Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ditjen Pajak Intensifkan Penyidikan

2
2

Ilustrasi gedung DJP.

JAKARTA, DDTCNews – Selain terus mengupayakan kepatuhan pajak secara sukarela, Ditjen Pajak (DJP) mengintensifkan upaya penegakan hukum secara berkeadilan.

Pada 2018, jumlah berkas hasil penyidikan yang telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P21) sebesar 105,83% dari target. Ada sebanyak 127 berkas P21 dan yang disetarakan. Vonis sudah dijatuhkan pengadilan terhadap 35 berkas. Jumlah kerugian pada pendapatan negara tercatat senilai Rp312 miliar dan denda pidana senilai Rp605 miliar.

“Tujuan akhir dari penegakan hukum itu adalah untuk memberikan efek jera dengan prinsip keadilan terhadap wajib pajak yang terindikasi melakukan kegiatan tindak pidana di bidang perpajakan,” tegas DJP dalam laman resminya, seperti dikutip pada Senin (17/6/2019).

Baca Juga: Geber Audit GST, Iras Raup Rp1,8 Triliun

Dua kasus tindak pidana perpajakan yang diputuskan setelah libur Lebaran, sambung DJP, menunjukkan komitmen otoritas untuk melakukan upaya penegakan hukum seperti yang tertuang dalam Rencana Strategis DJP 2015—2019. Salah satu kegiatan penting dalam proses penegakan hukum selain pemeriksaan dan penagihan adalah proses penyidikan.

Adapun proses penyidikan dilakukan terhadap wajib pajak yang terindikasi melakukan tindak pidana perpajakan. Penyidikan dijalankan untuk mencari dan mengumpulkan bukti. Bukti tersebut akan membuat jelas tindak pidana perpajakan yang terjadi dan menemukan tersangka.

DJP mengaku terus meningkatkan intensitas penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hal tersebut sebagai penyidikan tindak pidana dengan pidana asalnya (predicate crime) berasal dari tindak pidana perpajakan.

Baca Juga: Kumpulkan Penerimaan, OECD: Sekarang Otoritas Pajak Dunia Pakai AEoI

Selain itu, otoritas juga meningkatkan fokus penyidikan tindak pidana perpajakan terhadap korporasi serta melakukan penelusuran harta dalam setiap kegiatan penyidikan. Langkah tersebut dapat memperlancar proses pemulihan kerugian negara (recovery).

Bersamaan dengan hal tersebut, DJP selalu berkoordinasi secara intensif dengan Koordinator Pengawas Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polri dan Kejaksaan. DJP juga mengintensifkan dukungan tenaga forensik digital dalam setiap kegiatan penyidikan.

“Ini untuk memaksimalkan potensi temuan dan memperkuat pembuktian tindak pidana di bidang perpajakan,” imbuh DJP.

Baca Juga: Petugas Pajak Disebut Semena-mena Terhadap WP, Ini Respons DJP

Pada tahun ini, DJP terus menggencarkan penyidikan. Otoritas telah menetapkan rencana aksi berupa target P21 untuk setiap Kantor Wilayah DJP berdasarkan jumlah PPNS dan anggaran penyidikan yang tersedia dengan tetap mengacu pada penegakan hukum yang berkeadilan. (kaw)

“Tujuan akhir dari penegakan hukum itu adalah untuk memberikan efek jera dengan prinsip keadilan terhadap wajib pajak yang terindikasi melakukan kegiatan tindak pidana di bidang perpajakan,” tegas DJP dalam laman resminya, seperti dikutip pada Senin (17/6/2019).

Baca Juga: Geber Audit GST, Iras Raup Rp1,8 Triliun

Dua kasus tindak pidana perpajakan yang diputuskan setelah libur Lebaran, sambung DJP, menunjukkan komitmen otoritas untuk melakukan upaya penegakan hukum seperti yang tertuang dalam Rencana Strategis DJP 2015—2019. Salah satu kegiatan penting dalam proses penegakan hukum selain pemeriksaan dan penagihan adalah proses penyidikan.

Adapun proses penyidikan dilakukan terhadap wajib pajak yang terindikasi melakukan tindak pidana perpajakan. Penyidikan dijalankan untuk mencari dan mengumpulkan bukti. Bukti tersebut akan membuat jelas tindak pidana perpajakan yang terjadi dan menemukan tersangka.

DJP mengaku terus meningkatkan intensitas penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hal tersebut sebagai penyidikan tindak pidana dengan pidana asalnya (predicate crime) berasal dari tindak pidana perpajakan.

Baca Juga: Kumpulkan Penerimaan, OECD: Sekarang Otoritas Pajak Dunia Pakai AEoI

Selain itu, otoritas juga meningkatkan fokus penyidikan tindak pidana perpajakan terhadap korporasi serta melakukan penelusuran harta dalam setiap kegiatan penyidikan. Langkah tersebut dapat memperlancar proses pemulihan kerugian negara (recovery).

Bersamaan dengan hal tersebut, DJP selalu berkoordinasi secara intensif dengan Koordinator Pengawas Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polri dan Kejaksaan. DJP juga mengintensifkan dukungan tenaga forensik digital dalam setiap kegiatan penyidikan.

“Ini untuk memaksimalkan potensi temuan dan memperkuat pembuktian tindak pidana di bidang perpajakan,” imbuh DJP.

Baca Juga: Petugas Pajak Disebut Semena-mena Terhadap WP, Ini Respons DJP

Pada tahun ini, DJP terus menggencarkan penyidikan. Otoritas telah menetapkan rencana aksi berupa target P21 untuk setiap Kantor Wilayah DJP berdasarkan jumlah PPNS dan anggaran penyidikan yang tersedia dengan tetap mengacu pada penegakan hukum yang berkeadilan. (kaw)

Topik : pidana perpajakan, Ditjen Pajak, pemeriksaan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:45 WIB
SHORTFALL PAJAK
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 18:54 WIB
PERUNDANG-UNDANGAN
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 16:28 WIB
KORPORASI
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 07 Oktober 2019 | 17:36 WIB
SE-24/2019
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:35 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA