Berita
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Review
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Komunitas
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

Ini Sebab Insentif Pajak di Italia Menyasar Warga Kelas Menengah

A+
A-
0
A+
A-
0
Ini Sebab Insentif Pajak di Italia Menyasar Warga Kelas Menengah

Ilustrasi. Seorang pria memakai kostum T-Rex berdiri di paddle board dalam cuaca panas di pantai Sferracavallo, menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Palermo, Italia. ANTARA FOTO/REUTERS/Guglielmo Mangiapane/hp/cfo

ROMA, DDTCNews - Pemerintah Italia akan menggunakan dana stimulus pemulihan ekonomi dari Uni Eropa untuk memberikan insentif pajak bagi masyarakat, terutama terhadap warga kelas menengah.

Dalam dokumen proposal penggunaan dana stimulus ekonomi, Pemerintah Italia berencana mereformasi sistem pajak secara komprehensif dengan tujuan menciptakan sistem pajak yang adil, sederhana dan transparan untuk semua warga negara.

"Pemerintah juga berencana menggunakan sebagian dana stimulus pemulihan ekonomi untuk memotong pajak bagi individu dengan penghasilan menengah dan sudah berkeluarga," tulis dokumen proposal kebijakan pemerintah, Selasa (29/9/2020).

Baca Juga: Kerja Sama Litbang? Biar Dapat Insentif, Harus Buat Proposal Bersama

Otoritas akan mengurangi beban pajak masyarakat berpenghasilan menengah dan sudah berkeluarga. Perubahan kebijakan ini dibuat selaras dengan UU Keluarga sebagai langkah antisipasi pemerintah karena struktur populasi yang mulai menua.

Selain itu, masyarakat kelas menengah akan diberikan kredit pajak yang lebih luas apabila memutuskan untuk berkeluarga. Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan subsidi sosial dan perumahan kepada keluarga kelas menengah.

Regulasi ketenagakerjaan juga akan dibuat ramah bagi orang tua yang bekerja. Pemerintah akan mendesain kebijakan khusus seperti jam kerja fleksibel, penambahan jumlah layanan penitipan anak, dan memberikan subsidi upah.

Baca Juga: Tekan Ekonomi Informal, Belasan Triliun Digelontorkan Hingga 2023

Untuk diketahui, setiap negara yang ingin mengakses dana dalam paket stimulus pemulihan ekonomi harus memenuhi syarat tertentu di antaranya adalah membuka proposal penggunaan anggaran pemulihan kepada Uni Eropa.

Italia menjadi negara yang membuka proposal kebijakan mereka untuk mendapatkan dana stimulus ekonomi. Negeri Pizza mendapatkan alokasi paling besar sekitar €209 miliar atau 28% dari total dana stimulus Uni Eropa sebesar €750 miliar.

Seperti dilansir Tax Notes International, proposal kebijakan Italia juga mendukung penuh tercapainya kesepakatan politik atas konsensus global pajak digital yang tengah dibahas oleh OECD.

Baca Juga: Mengulas Ekonomi Digital sebagai Lanskap Baru Perpajakan Internasional

Konsensus global pajak digital diharapkan mampu mengurangi kemungkinan perusahaan multinasional mengalihkan keuntungan ke negara atau yurisdiksi lain yang memiliki tarif pajak rendah.

Proposal kebijakan pemulihan ekonomi Italia ini juga melengkapi upaya pemerintah dalam menangani dampak Covid-19. Pada Mei 2020, pemerintah sudah meluncurkan paket stimulus sebesar €55 miliar yang merelaksasi kewajiban PPh badan entitas bisnis kecil.

Kemudian, insentif berlanjut dengan memberikan dosis tambahan sebesar €25 miliar yang memungkinkan wajib pajak menunda pembayaran pajak dengan cara mencicil tanpa dikenai bunga atau denda. (rig)

Baca Juga: Pajak Turis di Eropa Masih Berlaku Meski Pandemi Corona, Ini Alasannya

Topik : italia, insentif pajak, warga kelas menengah, pandemi corona, dana stimulus uni eropa, pajak interna
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 18:00 WIB
INGGRIS
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 11:03 WIB
PANDEMI COVID-19
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 10:40 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Rabu, 28 Oktober 2020 | 17:01 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:30 WIB
BAHAMA