Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sambut Positif Hasil Hitung Cepat Pilpres, Rupiah Menguat

1
1

Joko Widodo dan Prabowo Subianto. 

JAKARTA, DDTCNews – Pasar menyambut positif hasil hitung cepat pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Dalam hitung cepat mayoritas lembaga survei, kubu petahana Joko Widodo—Ma’ruf Amin lebih unggul dibandingkan pasangan Prabowo Subianto—Sandiaga S. Uno.

Kepala Riset Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan hasil Pilpres kali ini sudah masuk penghitungan pelaku pasar. Hal tersebut dibuktikan dengan posisi rupiah yang menguat pada Kamis (18/4/2019) pagi ini.

“Kemenangan ini sudah difaktorkan oleh pasar. Pasar akan merespons positif kemenangan ini walaupun hanya temporer,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (18/4/2019).

Baca Juga: Rupiah Kembali Perkasa

Kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini dipatok di level Rp14.016 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,35% dari posisi pada Selasa (16/4/2019) senilai Rp14.066 per dolar AS. Di pasar spot, rupiah dibuka menguat 0,58% dari penutupan perdagangan sebelumnya menjadi Rp14.003 per dolar AS.

Lana menilai sentiment positif berupa penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang. Menurutnya, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh berjalan baiknya pemilihan umum tahun ini.

Menurut dia, dalam jangka menengah, nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran Rp13.950 hingga Rp.14.000 per dolar AS. Sentimen positif di dalam negeri menjadi faktor yang menjadi penggerak utama penguatan rupiah.

Baca Juga: Penguatan Rupiah Berlanjut

“Dari dalam negeri terdapat sentimen positif hasil quick count PIlpres yang bisa membuat rupiah menguat cukup signifikan.” tuturnya.

Dengan kemenangan petahana, sambungnya, pasar melihat tidak akan ada perubahan signifikan dari perencanaan ekonomi dalam lima tahun ke depan. Dengan demikian, tidak ada ekspektasi yang berlebihan dari pelaku pasar atas kebijakan pemerintah periode 2019—2024.

“Fokus kebijakan tidak lagi berat pada pembangunan infrastruktur. Pada masa kampanye dijanjikan akan ada insentif pra-kerja yang bertujuan untuk memberi kesempatan pengangguran mendapatkan pelatihan kerja. Bantuan sosial juga diperbesar untuk kartu Indonesia pintar untuk kuliah,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Wah, Rupiah Lanjutkan Penguatan Terhadap Dolar AS

“Kemenangan ini sudah difaktorkan oleh pasar. Pasar akan merespons positif kemenangan ini walaupun hanya temporer,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (18/4/2019).

Baca Juga: Rupiah Kembali Perkasa

Kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini dipatok di level Rp14.016 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,35% dari posisi pada Selasa (16/4/2019) senilai Rp14.066 per dolar AS. Di pasar spot, rupiah dibuka menguat 0,58% dari penutupan perdagangan sebelumnya menjadi Rp14.003 per dolar AS.

Lana menilai sentiment positif berupa penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang. Menurutnya, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh berjalan baiknya pemilihan umum tahun ini.

Menurut dia, dalam jangka menengah, nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran Rp13.950 hingga Rp.14.000 per dolar AS. Sentimen positif di dalam negeri menjadi faktor yang menjadi penggerak utama penguatan rupiah.

Baca Juga: Penguatan Rupiah Berlanjut

“Dari dalam negeri terdapat sentimen positif hasil quick count PIlpres yang bisa membuat rupiah menguat cukup signifikan.” tuturnya.

Dengan kemenangan petahana, sambungnya, pasar melihat tidak akan ada perubahan signifikan dari perencanaan ekonomi dalam lima tahun ke depan. Dengan demikian, tidak ada ekspektasi yang berlebihan dari pelaku pasar atas kebijakan pemerintah periode 2019—2024.

“Fokus kebijakan tidak lagi berat pada pembangunan infrastruktur. Pada masa kampanye dijanjikan akan ada insentif pra-kerja yang bertujuan untuk memberi kesempatan pengangguran mendapatkan pelatihan kerja. Bantuan sosial juga diperbesar untuk kartu Indonesia pintar untuk kuliah,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Wah, Rupiah Lanjutkan Penguatan Terhadap Dolar AS
Topik : rupiah, Pilpres 2019, Pemilu 2019
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 16 Februari 2017 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI