Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
Berita
Jum'at, 17 Agustus 2018 | 12:24 WIB
TAHUN SIDANG 2018-2019
Jum'at, 17 Agustus 2018 | 11:28 WIB
PENGENDALIAN IMPOR
Jum'at, 17 Agustus 2018 | 11:02 WIB
RAPBN 2019
 
Review
Kamis, 16 Agustus 2018 | 21:12 WIB
LAPORAN DARI HARVARD UNIVERSITY (2)
Senin, 13 Agustus 2018 | 15:00 WIB
LAPORAN DARI HARVARD UNIVERSITY
Senin, 13 Agustus 2018 | 14:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
 
Data & alat
Rabu, 15 Agustus 2018 | 11:11 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 AGUSTUS 2018
Rabu, 08 Agustus 2018 | 09:34 WIB
KURS PAJAK 8-14 AGUSTUS 2018
Rabu, 01 Agustus 2018 | 09:41 WIB
KURS PAJAK 1-7 AGUSTUS 2018
 
Komunitas
Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:24 WIB
SEMINAR NASIONAL
Jum'at, 10 Agustus 2018 | 16:02 WIB
LOMBA PAJAK NASIONAL MAHASISWA 2018
Kamis, 09 Agustus 2018 | 16:43 WIB
TALKSHOW PAJAK-STIAMI
 
Reportase

IMF: Reformasi Pajak AS Dorong Pertumbuhan Ekonomi Global

0

DAVOS, DDTCNews – Lembaga Moneter Internasional (IMF) memprediksi kebijakan reformasi pajak Amerika Serikat (AS) akan mendorong pertumbuhan ekonomi global. Namun efek pemangkasan pajak ala Donald Trump ini hanya akan berlangsung untuk jangka pendek.

Rilis ini disampaikan IMF pada forum World Economic Outlook (WEO) di Davos, Swiss pekan ini. Direktur Pelaksanan IMF Christine Lagarde mengatakan ada optimisme perbaikan ekonomi global meski hanya bersifat temporer.

“Ada tanda-tanda menggembirakan dengan pertumbuhan ekonomi pasca krisis keuangan satu dekade lalu,” katanya, Senin (22/1).

Baca Juga: Pengetatan Moneter Berlanjut

Lebih lanjut, angka pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan naik 0,2 poin hingga tahun depan. Target pertumbuhan di patok sebesar 3,9%.

Laju pertumbuhan ekonomi global dalam dua tahun ke depan banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemangkasan tarif pajak di negeri Paman Sam. Namun, efek ini hanya akan berlangsung pada rentang waktu yang relatif pendek.

“Penurunan ekonomi berikutnya bisa datang lebih cepat dan sulit untuk diprediksi. Pemimpin politik dan pembuat kebijakan harus sadar bahwa momentum ekonomi saat ini tidak mungkin berlangsung lama,” kata penasihat ekonomi IMF Maurice Obstfeld dilansir The Guardian.

Baca Juga: Tanpa Kehadiran Fisik, E-Commerce Tetap Dikenakan Sales Tax 6%

Untuk saat ini momentum sedang dipegang oleh pemerintah AS. Lembaga berbasis di Washington itu memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh dari 2,3% di tahun 2017 menjadi 2,7% tahun ini. Setelahnya, angka pertumbuhan diprediksi berkisar di angka 2,5% di tahun 2019.   

IMF mengatakan bahwa dampak pemotongan pajak AS akan memudar mulai tahun 2022. Hal ini karena insentif pajak bagi perusahaan akan berakhir pada tahun itu. (Amu)

Baca Juga: Hilangkan Hambatan AEoI, P3B Selandia Baru-Hong Kong Diperbarui

“Ada tanda-tanda menggembirakan dengan pertumbuhan ekonomi pasca krisis keuangan satu dekade lalu,” katanya, Senin (22/1).

Baca Juga: Pengetatan Moneter Berlanjut

Lebih lanjut, angka pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan naik 0,2 poin hingga tahun depan. Target pertumbuhan di patok sebesar 3,9%.

Laju pertumbuhan ekonomi global dalam dua tahun ke depan banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemangkasan tarif pajak di negeri Paman Sam. Namun, efek ini hanya akan berlangsung pada rentang waktu yang relatif pendek.

“Penurunan ekonomi berikutnya bisa datang lebih cepat dan sulit untuk diprediksi. Pemimpin politik dan pembuat kebijakan harus sadar bahwa momentum ekonomi saat ini tidak mungkin berlangsung lama,” kata penasihat ekonomi IMF Maurice Obstfeld dilansir The Guardian.

Baca Juga: Tanpa Kehadiran Fisik, E-Commerce Tetap Dikenakan Sales Tax 6%

Untuk saat ini momentum sedang dipegang oleh pemerintah AS. Lembaga berbasis di Washington itu memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh dari 2,3% di tahun 2017 menjadi 2,7% tahun ini. Setelahnya, angka pertumbuhan diprediksi berkisar di angka 2,5% di tahun 2019.   

IMF mengatakan bahwa dampak pemotongan pajak AS akan memudar mulai tahun 2022. Hal ini karena insentif pajak bagi perusahaan akan berakhir pada tahun itu. (Amu)

Baca Juga: Hilangkan Hambatan AEoI, P3B Selandia Baru-Hong Kong Diperbarui
Topik : berita pajak internasional, reformasi pajak, amerika serikat
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
berita pilihan
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 Juni 2017 | 11:29 WIB
ZAMBIA
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA
Senin, 21 November 2016 | 16:31 WIB
ZAMBIA
Senin, 28 Agustus 2017 | 17:44 WIB
ZAMBIA
0