEoI. Singapura, menurutnya siap ikut serta dalam kerangka kerja AEoI.

“Saya berpikir bahwa tidak ada arus dana keluar yang signifikan sejak Singapura meratifikasi kerangka kerja internasional untuk keterbukaan informasi,” katanya dilansir Bloomberg, Rabu, (21/11).

Baca Juga: Cryptocurrency akan Diatur dalam RUU GST

Menurutnya, Singapura akan menerima manfaat dalam jangka panjang melalui keikutsertaannya dalam AEoI. Dengan kata lain, ia menginginkan invenstasi yang masuk ke Singapura berasal dari sumber yang sah dan tidak melanggar hukum.

“Sejauh yang saya tahu, Anda ingin berada di sini karena ingin melakukan kegiatan yang sah. Jika ada yang salah, jelas kita akan menindaknya,” tutupnya. (Amu)

Baca Juga: Dua Profesional DDTC Mengikuti Kursus Lisensi IP di Singapura

Isu ini berkembang bukan tanpa alasan. Data otoritas pengelolaan aset yang dilansir oleh Otoritas Moneter Singapura menunjukan bahwa dari total aset yang ada di Singapura sebesar 2,7 triliun Dolar AS, 78%-nya bersumber dari luar negeri.

Baca Juga: Nyaris Resesi, Pemerintah Tetap Nekat Mau Naikkan GST ke 9%

Secara tradisional, Singapura adalah tujuan investasi atau memarkir dana asing di Asia. Warga negara Indonesia dan Tiongkok yang kaya adalah salah satu investor yang melihat Singapura sebagai tujuan utama menginvestasikan dananya.

Menteri Luar Negeri untuk Urusan Keuangan dan Hukum Singapura Indranee Rajah meyakinkan bahwasanya tidak ada eksodus dana asing dalam skala besar terkait keikutsertaan Singapura dalam AEoI. Singapura, menurutnya siap ikut serta dalam kerangka kerja AEoI.

“Saya berpikir bahwa tidak ada arus dana keluar yang signifikan sejak Singapura meratifikasi kerangka kerja internasional untuk keterbukaan informasi,” katanya dilansir Bloomberg, Rabu, (21/11).

Baca Juga: Cryptocurrency akan Diatur dalam RUU GST

Menurutnya, Singapura akan menerima manfaat dalam jangka panjang melalui keikutsertaannya dalam AEoI. Dengan kata lain, ia menginginkan invenstasi yang masuk ke Singapura berasal dari sumber yang sah dan tidak melanggar hukum.

“Sejauh yang saya tahu, Anda ingin berada di sini karena ingin melakukan kegiatan yang sah. Jika ada yang salah, jelas kita akan menindaknya,” tutupnya. (Amu)

Baca Juga: Dua Profesional DDTC Mengikuti Kursus Lisensi IP di Singapura
Topik : berita pajak internasional, pertukaran informasi pajak, singapura
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:10 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK