Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Setelah Brexit, Cayman Masuk ke Blacklist Surga Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Setelah Brexit, Cayman Masuk ke Blacklist Surga Pajak

Ilustrasi

BRUSSELS, DDTCNews—Uni Eropa akan segera memasukkan Kepulauan Cayman, sebuah wilayah luar negeri Inggris, dalam daftar hitam (blacklist) negara surga pajak. Rencana itu mencuat kurang dari dua pekan setelah Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Rancangan mandat negosiasi Uni Eropa menginginkan Inggris tetap mempertahankan standar pajak yang tinggi ketika periode transisi berakhir 2020. Adapun Cayman, dianggap gagal memberlakukan undang-undang pajak yang sesuai dengan standar Brussels.

“Ini juga untuk memastikan Inggris menerapkan standar umum yang berlaku di Uni Eropa, termasuk dalam usaha melawan praktik penghindaran pajak dari lembaga kredit dan perusahaan investasi,” demikian bunyi rancangan mandat tersebut, seperti dikutip Kamis (13/2/2020).

Baca Juga: Data Finansial Makin Transparan, Indonesia Peringkat Berapa?

Di masa lalu, Inggris aktif melobi Uni Eropa untuk melindungi Kepulauan Cayman. Sementara pada pertemuan Rabu (12/2/2020), para duta besar Uni Eropa menilai pulau-pulau di Laut Karibia bagian barat, termasuk Cayman, tidak proaktif bekerja sama dengan Brussels dalam transparansi keuangan.

Sikap Uni Eropa melakukan blacklist tersebut juga untuk menekan kerugian sekitar £506 miliar, karena upaya penghindaran pajak agresif di negara surga pajak setiap tahun. Uni Eropa telah mengawasi dan menempatkan Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Inggris pada ‘daftar abu-abu’ sejak 2018.

Menteri Keuangan 27 negara Uni Eropa diperkirakan akan menandatangani keputusan itu pekan depan. Kepulauan Cayman akan bergabung dengan Belize, Fiji, Oman, Samoa, Trinidad dan Tobago, Vanuatu, Samoa, Guam, serta Kepulauan Virgin, dalam daftar tidak kooperatif versi Uni Eropa.

Baca Juga: Negara Paling Aman Simpan Aset di Dunia: Cayman dan AS Salip Swiss

Tahun lalu, Tax Justice Network menilai Inggris dan ‘jaringan surga pajaknya’ sebagai negara penghasil penghindaran pajak perusahaan terbesar dunia. Indeks surga pajak perusahaan juga menaruh Inggris dan wilayah sekitarnya pada posisi 4 dari 10 negara paling banyak melakukan penghindaran pajak.

Inggris sendiri, seperti dilansir www.theguardian.com, akan tetap berada di bawah peraturan Uni Eropa selama periode transisi, hingga akhir tahun ini.

Setelah transisi selesai, Uni Eropa menginginkan perjanjian dengan Inggris untuk mempertahankan standar ‘pertukaran informasi pendapatan, akun keuangan, putusan pajak, laporan negara-demi-negara, kepemilikan menguntungkan dan potensi pengaturan perencanaan pajak lintas batas’. (Bsi)

Baca Juga: Peta Kekayaan 'Tersembunyi' Negara-negara Surga Pajak

“Ini juga untuk memastikan Inggris menerapkan standar umum yang berlaku di Uni Eropa, termasuk dalam usaha melawan praktik penghindaran pajak dari lembaga kredit dan perusahaan investasi,” demikian bunyi rancangan mandat tersebut, seperti dikutip Kamis (13/2/2020).

Baca Juga: Data Finansial Makin Transparan, Indonesia Peringkat Berapa?

Di masa lalu, Inggris aktif melobi Uni Eropa untuk melindungi Kepulauan Cayman. Sementara pada pertemuan Rabu (12/2/2020), para duta besar Uni Eropa menilai pulau-pulau di Laut Karibia bagian barat, termasuk Cayman, tidak proaktif bekerja sama dengan Brussels dalam transparansi keuangan.

Sikap Uni Eropa melakukan blacklist tersebut juga untuk menekan kerugian sekitar £506 miliar, karena upaya penghindaran pajak agresif di negara surga pajak setiap tahun. Uni Eropa telah mengawasi dan menempatkan Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Inggris pada ‘daftar abu-abu’ sejak 2018.

Menteri Keuangan 27 negara Uni Eropa diperkirakan akan menandatangani keputusan itu pekan depan. Kepulauan Cayman akan bergabung dengan Belize, Fiji, Oman, Samoa, Trinidad dan Tobago, Vanuatu, Samoa, Guam, serta Kepulauan Virgin, dalam daftar tidak kooperatif versi Uni Eropa.

Baca Juga: Negara Paling Aman Simpan Aset di Dunia: Cayman dan AS Salip Swiss

Tahun lalu, Tax Justice Network menilai Inggris dan ‘jaringan surga pajaknya’ sebagai negara penghasil penghindaran pajak perusahaan terbesar dunia. Indeks surga pajak perusahaan juga menaruh Inggris dan wilayah sekitarnya pada posisi 4 dari 10 negara paling banyak melakukan penghindaran pajak.

Inggris sendiri, seperti dilansir www.theguardian.com, akan tetap berada di bawah peraturan Uni Eropa selama periode transisi, hingga akhir tahun ini.

Setelah transisi selesai, Uni Eropa menginginkan perjanjian dengan Inggris untuk mempertahankan standar ‘pertukaran informasi pendapatan, akun keuangan, putusan pajak, laporan negara-demi-negara, kepemilikan menguntungkan dan potensi pengaturan perencanaan pajak lintas batas’. (Bsi)

Baca Juga: Peta Kekayaan 'Tersembunyi' Negara-negara Surga Pajak
Topik : Cayman, tax haven, surga pajak, uni eropa
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 29 November 2019 | 17:30 WIB
UNI EROPA
Senin, 02 Desember 2019 | 10:37 WIB
MOLDOVA
Selasa, 22 Oktober 2019 | 16:38 WIB
ESTONIA
berita pilihan
Jum'at, 21 Februari 2020 | 21:00 WIB
DAMPAK VIRUS CORONA
Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:12 WIB
PMK 11/2020
Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:11 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:40 WIB
BARANG KENA CUKAI
Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:16 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:05 WIB
KABUPATEN CIREBON
Jum'at, 21 Februari 2020 | 17:39 WIB
BARANG KENA CUKAI
Jum'at, 21 Februari 2020 | 17:11 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:23 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:20 WIB
JEPANG