Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

62 Ribu Koperasi di Indonesia Mati Suri

0
0

JAKARTA, DDTCNews — Potret keberlangsungan koperasi di Indonesia tampaknya cukup memprihatinkan. Dari 212 ribu koperasi di Indonesia hanya sekitar 70,7% atau 150 ribu yang masih aktif beroperasi. Artinya, sebanyak 62 ribu koperasi tercatat tidak aktif alias mati suri.

Presiden Joko Widodo meminta seluruh koperasi di Indonesia berbenah diri guna menghadapi persaingan dan tantangan bisnis yang semakin ketat. Presiden menyarankan koperasi berinisiatif membentuk kelompok usaha yang saling terhubung.

“Negara yang skalanya besar saja bergabung. Misalnya saja seperti Uni Eropa, TPP, RCEP, dan ASEAN. Kalau negara saja bergabung, lalu koperasi yang skalanya kecil tidak bergabung, akan jadi apa kita?” kata Presiden saat mengisi acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-69 Tahun di halaman Kantor Gubernur Jambi, Kamis (21/7) siang.

Baca Juga: Pidato Lengkap Jokowi dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2020

Nantinya kelompok usaha koperasi akan lebih mudah mengajukan pembiayaan perbankan. Besarnya pinjaman yang bisa diperoleh juga akan lebih besar, karena pihak bank akan memperlakukannya sama seperti korporasi.

Presiden mengingatkan ke depan koperasi harus bisa menyiasati perkembangan era digital, terutama untuk bersaing dengan online store yang saat ini sedang menjamur, bahkan pertumbuhannya yang pesat mulai mengancam produktivitas toko konvensional.

“Sekarang orang tidak lagi jualan di mal. Persaingan sudah tidak lagi antar usaha dalam negeri tapi juga luar negeri. Itu akan menjadi malapetaka kalau kita tidak bisa beradaptasi dengan cepat,” ujar Presiden seperti dikutip Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Baca Juga: Ini Pidato Lengkap Presiden Jokowi di Parlemen

Presiden berharap para pelaku usaha bergotong-royong menghadapi persaingan global sesuai dengan prinsip ekonomi nasional.

Seperti diketahui, turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR Oesman Sapta odang, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkominfo Rudiantara dan Menteri BUMN Rini Soemarno. (Bsi)

Baca Juga: Presiden Jokowi: Persaingan Makin Tajam & Perang Dagang Makin Memanas

“Negara yang skalanya besar saja bergabung. Misalnya saja seperti Uni Eropa, TPP, RCEP, dan ASEAN. Kalau negara saja bergabung, lalu koperasi yang skalanya kecil tidak bergabung, akan jadi apa kita?” kata Presiden saat mengisi acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-69 Tahun di halaman Kantor Gubernur Jambi, Kamis (21/7) siang.

Baca Juga: Pidato Lengkap Jokowi dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2020

Nantinya kelompok usaha koperasi akan lebih mudah mengajukan pembiayaan perbankan. Besarnya pinjaman yang bisa diperoleh juga akan lebih besar, karena pihak bank akan memperlakukannya sama seperti korporasi.

Presiden mengingatkan ke depan koperasi harus bisa menyiasati perkembangan era digital, terutama untuk bersaing dengan online store yang saat ini sedang menjamur, bahkan pertumbuhannya yang pesat mulai mengancam produktivitas toko konvensional.

“Sekarang orang tidak lagi jualan di mal. Persaingan sudah tidak lagi antar usaha dalam negeri tapi juga luar negeri. Itu akan menjadi malapetaka kalau kita tidak bisa beradaptasi dengan cepat,” ujar Presiden seperti dikutip Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Baca Juga: Ini Pidato Lengkap Presiden Jokowi di Parlemen

Presiden berharap para pelaku usaha bergotong-royong menghadapi persaingan global sesuai dengan prinsip ekonomi nasional.

Seperti diketahui, turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR Oesman Sapta odang, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkominfo Rudiantara dan Menteri BUMN Rini Soemarno. (Bsi)

Baca Juga: Presiden Jokowi: Persaingan Makin Tajam & Perang Dagang Makin Memanas
Topik : koperasi mati suri, ekonomi makro, jokowi
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 13 September 2016 | 14:15 WIB
KINERJA BUMN
Senin, 03 Juli 2017 | 10:30 WIB
STRATEGI MAKRO
Minggu, 31 Juli 2016 | 12:19 WIB
FASILITAS IMPOR
Selasa, 18 April 2017 | 17:49 WIB
KETENTUAN PP 18 TAHUN 2015
Senin, 08 Mei 2017 | 16:57 WIB
KEUANGAN PUBLIK
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:29 WIB
DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 13 September 2016 | 13:01 WIB
SHORTFALL PAJAK