Fokus
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Makna 'Arise In' dalam Pasal 11 Tax Treaty

A+
A-
0
A+
A-
0
Makna 'Arise In' dalam Pasal 11 Tax Treaty

Pertanyaan:

Apa yang dimaksud dengan istilah ‘arise in’ yang terdapat dalam Pasal 11 tax treaty?

Mira Luki, Balikpapan

Jawaban:

TERIMA kasih Ibu Mira atas pertanyaannya. Tujuan perumusan Pasal 11 tax treaty yang mengacu pada ketentuan OECD Model adalah untuk menetapkan tingkat pajak maksimum pada negara sumber penghasilan. Oleh karena itu, dalam Pasal 11 ayat (5) tax treaty diatur lebih lanjut mengenai bagaimana menentukan negara sumber penghasilan atas bunga.

Keistimewaan dari Pasal 11 ini adalah adanya pembahasan mengenai klausul ‘arise in’ sebagaimana tercantum dalam Pasal 11 ayat (5) dari tax treaty yang mengacu pada ketentuan OECD Model.

Klausul ini memiliki arti bahwa penghasilan bunga akan dianggap bersumber di suatu negara apabila memenuhi kondisi sebagai berikut:

  • Pihak yang membayarkan merupakan resident dari negara sumber tersebut.
  • Apabila bunga tersebut dibebankan kepada Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang berada di salah satu negara yang mengadakan tax treaty. Konsekuensinya, bunga tersebut dianggap timbul di negara di mana BUT tersebut berada tanpa memperhatikan bunga tersebut dibayarkan dari negara mana. Hal itu berlaku sepanjang terdapat hubungan ekonomis antara pinjaman dan bunga yang dibebankan kepada BUT.

Artinya, apabila tidak terdapat hubungan ekonomis antara pinjaman dan bunga yang dibebankan kepada BUT, maka negara di mana BUT tersebut berada tidak diperlakukan sebagai negara sumber dari penghasilan bunga.

Klausul ini misalnya dapat dilihat dalam Pasal 11 ayat (8) Tax Treaty Indonesia-Belanda yang menyebutkan: "Interest shall be deemed to arise in one of the two States when the payer is that State itself......"

Dengan adanya klausul ‘arise in’ maka suatu negara dikatakan sebagai negara sumber penghasilan bunga apabila pembayar merupakan resident dari negara sumber tersebut.

Demikian jawaban kami. Salam.* ()

(Disclaimer)
Topik : konsultasi pajak, tax treaty, P3B, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 11 Juni 2021 | 16:30 WIB
ITALIA
Kamis, 10 Juni 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:35 WIB
KEPABEANAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:30 WIB
REPUBLIK CEKO
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:19 WIB
KOTA BANDUNG
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:37 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:05 WIB
SE-06/PP/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:15 WIB
AMERIKA SERIKAT