Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
Berita
Jum'at, 17 Agustus 2018 | 12:24 WIB
TAHUN SIDANG 2018-2019
Jum'at, 17 Agustus 2018 | 11:28 WIB
PENGENDALIAN IMPOR
Jum'at, 17 Agustus 2018 | 11:02 WIB
RAPBN 2019
 
Review
Kamis, 16 Agustus 2018 | 21:12 WIB
LAPORAN DARI HARVARD UNIVERSITY (2)
Senin, 13 Agustus 2018 | 15:00 WIB
LAPORAN DARI HARVARD UNIVERSITY
Senin, 13 Agustus 2018 | 14:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
 
Data & alat
Rabu, 15 Agustus 2018 | 11:11 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 AGUSTUS 2018
Rabu, 08 Agustus 2018 | 09:34 WIB
KURS PAJAK 8-14 AGUSTUS 2018
Rabu, 01 Agustus 2018 | 09:41 WIB
KURS PAJAK 1-7 AGUSTUS 2018
 
Komunitas
Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:24 WIB
SEMINAR NASIONAL
Jum'at, 10 Agustus 2018 | 16:02 WIB
LOMBA PAJAK NASIONAL MAHASISWA 2018
Kamis, 09 Agustus 2018 | 16:43 WIB
TALKSHOW PAJAK-STIAMI
 
Reportase

Kenaikan Pajak BBM Akhirnya Ditunda

1

HANOI, DDTCNews – Pemerintah Vietnam beserta legislator sepakat untuk menunda peningkatan tarif pajak pada bahan bakar kendaraan bermotor (BBM). Keputusan ini diambil seusai mengadakan dengar pendapat dari para pakar.

Dewan Legislator Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan mengatakan keputusan untuk menunda peningkatan tarif pajak bahan bakar merupakan langkah yang tepat. Pasalnya penundaan itu untuk menahan inflasi agar tetap berada di bawah 4% pada tahun 2018.

"Meskipun upaya dalam meningkatkan pajak pada bahan bakar akan membawa triliunan Dong (miliaran rupiah) terhadap anggaran negara, tapi ada ketidakpastian dalam perubahan harga pada sisa tahun 2018,” katanya di Hanoi, Sabtu (14/7).

Baca Juga: Tanpa Kehadiran Fisik, E-Commerce Tetap Dikenakan Sales Tax 6%

Ketua External Affairs Committee of the National Assembly Vietnam Nguyen Van Giau mengatakan dengan adanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok dan potensi peningkatan harga komoditas, maka keputusan dalam menunda peningkatan tarif pajak bahan bakar sangat tepat.

“Saya memberi usulan agar pajak bahan bakar dikenakan 2 bulan setelah Tahun Baru Imlek Vietnam berikutnya,” kata Giau dalam vnespress.net.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Vietnam sempat mengusulkan pajak bahan bakar dan solar akan meningkat 33% setara VND4.000 atau Rp2.481 per liter untuk bensin dan VND2.000 atau Rp1.240 per liter untuk solar.

Baca Juga: Hilangkan Hambatan AEoI, P3B Selandia Baru-Hong Kong Diperbarui

Dengan penghitungan itu, pemerintah mencatat usulan peningkatan tarif pajak bahan bakar akan menambah VND57,3 triliun atau Rp35,57 triliun setiap tahunnya. Sedangkan kebijakan itu akan berkontribusi pada penerimaan negara sebesar VND15,7 triliun atau Rp9,74 triliun jika berlaku saat ini hingga akhir tahun 2018.

Sebagai informasi, usulan kenaikan itu sejatinya sempat mendapatkan pertentangan dari oposisi. Namun pemerintah membela dengan cara menginformasikan kepada oposisi bahwa usulan kebijakan itu telah didukung oleh kementerian dan departemen, terlebih harga bahan bakar di Vietnam pun masih lebih rendah dibanding 120 negara lainnya. (Amu)

Baca Juga: Dianggap Aset Tak Berwujud, Mata Uang Kripto Siap Dipajaki

"Meskipun upaya dalam meningkatkan pajak pada bahan bakar akan membawa triliunan Dong (miliaran rupiah) terhadap anggaran negara, tapi ada ketidakpastian dalam perubahan harga pada sisa tahun 2018,” katanya di Hanoi, Sabtu (14/7).

Baca Juga: Tanpa Kehadiran Fisik, E-Commerce Tetap Dikenakan Sales Tax 6%

Ketua External Affairs Committee of the National Assembly Vietnam Nguyen Van Giau mengatakan dengan adanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok dan potensi peningkatan harga komoditas, maka keputusan dalam menunda peningkatan tarif pajak bahan bakar sangat tepat.

“Saya memberi usulan agar pajak bahan bakar dikenakan 2 bulan setelah Tahun Baru Imlek Vietnam berikutnya,” kata Giau dalam vnespress.net.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Vietnam sempat mengusulkan pajak bahan bakar dan solar akan meningkat 33% setara VND4.000 atau Rp2.481 per liter untuk bensin dan VND2.000 atau Rp1.240 per liter untuk solar.

Baca Juga: Hilangkan Hambatan AEoI, P3B Selandia Baru-Hong Kong Diperbarui

Dengan penghitungan itu, pemerintah mencatat usulan peningkatan tarif pajak bahan bakar akan menambah VND57,3 triliun atau Rp35,57 triliun setiap tahunnya. Sedangkan kebijakan itu akan berkontribusi pada penerimaan negara sebesar VND15,7 triliun atau Rp9,74 triliun jika berlaku saat ini hingga akhir tahun 2018.

Sebagai informasi, usulan kenaikan itu sejatinya sempat mendapatkan pertentangan dari oposisi. Namun pemerintah membela dengan cara menginformasikan kepada oposisi bahwa usulan kebijakan itu telah didukung oleh kementerian dan departemen, terlebih harga bahan bakar di Vietnam pun masih lebih rendah dibanding 120 negara lainnya. (Amu)

Baca Juga: Dianggap Aset Tak Berwujud, Mata Uang Kripto Siap Dipajaki
Topik : berita pajak internasional, fuel tax, vietnam
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
berita pilihan
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 Juni 2017 | 11:29 WIB
ZAMBIA
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA
Senin, 21 November 2016 | 16:31 WIB
ZAMBIA
Senin, 28 Agustus 2017 | 17:44 WIB
ZAMBIA
1