Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Bila Laju Utang Lampaui Laju Ekonomi

0
0

JAKARTA, DDTCNews — Utang luar negeri pemerintah yang terus mendaki pada kuartal I/2016, bahkan dengan laju lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama, menjadi perhatian sejumlah media cetak nasional di Jakarta yang terbit hari ini, Rabu (18/5).

Menariknya, pada saat yang sama pemerintah juga berencana menambah gairah para investor sukuk dengan memangkas pajak penghasilan salah satu instrumen utang tersebut. Lalu bagaimana dengan perkembangan tax amnesty? Berikut ringkasan berita selengkapnya:

  • PPh Sukuk Akan Dipangkas

Demi membuat instrumen investasi sukuk makin bergairah, pemerintah akan pangkas PPh atas sukuk.

Baca Juga: Target Pajak Sering Tidak Tercapai, Kepercayaan WP Berisiko Tergerus
  • Obligasi Valas Digenjot 30%

Untuk menghindari tarik menarik likuiditas antara pemerintah dan swasta, pemerintah akan memperbesar porsi penerbitan SBN valas menjadi 30% dari total penerbitan SBN tahun ini.

  • Utang Indonesia Terus Melejit

Pada kuartal pertama 2016 utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar US$316 miliar, atau tumbuh 5,7% (yoy).

  • Ekonomi Melambat, Bisnis Properti Kembang-Kempis

Tax amnesty dinanti sebagai juru selamat pergerakan ekonomi secara keseluruhan. Pasar masih menanti realisasi kebijakan tersebut untuk memantapkan keputusan pemilik modal berinvestasi.

Baca Juga: Kinerja 2 Kanwil Andalan DJP Lesu, Simak Lengkapnya di Sini
  • Tax Amnesty Bukan Cuma Nambah Pajak

Menkeu berpendapat tujuan tax amnesty adalah untuk menjaga supaya repatriasi cukup menguntungkan, bukan cuma nambah pajak.

  • Investor Startup Segera Dapat Insentif

Pembahasan terkait insentif fiskal untuk investor startup dibahas oleh Badan Ekonomi Kreatif dengan berkoordinasi kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

  • Negara Maju Rundingkan Stabilitas Ekonomi

Pemimpin negara maju yang tergabung dalam G-7 menggelar pertemuan yng akan membahs mengenai perlambatan ekonomi global dan fluktuasi mata uang global pada 20-21 Mei.

Baca Juga: Ini yang Dikerjakan Dirjen Pajak Jelang Akhir Tahun
  • Mata Uang Negeri Kangguru Melompat

Pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia dari 2% menjadi 1,75% menimbulkan keyakinan pasar, bahwa ekonomi Australia lebih stabil. (Bsi)

Baca :

Baca Juga: Sekitar 17% Restitusi Akibat Kekalahan Ditjen Pajak dalam Sengketa
  • PPh Sukuk Akan Dipangkas

Demi membuat instrumen investasi sukuk makin bergairah, pemerintah akan pangkas PPh atas sukuk.

Baca Juga: Target Pajak Sering Tidak Tercapai, Kepercayaan WP Berisiko Tergerus
  • Obligasi Valas Digenjot 30%

Untuk menghindari tarik menarik likuiditas antara pemerintah dan swasta, pemerintah akan memperbesar porsi penerbitan SBN valas menjadi 30% dari total penerbitan SBN tahun ini.

  • Utang Indonesia Terus Melejit

Pada kuartal pertama 2016 utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar US$316 miliar, atau tumbuh 5,7% (yoy).

  • Ekonomi Melambat, Bisnis Properti Kembang-Kempis

Tax amnesty dinanti sebagai juru selamat pergerakan ekonomi secara keseluruhan. Pasar masih menanti realisasi kebijakan tersebut untuk memantapkan keputusan pemilik modal berinvestasi.

Baca Juga: Kinerja 2 Kanwil Andalan DJP Lesu, Simak Lengkapnya di Sini
  • Tax Amnesty Bukan Cuma Nambah Pajak

Menkeu berpendapat tujuan tax amnesty adalah untuk menjaga supaya repatriasi cukup menguntungkan, bukan cuma nambah pajak.

  • Investor Startup Segera Dapat Insentif

Pembahasan terkait insentif fiskal untuk investor startup dibahas oleh Badan Ekonomi Kreatif dengan berkoordinasi kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

  • Negara Maju Rundingkan Stabilitas Ekonomi

Pemimpin negara maju yang tergabung dalam G-7 menggelar pertemuan yng akan membahs mengenai perlambatan ekonomi global dan fluktuasi mata uang global pada 20-21 Mei.

Baca Juga: Ini yang Dikerjakan Dirjen Pajak Jelang Akhir Tahun
  • Mata Uang Negeri Kangguru Melompat

Pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia dari 2% menjadi 1,75% menimbulkan keyakinan pasar, bahwa ekonomi Australia lebih stabil. (Bsi)

Baca :

Baca Juga: Sekitar 17% Restitusi Akibat Kekalahan Ditjen Pajak dalam Sengketa
Topik : berita pajak hari ini, berita ekonomi hari ini, penerimaan pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 07 Oktober 2019 | 17:36 WIB
SE-24/2019
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:35 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA