Review
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:33 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Efek Virus Corona, Penurunan Tarif Pajak Penjualan Dipertimbangkan

A+
A-
1
A+
A-
1
Efek Virus Corona, Penurunan Tarif Pajak Penjualan Dipertimbangkan

Ilustrasi. (foto: The Independent)

TOKYO,DDTCNews – Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan pencabutan kenaikan pajak penjualan dari 8% menjadi 10% yang berlaku sejak Oktober 2019. Langkah ini ditempuh untuk mempertahankan konsumsi rumah tangga di tengah wabah virus Corona.

Menteri Revitalisasi Ekonomi Yasutoshi Nishimura mengatakan efek virus Corona berpotensi lebih buruk dari krisis ekonomi pada 2008. Dengan demikian, katanya, pencabutan kenaikan pajak penjualan itu diharapkan bisa menyelamatkan Jepang dari krisis ekonomi akibat wabah virus Corona.

"Kami sedang mempertimbangkan apakah pengurangan pajak penjualan akan meningkatkan konsumsi," katanya di Tokyo, Minggu (15/3/2020).

Baca Juga: Jokowi Rilis Perpres Baru, Bantuan Kartu Prakerja Bisa Diminta Kembali

Nishimura mengatakan pemerintah memerlukan langkah-langkah kuat untuk melindungi ekonomi dari krisis. Krisis pada 2008 misalnya, ditandai dengan runtuhnya bank investasi Lehman Brothers asal Amerika Serikat (AS).

Beberapa kalangan menyerukan pencabutan pajak penjualan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Anggota parlemen senior dari Partai Demokrat Liberal yang juga mantan Menteri Perindustrian Hiroshige Seko menilai memotong pajak penjualan bisa menjadi salah satu pilihan menjaga perekonomian tidak terperosok pada masa sulit.

Seko mengatakan pemerintah harus merancang kebijakan yang meningkatkan konsumsi di tengah wabah virus Corona. Menurutnya, penerimaan pajak konsumsi tidak sebanding dengan risiko pelemahan ekonomi karena konsumsi masyarakat rendah.

Baca Juga: Sumbangan Covid-19 dalam Bentuk Jasa Antar Jemput Tenaga Medis

Jepang juga sedang memelopori kerja sama di antara negara-negara besar di seluruh dunia untuk menahan pelemahan ekonomi global. Perdana Menteri Shinzo Abe telah memperingatkan bahwa kerangka koordinasi kebijakan pada G7 dan G20 sangat penting untuk melawan tekanan pada pasar keuangan dunia.

Pernyataan itu Abe sampaikan setelah Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump akan mengadakan konferensi video mengenai virus Corona dengan para pemimpin G7, awal pekan ini.

Di Jepang, Abe menyatakan akan mempertimbangkan berbagai opsi mempertahankan pertumbuhan ekonominya, termasuk untuk memotong tarif pajak penjualan. Pemerintah juga telah pengeluaran paket kebijakan fiskal. Bank Sentral Jepang juga diperkirakan akan mengambil pelonggaran moneter tambahan untuk mengurangi tekanan ekonomi dari efek virus Corona.

Baca Juga: Simak di Sini, Sri Mulyani Paparkan Data Pemanfaat Insentif Pajak

“Fokus jangka pendek adalah pada penanggulangan virus. Setelah itu, kita perlu mengembalikan ekonomi Jepang pada posisi yang kokoh. Kami akan mengambil langkah berani yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mencapai ini," kata Abe.

Dilansir dari Japantime.co.jp, pemotongan pajak telah lama diusulkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Namun, pemerintah belum melakukannya karena harus mengendalikan utang publik yang mencapai dua kali lipat dari ukuran ekonominya. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Hapus Barang Ini dari Daftar Penerima Fasilitas Perpajakan
Topik : Jepang, pajak penjualan, sales tax, PM Abe, virus Corona
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 26 Juni 2020 | 10:23 WIB
DDTC NEWSLETTER
Kamis, 25 Juni 2020 | 15:19 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 24 Juni 2020 | 13:43 WIB
TARGET PEMBANGUNAN
Selasa, 23 Juni 2020 | 15:21 WIB
PELAYANAN PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:53 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:46 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:35 WIB
HASIL OPERASI DJBC
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN KARAWANG
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:28 WIB
PMK 85/2020
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:19 WIB
FILIPINA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:16 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:08 WIB
PERCEPATAN BELANJA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:52 WIB
PENGELOLAAN ASET NEGARA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:30 WIB
TEKNOLOGI INFORMASI DJP