Review
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:52 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:30 WIB
MENGHADAPI COVID-19 DENGAN PAJAK DAERAH (4)
Sabtu, 23 Mei 2020 | 06:08 WIB
Seri Tax Control Framework (7)
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Antisipasi Risiko Transparansi Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Antisipasi Risiko Transparansi Pajak

JAKARTA, DDTCNews —Studi Profesionalisme Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ( SPA FEB UI) menyelenggarakan acara seminar pajak di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (13/4). Seminar ini menjadi awal pembuka dari rangkaian kegiatan The 17th Tax Seminar and Training (The 17th TST).

Dengan mengangkat tema ‘International Tax Planning in Indonesia in the Era of Transparency’, seminar ini diharapkan dapat berkontribusi positif bagi para peserta guna mengambil strategi yang tepat dalam menyambut era transparansi pajak di 2018. Pembicara yang hadir antara lain praktisi pajak Danny Septriadi, B. Bawono Kristiaji, Prianto Budi dan Roy David.

Danny dan Kristiaji, keduanya dari DDTC, menjelaskan mengenai bagaimana perencanaan pajak internasional pasca-base erosion and profit shifting (BEPS). “Dengan adanya aksi BEPS, ke depan akan ada tantangan baru bagi dunia bisnis internasional maupun kebijakan pajak di Indonesia,” kata Kristiaji.

Baca Juga: Tulis Soal Evolusi CFC Rules, Brian Arnold Raih Penghargaan dari IBFD

Prianto Budi menyinggung persoalan tax amnesty. Dia menyatakan, pemerintah harus cermat dalam menerapkan kebijakan tax amnesty. “Jangan sampai karena ada kebutuhan untuk menaikkan penerimaan, lantas pemerintah melupakan masalah krusial lain, yaitu menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi semua wajib pajak,” katanya.

Adapun, Roy David dalam paparannya menjelaskan mengenai pencegahan dan penyelesaian sengketa transfer pricing. "Wajib pajak maupun pemerintah perlu menetapkan strategi yang tepat dalam mengantisipasi terjadinya sengketa transfer pricing, apalagi ke depan informasi pajak mulai terbuka," tuturnya.

Acara seminar diakhiri dengan diskusi yang membahas lebih dalam tentang proses perumusan kebijakan di Indonesia setelah adanya aksi BEPS. Pada sesi ini, para pembicara berkumpul dan membahas kemungkinan risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menanggapi ke 15 aksi BEPS dan automatic exchange of information (AEoI).

Baca Juga: Perlukah Inclusive Framework dalam Implementasi BEPS?

Peserta seminar berasal dari berbagai praktisi, akademisi, maupun mahasiswa. SPA FEB UI juga bekerja sama dengan Ikantan Akuntan Indonesia (IAI) dan juga Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) guna terselenggaranya acara seminar ini. (Amu)

Topik : seminar pajak, feb ui, transparansi pajak, BEPS
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 17 Januari 2020 | 10:36 WIB
PERJANJIAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA
Selasa, 31 Desember 2019 | 09:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 30 Desember 2019 | 19:38 WIB
PERPRES 77/2019
Senin, 30 Desember 2019 | 18:25 WIB
PERPRES 77/2019
berita pilihan
Senin, 25 Mei 2020 | 14:33 WIB
PENGADILAN PAJAK (12)
Senin, 25 Mei 2020 | 13:52 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 25 Mei 2020 | 13:12 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 25 Mei 2020 | 12:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 11:38 WIB
PELAYANAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 11:00 WIB
TIPS PAJAK UMKM
Senin, 25 Mei 2020 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK