Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Dirjen Pajak Sambangi Bos HMRC di London, Apa yang Dibahas?

0
0

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi (kedua kanan) dan Komisioner HMRC Edward Troup (ketiga kanan) beserta jajaran berfoto bersama seusai pertemuan. (Foto: ISTIMEWA)

LONDON, DDTCNews – Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi beserta jajarannya bertandang ke Kantor Pusat Ditjen Pajak Inggris Raya (Her Majesty's Revenue and Customs/ HMRC), Selasa (7/3) waktu setempat. Ken disambut langsung Komisioner HMRC Edward Troup.

Informasi yang dihimpun DDTCNews dari London dan Jakarta menyebutkan kunjungan tersebut ditujukan untuk membangun hubungan bilateral perpajakan antarotoritas pajak kedua negara yang lebih baik dan lebih efektif.

Seusai pertemuan itu, Ken dan Edward sama-sama menyatakan perlunya komitmen untuk bekerja sama lebih erat juga dengan pendekatan bersama guna menyelesaikan berbagai masalah perpajakan yang kian mengglobal.

Baca Juga: Soal Brexit, Boris Johnson: Kami Memiliki Kesepakatan Baru yang Hebat

Pasalnya, globalisasi dan praktik perencanaan pajak yang agresif yang dilakukan oleh perusahaan multinasional dan para orang superkaya (high net wealth individual/ HNWI) telah menggerus basis pemajakan di banyak negara.

Selain itu, keduanya juga membahas masalah pemajakan atas transaksi Over-the-Top (OTT) sebagai usaha untuk memajaki perusahaan berbasis internet seperti Google dan Facebook. Kebetulan, topik tersebut masih merupakan topik yang hangat di Indonesia dan berbagai negara lain.

Untuk menanganinya, dalam kesempatan itu Edward membagi pengalamannya kepada Ken dalam menerapkan Diverted Profit Tax (DPT), salah satu jenis pajak baru untuk menyelesaikan masalah pemajakan OTT. Pengalaman HMRC dalam menerapkan DPT sendiri sudah menjadi rujukan berbagai negara.

Baca Juga: Ajukan 6 Layanan Publik di Kemenaker, Kepatuhan Pajak Anda Dicek Dulu

Selain itu, Edward juga menginformasikan ada satu syarat penting agar DPT bisa diterapkan efektif. “Dalam menerapkan DPT ini, kami mendapatkan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan di Inggris Raya," katanya.*

Seusai pertemuan itu, Ken dan Edward sama-sama menyatakan perlunya komitmen untuk bekerja sama lebih erat juga dengan pendekatan bersama guna menyelesaikan berbagai masalah perpajakan yang kian mengglobal.

Baca Juga: Soal Brexit, Boris Johnson: Kami Memiliki Kesepakatan Baru yang Hebat

Pasalnya, globalisasi dan praktik perencanaan pajak yang agresif yang dilakukan oleh perusahaan multinasional dan para orang superkaya (high net wealth individual/ HNWI) telah menggerus basis pemajakan di banyak negara.

Selain itu, keduanya juga membahas masalah pemajakan atas transaksi Over-the-Top (OTT) sebagai usaha untuk memajaki perusahaan berbasis internet seperti Google dan Facebook. Kebetulan, topik tersebut masih merupakan topik yang hangat di Indonesia dan berbagai negara lain.

Untuk menanganinya, dalam kesempatan itu Edward membagi pengalamannya kepada Ken dalam menerapkan Diverted Profit Tax (DPT), salah satu jenis pajak baru untuk menyelesaikan masalah pemajakan OTT. Pengalaman HMRC dalam menerapkan DPT sendiri sudah menjadi rujukan berbagai negara.

Baca Juga: Ajukan 6 Layanan Publik di Kemenaker, Kepatuhan Pajak Anda Dicek Dulu

Selain itu, Edward juga menginformasikan ada satu syarat penting agar DPT bisa diterapkan efektif. “Dalam menerapkan DPT ini, kami mendapatkan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan di Inggris Raya," katanya.*

Topik : Google, Inggris, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Minggu, 08 September 2019 | 07:02 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Senin, 30 September 2019 | 11:20 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Senin, 22 Januari 2018 | 04:53 WIB
LAPORAN DDTC DARI JERMAN
Rabu, 22 Maret 2017 | 20:04 WIB
LAPORAN DDTC DARI TOKYO
berita pilihan
Jum'at, 05 Juli 2019 | 18:25 WIB
LAPORAN DDTC DARI AUSTRIA
Minggu, 22 April 2018 | 06:34 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Jum'at, 22 Maret 2019 | 10:12 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Rabu, 08 Maret 2017 | 18:54 WIB
LAPORAN DDTC DARI LONDON (2)
Selasa, 08 Oktober 2019 | 15:35 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Jum'at, 11 Oktober 2019 | 16:12 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:04 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Senin, 05 Agustus 2019 | 10:51 WIB
LAPORAN DDTC DARI SEOUL
Minggu, 19 Maret 2017 | 11:30 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA
Senin, 02 Juli 2018 | 08:39 WIB
LAPORAN DDTC DARI SINGAPURA