Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Pertumbuhan Ekonomi Q-II Jerman Melambat

0
0

BERLIN, DDTCNews – Pemerintah Jerman memperkirakan pertumbuha ekonominya akan melambat di kuartal II (Q-II) setelah melesat kuat pada kuartal I di awal tahun ini. Pemerintah mengharapkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai setidaknya 1,7% di 2016, angka ini sama dengan pencapaian di 2015.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schauble menjelaskan perlu ada stimulasi untuk mendorong permintaan domestik guna menguatkan pertumbuhan ekonomi. Meski  pertumbuhan ekonomi setelah kuartal pertama masih lambat, pemerintahnya masih positif periode Maret-Juni akan membaik.

“Pertumbuhan ekonomi Jerman memiliki permulaan yang baik ketika memasuki kuartal II,” ujar Menteri Keuangan Jerman dalam laporan bulanannya.

Baca Juga: Tax Havens, Mesin Global Pelanggaran HAM Internasional

Pertumbuhan ekonomi Eropa mengalami kenaikansebesar 0,7% di Januari sampai dengan Maret. Pertumbuhan ini terbesar sepanjang dua tahun ke belakang dalam periode yang sama. Kenaikan ini adalah dampak dari meningkatnya konsumsi swasta, investasi konstruksi yang lebih tinggi dan pengeluaran negara dalam menyeimbangkan perdagangan asing.

Wolfgang menambahkan dalam pernyataaannya, terdapat beberapa indikator yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, di antaranya jumlah lapangan kerja, kenaikan upah, dan tingkat suku bunga rendah untuk mendorong daya beli konsumen.

“Dengan pertumbuhan sebesar 0,7% di kuartal I, Jerman sudah termasuk baik untuk ukuran negara Uni Eropa. Investasi yang kuat dan output industri yang sehat, mengindikasikan bahwa pertumbuhan Jerman mengalami kemajuan,” tambahnya.

Baca Juga: OECD Rilis Catatan Kebijakan Pajak Ekonomi Digital

Menurutnya, permintaan ekspor terus mengalami kenaikan, karena banyaknya permintaan dari negara-negara Uni Eropa yang menutupi lemahnya permintaan ekspor dari negara berkembang, seperti China, Brazil dan Rusia. “Meski demikian, risiko yang berkaitan dengan perdagangan masih ada, khususnya yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang hingga kini masih lemah,” ujarnya seperti dilansir  Arab News.

Secara terpisah, Presiden Bank Sentral Jerman ‘Deutsche Bundesbank’ menerangkan sentiment positif dari masyarakat setelah melemahnya pertumbuhan di kuartal kedua, memberi harapan akan memulihkan pertumbuhan ekonomi dalam sisa 6 bulan ke depan. (Amu)

Baca Juga: Duh, Perjuangan Keluar dari Middle Income Trap Masih Berat

“Pertumbuhan ekonomi Jerman memiliki permulaan yang baik ketika memasuki kuartal II,” ujar Menteri Keuangan Jerman dalam laporan bulanannya.

Baca Juga: Tax Havens, Mesin Global Pelanggaran HAM Internasional

Pertumbuhan ekonomi Eropa mengalami kenaikansebesar 0,7% di Januari sampai dengan Maret. Pertumbuhan ini terbesar sepanjang dua tahun ke belakang dalam periode yang sama. Kenaikan ini adalah dampak dari meningkatnya konsumsi swasta, investasi konstruksi yang lebih tinggi dan pengeluaran negara dalam menyeimbangkan perdagangan asing.

Wolfgang menambahkan dalam pernyataaannya, terdapat beberapa indikator yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, di antaranya jumlah lapangan kerja, kenaikan upah, dan tingkat suku bunga rendah untuk mendorong daya beli konsumen.

“Dengan pertumbuhan sebesar 0,7% di kuartal I, Jerman sudah termasuk baik untuk ukuran negara Uni Eropa. Investasi yang kuat dan output industri yang sehat, mengindikasikan bahwa pertumbuhan Jerman mengalami kemajuan,” tambahnya.

Baca Juga: OECD Rilis Catatan Kebijakan Pajak Ekonomi Digital

Menurutnya, permintaan ekspor terus mengalami kenaikan, karena banyaknya permintaan dari negara-negara Uni Eropa yang menutupi lemahnya permintaan ekspor dari negara berkembang, seperti China, Brazil dan Rusia. “Meski demikian, risiko yang berkaitan dengan perdagangan masih ada, khususnya yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang hingga kini masih lemah,” ujarnya seperti dilansir  Arab News.

Secara terpisah, Presiden Bank Sentral Jerman ‘Deutsche Bundesbank’ menerangkan sentiment positif dari masyarakat setelah melemahnya pertumbuhan di kuartal kedua, memberi harapan akan memulihkan pertumbuhan ekonomi dalam sisa 6 bulan ke depan. (Amu)

Baca Juga: Duh, Perjuangan Keluar dari Middle Income Trap Masih Berat
Topik : berita pajak internasional, pajak internasional, jerman, pertumbuhan ekonomi
artikel terkait
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:33 WIB
INGGRIS
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:26 WIB
INGGRIS
Rabu, 22 Juni 2016 | 10:18 WIB
SPANYOL
Kamis, 23 Juni 2016 | 10:06 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 11 Desember 2017 | 17:27 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Minggu, 13 November 2016 | 12:50 WIB
KANADA
Senin, 14 November 2016 | 09:09 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 21 September 2016 | 15:40 WIB
BELANDA
Senin, 14 November 2016 | 11:59 WIB
SWEDIA
Jum'at, 31 Maret 2017 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Senin, 14 November 2016 | 15:03 WIB
INDIA
Selasa, 15 November 2016 | 11:40 WIB
AFRIKA SELATAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 12:01 WIB
PRANCIS
Senin, 24 Oktober 2016 | 12:30 WIB
VIETNAM