Fokus
Data & alat
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

Berapa Sebenarnya Target Tax Amnesty?

A+
A-
0
A+
A-
0
Berapa Sebenarnya Target Tax Amnesty?

JAKARTA, DDTCNews —Berita mengenai pematangan RUU tax amnesty tersebar di beberapa media cetak pagi ini Selasa (24/5). Kendati menunggu tarik ulur dari pemerintah, RUU tax amnesty masih memberikan harapan untuk mendatangkan penerimaan negara.

Menteri keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, alotnya pengesahan RUU ini dikarenakan perseteruan penetapan tarif tax amnesty. Tarif dan cara perhitungan uang tebusan tersebut masih dalam proses penggodokan.

Namun, dia yakin dengan skema tarif yang sudah ada, negara akan menerima tambahan pendapatan sekitar Rp180 triliun. Perhitungan itu ternyata berbeda dengan perhitungan versi Bank Indonesia (BI). Lantas, berapa sebenarnya target dana dari tax amnesty? Berikut ringkasan berita selengkapnya:

Baca Juga: Hari Ini, Layanan Administrasi dan Persidangan Dibuka Kembali
  • ·Matangkan RUU Tax Amnesty

DPR melalui Komisi XI kembali melanjutkan pembahasan terkait dengan tax amnesty. Adapun, yang menjadi acara rapat hari ini, potensi penerimaan tax amnesty dan repatriasi modal.

  • Tax Amnesty Berpotensi Datangkan Rp180 Triliun

Estimasi pemerintah, dengan tarif 2% di dalam negeri dan 4% deklarasi di luar negeri bisa membawa sekitar Rp180 triliun. Asumsinya, potensi dana di luar negeri Rp 3.000 triliun-Rp4.000 triliun dan dalam negeri Rp1.000 triliun. Namun hitungan BI, tax amnesty hanya menyetor Rp53,4 triliun dari potensi dana Rp3.147 triliun.

  • Pemerintah Perlu Berbenah Untuk Tax Amnesty

Perihal tax amnesty, masih ada yang harus disiapkan oleh pemerintah secara teknis. Misalnya memastikan instrumen investasi penampunng, menjaga kerahasiaan data hingga siapa saja yang boleh menerbitkan instrumen. Jangan sampai pemainnya terlalu banyak, nanti lalu lintas devisanya sulit dikontrol. (Analisis Anton Gunawan – Kontan)

Baca Juga: Bersiap, AR DJP Sudah Mulai Jalankan Penelitian SPT Tahunan PPh Anda
  • Pemerintah Lelang 4 SUN

Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2016. Ditargetkan, dari lelang SUN ini akan didapat tambahan dana sebesar Rp12 triliun.

  • Kesempatan dalam Panama Papers

Banyak nama orang Indonesia dalam data panama papers, dianggap telah menguntungkan bagi pemerintah karena secara tidak langsung dapat memperkuat data base perpajakan di Indonesia.

  • DPR Bentuk Panja Utang

Komisi XI DPR membentuk panitia kerja (Panja) utang, tujuannya untuk mengevaluasi pengelolaan utang dan penerbitan surat utang pemerintah. Penja dibentuk kaarena utang pemerintah yang semakin besar.

Baca Juga: Sambil Kirim Email Blast ke Perusahaan, DJP Buka Ruang Penambahan KLU
  • JK: Pajak Jangan Berburu di Kebun Binatang

Jusuf Kalla meminta agar teknologi informasi saat ini harus bisa mendorong aparat pajak untuk menemukan sumber penerimaan pajak baru. Menurut Kalla, tanpa adanya teknologi informasi, maka sulit untuk mencapai perpajakan yang adil. Bisa-bisa pengenaan pajak seperti berburu di kebun binatang, yang ditembak yang itu-itu saja.

  • Parlemen Yunani Setujui Naik Pajak

Demi memperbaiki struktur keuangan negara, anggota parlemen Yunani menyetujui kenaikan pajak, dana privatisasi baru, dan penjualan non performing loan. Pengetatan sistem keuangan Yunani tersebut disetujui demi mendapatkan dana bailout dan utang baru.

  • Yen Unggul Di Mata Dunia

Yen mampu mengungguli mata uang dunia lain meskipun data ekonomi Jepang cenderung beragam. Penguatan yen mendapatkan sokongan dari penurunan bursa saham. (Bsi)

Baca Juga: Ketentuan PPN PMSE Mulai Berlaku Hari Ini, Berikut Penegasan dari DJP
Topik : berita pajak hari ini, berita ekonomi hari ini, tax amnesty
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 08 Juni 2020 | 07:59 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 05 Juni 2020 | 08:29 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 04 Juni 2020 | 08:33 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 03 Juni 2020 | 08:30 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Senin, 06 Juli 2020 | 18:22 WIB
PENANGANAN COVID-19
Senin, 06 Juli 2020 | 17:49 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Senin, 06 Juli 2020 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 17:30 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Senin, 06 Juli 2020 | 17:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 06 Juli 2020 | 16:48 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 16:38 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 16:35 WIB
KEUANGAN NEGARA
Senin, 06 Juli 2020 | 16:21 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN
Senin, 06 Juli 2020 | 15:59 WIB
KABUPATEN LOMBOK UTARA