Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Jorjoran Marketing, Startup Ini Bukukan Kerugian Sebelum Pajak Rp5,6 T

A+
A-
0
A+
A-
0
Jorjoran Marketing, Startup Ini Bukukan Kerugian Sebelum Pajak Rp5,6 T

Logo Deliveroo.

LONDON, DDTCNews - Perusahaan pengiriman makanan online asal Inggris, Deliveroo dilaporkan mengalami kerugian sebelum pajak senilai £298 juta, setara Rp5,6 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dari kerugian 2020 yang hanya senilai £213 juta, setara Rp4 triliun.

Deliveroo menyampaikan perusahaannya telah mempersiapkan rencana profitabilitas jangka panjang. Deliveroo juga telah menyampaikan kepada investor dalam 2 tahun mendatang perusahaannya akan mencapai titik impas (break even point).

“Perusahaan menyampaikan besarnya kerugian dikarenakan pengeluaran signifikan untuk tingkatkan pemasaran dan teknologi. [Mereka] ingin menjaga momentum adanya pembatasan karena pandemi Covid-19,” tulis stv News, dikutip Jumat (18/03/2022).

Baca Juga: Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Deliveroo melaporkan adanya lonjakan nilai transaksi sebesar 67% menjadi £6,6 miliar pada 2021. Lonjakan tersebut didorong adanya peningkatan sebesar 73% dalam jumlah pesanan.

Namun, perusahaan memperkirakan adanya perlambatan transaksi selama tahun berjalan. Hal ini dikarenakan perkiraan kenaikan antara 15% dan 25% di seluruh platform-nya.

Pendapatan Deliveroo tahun lalu meningkat sebesar 57% menjadi £1,8 miliar yang didorong adanya peningkatan transaksi penjualan.

Baca Juga: Pajak Judi Online Belum Diatur, Malaysia Rugi Rp6,74 Triliun per Tahun

Deliveroo menambahkan sekitar 19.000 lebih banyak situs restoran ke platform-nya di Inggris selama setahun. Sementara itu, terdapat peningkatan operasi bahan makanan yang berkembang, yang diperluas lebih dari dua pertiga menjadi hampir 6000 situs.

Deliveroo juga menekankan mereka akan menghadapi hambatan di tahun ini. Perlambatan tersebut ditengarai karena adanya inflasi, hilangnya stimulus ekonomi dan dampak geopolitik dan ekonomi dari konflik di Ukraina. (sap)

Baca Juga: Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD
Topik : pajak internasional, pembukuan, laba rugi, Inggris

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 18 Juni 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Harga BBM Melambung, Senat AS Usulkan Pajak Tambahan Atas Sektor Migas

Jum'at, 17 Juni 2022 | 15:00 WIB
KOREA SELATAN

Terancam Stagflasi, Korea Selatan Bakal Pangkas PPh Badan Jadi 22%

Jum'at, 17 Juni 2022 | 14:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Dukung Piala Dunia 2026, Kota Ini Bebaskan Pajak Tiket Pertandingan

Jum'at, 17 Juni 2022 | 14:00 WIB
PRANCIS

Selesaikan Kasus Pajak, McDonald's Siap Bayar Rp19,5 Triliun

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD