Review
Rabu, 21 April 2021 | 15:36 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 09:49 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 11:54 WIB
ANALISIS PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 09:24 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 April 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 21 APRIL - 27 APRIL 2021
Kamis, 15 April 2021 | 15:25 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 14 April 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 14 APRIL - 20 APRIL 2021
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pekan Depan, MK Gelar Sidang Uji Formil UU Cipta Kerja

A+
A-
3
A+
A-
3
Pekan Depan, MK Gelar Sidang Uji Formil UU Cipta Kerja

Gedung Mahkamah Konstitusi. (foto: Antara)

JAKARTA, DDTCNews – Mahkamah Konstitusi (MK) akan menyelenggarakan sidang pengujian formil atas UU Cipta Kerja pada Kamis pekan depan (12/11/2020).

Berdasarkan jadwal sidang, pengujian formil UU Cipta Kerja dengan nomor perkara No. 91/PUU-XVIII/2020 dan pengujian formil sekaligus materiil atas UU Cipta Kerja dengan nomor perkara No. 95/PUU-XVIII/2020 digelar 12 November 2020 pukul 14.00 WIB.

Untuk nomor perkara No. 91/PUU-XVIII/2020, pemohon menilai UU Cipta Kerja telah melanggar asas kejelasan tujuan, kesesuaian antarjenis, hierarki dan materi buatan, kejelasan rumusan, serta asas keterbukaan.

Baca Juga: Hipmi Ungkap 5 Kelemahan Pengusaha Muda di Bidang Perpajakan

Untuk diketahui, para pemohon dalam nomor perkara No. 91/PUU-XVIII/2020 tersebut antara lain Hakiimi Irawan Bangkid Pamungkas, Novita Widyana, Elin Dian Sulistiyowati, Alin Septiana, dan Ali Sujito.

"Pembentukan UU Cipta Kerja yang tidak memenuhi ketentuan pembentukan undang-undang ... melanggar Pasal 20 ayat (2) UUD 1945 dan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik sebagaimana diatur dalam Pasal 5 huruf c, huruf f, dan huruf g UU P3 [UU No. 12/2011] sebagai undang-undang yang dibentuk atas amanat Pasal 22A UUD 1945," bunyi dokumen permohonan Hakiimi, dikutip Kamis (5/11/2020).

Dalam dokumen tersebut, Hakiimi menilai perubahan jumlah halaman UU Cipta Kerja dari 905 halaman menjadi 1.035 halaman, lalu berkurang menjadi 812 halaman serta perubahan substansi yang tertuang pada UU tersebut juga melanggar Pasal 20 ayat (4) UUD 1945.

Baca Juga: Berbagai Insentif Pajak Sudah Diberikan, DJP Minta Ini ke Pelaku Usaha

Untuk nomor perkara No. 95/PUU-XVIII/2020, Zakarias Horota selaku pemohon uji formil menilai pembentukan UU Cipta Kerja mengabaikan prinsip dasar yang tertuang dalam Pasal 5 UU No. 12/2011 yaitu asas keterbukaan.

"Tidak terpenuhinya asas keterbukaan ini dapat dilihat dari keputusan revisi yang diambil secara tiba-tiba serta pembahasan yang dilakukan secara tertutup dan dalam waktu yang sangat terbatas," bunyi dokumen permohonan Zakarias.

Selain pengujian formil, Zakarias bersama Agustinus R. Kambuaya dan Elias Patege juga mengajukan permohonan uji materiil atas ketentuan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan sektor pendidikan pada UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Mantan Dirjen Pajak: Konsep SIN Sudah Ada Sejak Era Soekarno

Menurut pemohon, UU Cipta Kerja dinilai mengurangi partisipasi publik dalam proses penyusunan Amdal serta mendiskriminasi kesempatan pendidikan. (rig)

Topik : uu cipta kerja, uji formil, uji materiil, mahkamah konstitusi, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Muhammad Faiz Nur Abshar

Kamis, 05 November 2020 | 12:04 WIB
Semoga uji formil yg dilakukan dapat menghasilkan keputusan yg sebenar-benarnya sesuai dengan konstitusi
1
artikel terkait
Senin, 19 April 2021 | 17:25 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 19 April 2021 | 14:30 WIB
FILIPINA
berita pilihan
Rabu, 21 April 2021 | 19:30 WIB
KABUPATEN KARANGASEM
Rabu, 21 April 2021 | 18:37 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 April 2021 | 17:56 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 April 2021 | 17:40 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 21 April 2021 | 17:30 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 21 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 21 April 2021 | 16:48 WIB
PENANAMAN MODAL
Rabu, 21 April 2021 | 16:45 WIB
SINGLE IDENTITY NUMBER
Rabu, 21 April 2021 | 16:25 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 April 2021 | 16:06 WIB
KERJA SAMA PERPAJAKAN