Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Negara Dapat Tambahan Penerimaan Pajak Rp2,1 T, dari Sini Asalnya

A+
A-
0
A+
A-
0
Negara Dapat Tambahan Penerimaan Pajak Rp2,1 T, dari Sini Asalnya

ILUSTRASI. Tenaga kesehatan membersihkan peralatan medis ruang ICU yang telah kosong di RSUD Depok, Jawa Barat, Senin (18/10/2021). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.

MANILA, DDTCNews – Pemerintah Filipina diproyeksikan bakal mendapat tambahan penerimaan pajak penghasilan P7,5 miliar atau sekitar Rp2,1 triliun. Angka tersebut diperoleh dari kontrak pengadaan yang dilakukan Bagian Pengadaan Departemen Penganggaran dan Tata Usaha (PS-BSDM).

"Kami memperkirakan akan ada total sebesar P42 miliar (Rp 11 triliun) yang akan dibayarkan atas pengadaan masker, pelindung wajah, alat pelindung diri (APD), dan persediaan medis lainnya," ujar Ketua Senat Minoritas Franklin Drilon dikutip dari Inquirer, Jumat (29/10/2021).

Drilon menambahkan transaksi sebesar P42 miliar tersebut telah diawasi oleh Komisi Audit. Perhitungan pajak sebesar P7,5 miliar sebenarnya belum angka final. Perhitungan tersebut masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Baca Juga: Kebut Pemulihan, Thailand Bebaskan Lagi Pajak Hotel Sampai Juni 2024

Drilon menambahkan angka P7,5 miliar bukan pajak terutang pasti. Perkiraan pajak penghasilan terutang sebesar P7,5 miliar didapatkan dari kontrak P42 miliar milik PS-BSDM.

Drilon menjelaskan bagaimana penghitungan potensi pajak hingga menghasilkan P7,5 miliar.

"Jika kita kurangkan P42 miliar dengan pengurangan pajak standar sebesar 40% maka perkiraan penghasilan kena pajaknya adalah P25,2 miliar," tambahnya.

Baca Juga: Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Penghitungan dari penghasilan kena pajak sebesar P25,2 miliar tersebut kemudian dikalikan dengan tarif pajak penghasilan 30%. Dari penghitungan tersebut akan didapatkan angka pajak penghasilan P7,5 miliar. (sap)

Topik : pajak internasional, PPh, alat kesehatan, Filipina

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Rabu, 06 Juli 2022 | 20:30 WIB
PENGADILAN PAJAK

Kasus Covid Naik, Pengadilan Pajak Hentikan Persidangan 7-13 Juli 2022

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Gudang Berikat?

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:00 WIB
KP2KP REMBANG

Door to Door Lagi, Petugas Pajak Incar Pelaku UMKM Cek Pelaporan SPT

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:30 WIB
KOREA SELATAN

Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:00 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK

Tren Penggunaan Teknologi dalam Peningkatan Kepatuhan Pajak di Dunia

Rabu, 06 Juli 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP BENGKULU DAN LAMPUNG

Ajak UMKM Naik Kelas, Penyuluh DJP Singgung Omzet Tak Kena Pajak