Berita
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:27 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:11 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:57 WIB
MULTILATERAL INSTRUMENT ON TAX TREATY
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:27 WIB
PMK 83/2020
Review
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:33 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

'Kalau Masih Ada yang Main-Main, Saya Gigit Sendiri'

A+
A-
1
A+
A-
1

JAKARTA, DDTCNews – Presiden Joko Widodo meminta pemerintah, mulai dari menteri, gubernur, bupati dan wali kota, menahan diri dan tidak mudah untuk membuat peraturan. Salah-salah, menteri atau gubernur itu sendiri yang nanti akan kejerat peraturan yang dibuatnya.

Presiden mengungkapkan hal tersebut dalam pidato tanpa teks di hadapan para menteri, gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia dalam Rapat Koordinasi Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta segenap pihak mendukung agenda besar pemerintah, yaitu menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi dan ekspor. Semua kalangan harus mendukung perbaikan agenda tersebut. Setiap investasi harus dilayani, jangan dipersulit, jangan dibuat ruwet.

"Kita kalah semuanya. Ekspor kita, dengan Singapura kalah jauh, dengan Malaysia kalah jauh, Filipina, Thailand juga kalah. Terakhir dengan VIetnam juga kalah. Apa kita mau kalah lagi dengan Laos, dengan Kamboja?" tegas Presiden.

Presiden juga mengingatkan dari 33 perusahaan besar pindah dari Tiongkok akibat perang dagang dengan Amerika Serikat, sebanyak 23 perusahaan pindah ke Vietnam. Sementara itu, 10 lainnya memilih Malaysia, Kamboja, India, dan Thailand. "Kok tidak ke kita, ini ada apa, ini ada apa," kata Presiden.

Presiden juga memerintahkan aparat hukum untuk mendukung agenda penciptaan lapangan kerja, investasi dan meningkatkan ekspor. Ia juga meminta tidak ada aparat hukum yang mengigit para pelaku usaha atau bermain-main di area ini.

"Tugas saudara menggigit siapapun yang berniat buruk mengganggu agenda strategis ini. Saya tidak akan toleransi kepada aparat hukum yang kerjaannya menakut-nakuti, mengganggu inovasi dan memeras pelaku usaha. Kalau masih ada yang main-main di area ini, saya gigit sendiri," katanya.(Bsi)

Topik : presiden jokowi, pidato presiden, rakornas pemerintah
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 30 April 2020 | 20:03 WIB
MUSRENBANGNAS 2020
Kamis, 30 April 2020 | 17:20 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 30 April 2020 | 16:26 WIB
BANTUAN SOSIAL
Kamis, 30 April 2020 | 14:28 WIB
EFEK VIRUS CORONA
berita pilihan
Rabu, 08 Juli 2020 | 18:00 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ANDORRA
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:54 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:39 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:27 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:11 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:57 WIB
MULTILATERAL INSTRUMENT ON TAX TREATY
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:27 WIB
PMK 83/2020
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:27 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:10 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:55 WIB
SE-39/PJ/2020