Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Genjot Pajak Daerah, BPRD Diminta Gandeng BPN

A+
A-
0
A+
A-
0
Genjot Pajak Daerah, BPRD Diminta Gandeng BPN

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) agar menggandeng Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Hal ini dilakukan untuk mendorong penerimaan pajak daerah 2019.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menjelaskan sinergi dengan BPN akan mempermudah petugas pajak daerah untuk mengetahui data alamat wajib pajak lebih spesifik. Upaya ini untuk mengantisipasi terjadinya piutang pajak oleh wajib pajak.

“Hingga saat ini masih banyak wajib pajak yang belum menunaikan kewajiban pajaknya karena alamat tidak spesifik. Karenanya, kecocokan data alamat wajib pajak dan akurat menjadi hal yang penting bagi kami untuk menghindari piutang pajak daerah,” katanya, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga: Waduh! Ratusan Kendaraan Dinas Daerah Ini Ketahuan Tunggak Pajak

Menurutnya, penjalinan sinergi merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan saat ini. Pasalnya BPN tengah melakukan sertifikasi tanah dengan Program Satu Peta sehingga data alamat wajib pajak bisa diketahui lebih jelas dan benar ke depannya.

Di samping itu, BPRD pun telah merumuskan strategi agar penerimaan pajak 2019 sebesar Rp44,1 triliun bisa segera dicapai. Target tersebut tumbuh 17,5% atau setara Rp6 triliun dibanding target 2018 yang hanya Rp38,1 triliun.

Kepala BPRD DKI Jakarta Faisal Syafruddin menjelaskan strategi untuk mengejar target pajak 2019 direalisasikan dengan 5 program kerja tambahan. Program kerja ini sejatinya telah dilakukan sejak 2018 dan masih berlanjut hingga saat ini.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-276, Pemutihan Denda PBB Kembali Diberikan

“Kami sudah melakukan 5 strategi ini. Kini kami menerapkan kembali 5 strategi,” katanya.

Kelima strategi itu meliputi pertama, fiscal cadaster yang merupakan upaya untuk menghasilkan peta perpajakan daerah secara digital. Kedua, penegakan hukum (law enforcement). Ketiga, penerapan pelayanan pajak berbasis informasi teknologi yang direalisasikan dengan menjalin sinergi dengan perbankan.

Keempat, sosialisasi ke seluruh wilayah secara merata. Kelima, penerapan kebijakan penghapusan pajak (tax clearance) melalui sinergi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP). (kaw)

Baca Juga: UU HKPD Diharapkan Jadi Solusi Tumpang Tindih Objek Pajak Restoran

Topik : DKI Jakarta, pajak daerah, BPN

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 12 Mei 2022 | 09:30 WIB
KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Kawal Penggunaan Smart Tax di Hotel dan Restoran, Tim Khusus Dibentuk

Rabu, 11 Mei 2022 | 16:30 WIB
KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

Jangan Bandel! Pemda Buru Usaha Sarang Burung Walet Penunggak Pajak

Rabu, 11 Mei 2022 | 09:30 WIB
KABUPATEN TANGERANG

Masih Ada Kesempatan! Pemutihan PBB Diperpanjang Sampai Akhir Mei

Selasa, 10 Mei 2022 | 13:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jasa Perhotelan yang Kena dan Tidak Kena PPN

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir