Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 04 Desember 2020 | 18:15 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Jum'at, 04 Desember 2020 | 16:10 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SULAWESI TENGAH
Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & alat
Jum'at, 04 Desember 2020 | 18:00 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Komunitas
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Reportase
Glosarium

Setelah Capai Rekor Tertinggi, Cadangan Devisa Kembali Turun

A+
A-
1
A+
A-
1
Setelah Capai Rekor Tertinggi, Cadangan Devisa Kembali Turun

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2020 senilai US$135,2 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan cadangan devisa tersebut menurun dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2020 yang senilai US$137,0 miliar. Meski demikian, dia menilai posisi cadangan devisa akhir September 2020 masih baik.

"Tetap tinggi meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2020 sebesar US$137,0 miliar," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga: BI: Stimulus Moneter Berlanjut hingga 2021

Onny mengatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan devisa tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Penurunan cadangan devisa pada akhir September 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.

Baca Juga: Bank Indonesia Sebut 6 Subsektor Usaha Ini Masih Perlu Insentif Pajak

"[Hal ini] seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," ujarnya.

Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2020 yang senilai US$137,0 miliar merupakan rekor angka cadangan devisa yang tertinggi. Catatan itu menembus angka cadangan devisa tertinggi sebelumnya senilai Rp135,1 triliun pada akhir Juli 2020. (kaw)

Baca Juga: Di Tengah Resesi, Neraca Transaksi Berjalan Malah Surplus
Topik : cadangan devisa, Bank Indonesia, moneter
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 09 September 2020 | 15:40 WIB
SURVEI BANK INDONESIA
Selasa, 08 September 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KEYAKINAN KONSUMEN
Senin, 07 September 2020 | 11:35 WIB
KEBIJAKAN MONETER
Rabu, 02 September 2020 | 17:21 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Sabtu, 05 Desember 2020 | 16:01 WIB
JEPANG
Sabtu, 05 Desember 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN PATI
Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 05 Desember 2020 | 13:01 WIB
RUU PELAPORAN KEUANGAN
Sabtu, 05 Desember 2020 | 11:01 WIB
FILIPINA
Sabtu, 05 Desember 2020 | 09:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 05 Desember 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:01 WIB
KEBIJAKAN EKSPOR
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 05 Desember 2020 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK