JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya memperlancar distribusi BBM di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.
Setelah memulihkan pasokan di Bali, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan menggunakan stok BBM yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan di daerah-daerah lain.
"Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," katanya, dikutip pada Selasa (20/10/2026).
Bahlil mengatakan cadangan BBM nasional kini tercatat sudah melampaui 20 hari, di atas standar minimum nasional. Meski demikian, perlu dicatat bahwa cadangan Pertalite (RON 90) berada pada kisaran 16 hingga 18 hari.
Menurutnya, kekurangan stok BBM di Bali disebabkan oleh kendala teknis pada manajemen arus logistik di Pertamina. Meski demikian, lanjutnya, kendala tersebut perlu menjadi tanggung jawab bersama.
Perihal kendala distribusi BBM di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra, Pertamina mengungkapkan pengiriman BBM di daerah-daerah tersebut terhambat oleh pendangkalan sungai. Akibatnya, Pertamina tidak bisa mendistribusikan BBM ke pelosok menggunakan kapal besar.
Implikasinya, pengiriman di beberapa wilayah terpaksa dialihkan melalui jalur darat dengan waktu tempuh yang lebih lama. Terlepas dari kendala dimaksud, Bahlil menuturkan pemerintah telah berupaya maksimal agar kelangkaan BBM tidak terjadi.
"Kami akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan Pertamina akan fokus memastikan kelancaran distribusi energi dalam rangka mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah.
"Kami meyakini energi adalah denyut nadi dari ekonomi, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik," ujar Simon.
Pertamina akan mengevaluasi dan memperkuat seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, hingga penyaluran BBM kepada masyarakat guna menjaga ketahanan energi nasional. (rig)
