Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Sri Mulyani Siap Hadapi Badai Ekonomi

0
0

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani yang baru saja dilantik kemarin, Rabu (27/7) memaparkan sejumlah aspek ekonomi yang akan menjadi fokus perbaikan melalui semua instrumen pemerintah yang ada.

Sri Mulyani menyatakan akan mengakselerasi kegiatan ekonomi nasional guna menahan guncangan dan tekanan global yang tidak menentu saat ini. Dirinya akan terus memperkuat ekonomi dengan melihat berbagai sisi baik dari masyarakat, private sector, maupun tata kelola pemerintahan.

“Saya rasa itu pesan paling penting yang akan saya perhatikan dalam melihat seluruh aspek APBN dan kegiatan anggaran, serta kebijakan fiskal yang sudah ditetapkan maupun akan ditetapkan,” ujarnya seperti dikutip laman resmi Sekretariat Kabinet, Kamis, (28/7).

Baca Juga: Respons Digitalisasi, Koordinasi Perpajakan Internasional Diperkuat

Dalam waktu dekat, Sri Mulyani akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi guna kepentingan seluruh proses Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, kebijakan fiskal tidak bisa berdiri sendiri secara eksklusif tapi merupakan bagian dari kebijakan ekonomi umumnya.Dia akan mempelajari struktur anggaran dan program yang sudah disusun Menteri Keuangan sebelumnya yakni Bambang Brodjonegoro.

Sebagai informasi, kehadiran kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan disambut positif oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali pelaku bisnis yang mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang menarik kembali Sri Mulyani untuk pulang kampung.

Baca Juga: Ini Syarat Ekonomi Bisa Tumbuh di Atas 5% Versi Sri Mulyani

Para pelaku usaha berharap Sri Mulyani bisa membawa angin segar dengan memacu perekonomian nasional ke arah yang lebih baik. Selain itu, Menkeu baru ini juga menyampaikan harapannya kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sesuai dilantik.

“Saya berharap Kemenkeu bisa terus menjadi contoh teladan bagi kinerja birokrasi di Indonesia, yaitu birokrasi yang tidak mempersulit, birokrasi yang punya semangat melayani, birokrasi yang transparan, akuntabel dan professional,” jelas Sri Mulyani.

Menurutnya, Kemenkeu sendiri telah memiliki nilai-nilai tersebut, sehingga tugasnya kini adalah untuk menyuburkan nilai-nilat tersebut. “Saya mohon dukungannya dari bapak ibu sekalian,” ungkapnya.

Baca Juga: Ini Harapan Sri Mulyani untuk Presiden Bank Dunia Terpilih

Sebagai informasi, Sri Mulyani sebelumnya pernah menjadi Menteri Keuangan pada tahun 2005-2010. Pada 2010, ia bergabung dengan Bank Dunia sebagai Direktur Pelaksana. (Amu)  

“Saya rasa itu pesan paling penting yang akan saya perhatikan dalam melihat seluruh aspek APBN dan kegiatan anggaran, serta kebijakan fiskal yang sudah ditetapkan maupun akan ditetapkan,” ujarnya seperti dikutip laman resmi Sekretariat Kabinet, Kamis, (28/7).

Baca Juga: Respons Digitalisasi, Koordinasi Perpajakan Internasional Diperkuat

Dalam waktu dekat, Sri Mulyani akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi guna kepentingan seluruh proses Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, kebijakan fiskal tidak bisa berdiri sendiri secara eksklusif tapi merupakan bagian dari kebijakan ekonomi umumnya.Dia akan mempelajari struktur anggaran dan program yang sudah disusun Menteri Keuangan sebelumnya yakni Bambang Brodjonegoro.

Sebagai informasi, kehadiran kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan disambut positif oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali pelaku bisnis yang mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang menarik kembali Sri Mulyani untuk pulang kampung.

Baca Juga: Ini Syarat Ekonomi Bisa Tumbuh di Atas 5% Versi Sri Mulyani

Para pelaku usaha berharap Sri Mulyani bisa membawa angin segar dengan memacu perekonomian nasional ke arah yang lebih baik. Selain itu, Menkeu baru ini juga menyampaikan harapannya kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sesuai dilantik.

“Saya berharap Kemenkeu bisa terus menjadi contoh teladan bagi kinerja birokrasi di Indonesia, yaitu birokrasi yang tidak mempersulit, birokrasi yang punya semangat melayani, birokrasi yang transparan, akuntabel dan professional,” jelas Sri Mulyani.

Menurutnya, Kemenkeu sendiri telah memiliki nilai-nilai tersebut, sehingga tugasnya kini adalah untuk menyuburkan nilai-nilat tersebut. “Saya mohon dukungannya dari bapak ibu sekalian,” ungkapnya.

Baca Juga: Ini Harapan Sri Mulyani untuk Presiden Bank Dunia Terpilih

Sebagai informasi, Sri Mulyani sebelumnya pernah menjadi Menteri Keuangan pada tahun 2005-2010. Pada 2010, ia bergabung dengan Bank Dunia sebagai Direktur Pelaksana. (Amu)  

Topik : sri mulyani, reshuffle kabinet, ekonomi indonesia
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 13 September 2016 | 14:15 WIB
KINERJA BUMN
Senin, 03 Juli 2017 | 10:30 WIB
STRATEGI MAKRO
Minggu, 31 Juli 2016 | 12:19 WIB
FASILITAS IMPOR
Selasa, 18 April 2017 | 17:49 WIB
KETENTUAN PP 18 TAHUN 2015
Senin, 08 Mei 2017 | 16:57 WIB
KEUANGAN PUBLIK
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:29 WIB
DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 13 September 2016 | 13:01 WIB
SHORTFALL PAJAK