Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Bank Sentral Singapura Tingkatkan Kewaspadaan Pencucian Uang

0
0

SINGAPURA: Bank sentral Singapura meningkatkan kewaspadaannya terhadap praktik pencucian uang yang semakin banyak menggunakan perusahaan-perusahaan cangkang untuk menutupi transaksi mereka.

Valerie Tay, Kepala Departemen Antipencucian Uang di Bank Sentral/Otoritas Moneter Singapura (MAS), mengatakan bank telah menutup rekening beberapa perusahaan cangkang selama setahun terakhir, setelah mendeteksi transaksi yang melanggar hukum.

“Ketika kami melihat lebih dalam pada risiko, kami menyadari sementara para penjahat mungkin masih menggunakan perusahaan offshore, sebenarnya mereka telah beralih menggunakan perusahaan cangkang untuk menghindari deteksi,” ujarnya di Singapura, Senin (12/8/2019).

Baca Juga: Kadin Minta Pemerintah Segera Pangkas Tarif PPh Badan, Ada Apa?

Valerie menambahkan tren ini juga diperhatikan dalam pusat keuangan lainnya. “Saat itulah kami mulai khawatir. Karena ketika modus operandi para penjahat bergeser untuk menghindari deteksi dan industri tidak cukup waspada, para penjahat bisa mendapatkan jalan mereka,” katanya.

Posisi Singapura sebagai salah satu pusat keuangan terkemuka dunia dan pusat perdagangan membuatnya sangat rentan terhadap pencucian uang. Relatif mudahnya memulai bisnis di Singapura membuatnya berpotensi lebih rentan terhadap penyalahgunaan perusahaan cangkang.

Valerie mengatakan MAS telah mengatakan kepada bank untuk secara aktif mencari perusahaan cangkang yang dapat disalahgunakan untuk pembiayaan gelap. Dengan demikian, ada harapan pengawasan untuk deteksi proaktif dan gangguan keuangan gelap.

Baca Juga: AEoI Ungkap Harta Simpanan Warga di Luar Negeri Rp968 Triliun

Analisis data dan analisis jaringan, sambungnya seperti dilansir channelnewsasia.com, telah membantu bank memetakan hubungan hubungan untuk mendeteksi transaksi yang melanggar hukum di perusahaan cangkang dalam satu tahun terakhir.

Departemen anti pencucian uang MAS yang didirikan 3 tahun lalu untuk melakukan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh unit yang berbeda, kini telah berkembang menjadi 30 spesialis dari semula hanya 20 spesialis. Ia bekerja sama dengan Departemen Urusan Komersial.

Pada 2015, Singapura menemukan dana skandal 1Malaysia Development Bhd dicuci melalui sistem perbankannya. Akibatnya, MAS menutup unit lokal dua bank, membekukan jutaan dolar, menagih bankir dan mengenakan denda. “Itu peringatan untuk semua orang,” kata Valerie. (Bsi)

Baca Juga: Reformasi Pajak Bukan untuk Takuti Investor

“Ketika kami melihat lebih dalam pada risiko, kami menyadari sementara para penjahat mungkin masih menggunakan perusahaan offshore, sebenarnya mereka telah beralih menggunakan perusahaan cangkang untuk menghindari deteksi,” ujarnya di Singapura, Senin (12/8/2019).

Baca Juga: Kadin Minta Pemerintah Segera Pangkas Tarif PPh Badan, Ada Apa?

Valerie menambahkan tren ini juga diperhatikan dalam pusat keuangan lainnya. “Saat itulah kami mulai khawatir. Karena ketika modus operandi para penjahat bergeser untuk menghindari deteksi dan industri tidak cukup waspada, para penjahat bisa mendapatkan jalan mereka,” katanya.

Posisi Singapura sebagai salah satu pusat keuangan terkemuka dunia dan pusat perdagangan membuatnya sangat rentan terhadap pencucian uang. Relatif mudahnya memulai bisnis di Singapura membuatnya berpotensi lebih rentan terhadap penyalahgunaan perusahaan cangkang.

Valerie mengatakan MAS telah mengatakan kepada bank untuk secara aktif mencari perusahaan cangkang yang dapat disalahgunakan untuk pembiayaan gelap. Dengan demikian, ada harapan pengawasan untuk deteksi proaktif dan gangguan keuangan gelap.

Baca Juga: AEoI Ungkap Harta Simpanan Warga di Luar Negeri Rp968 Triliun

Analisis data dan analisis jaringan, sambungnya seperti dilansir channelnewsasia.com, telah membantu bank memetakan hubungan hubungan untuk mendeteksi transaksi yang melanggar hukum di perusahaan cangkang dalam satu tahun terakhir.

Departemen anti pencucian uang MAS yang didirikan 3 tahun lalu untuk melakukan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh unit yang berbeda, kini telah berkembang menjadi 30 spesialis dari semula hanya 20 spesialis. Ia bekerja sama dengan Departemen Urusan Komersial.

Pada 2015, Singapura menemukan dana skandal 1Malaysia Development Bhd dicuci melalui sistem perbankannya. Akibatnya, MAS menutup unit lokal dua bank, membekukan jutaan dolar, menagih bankir dan mengenakan denda. “Itu peringatan untuk semua orang,” kata Valerie. (Bsi)

Baca Juga: Reformasi Pajak Bukan untuk Takuti Investor
Topik : pencucian uang, Singapura, MAS
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS