Berita
Minggu, 20 September 2020 | 16:01 WIB
KINERJA KEMENTERIAN KEUANGAN
Minggu, 20 September 2020 | 14:01 WIB
PROVINSI BANTEN
Minggu, 20 September 2020 | 13:01 WIB
SEMINAR ADB
Review
Minggu, 20 September 2020 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL BEA CUKAI SULBAGSEL PARJIYA:
Rabu, 16 September 2020 | 14:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 15 September 2020 | 11:02 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 15 September 2020 | 09:01 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 18 September 2020 | 18:16 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 18 September 2020 | 17:07 WIB
ABDURRAHMAN WAHID:
Jum'at, 18 September 2020 | 16:51 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 18 September 2020 | 09:36 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Data & alat
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Rabu, 16 September 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 16 SEPTEMBER-22 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 11 September 2020 | 16:37 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Komunitas
Sabtu, 19 September 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 17 September 2020 | 09:53 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana
Rabu, 16 September 2020 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Rabu, 16 September 2020 | 13:35 WIB
DDTC PODTAX
Reportase

Dihantam Resesi, Istana Desak Kongres Setujui UU Penyelamatan Ekonomi

A+
A-
0
A+
A-
0
Dihantam Resesi, Istana Desak Kongres Setujui UU Penyelamatan Ekonomi

Salah satu sudut jalan di Manila, Filipina. Pertumbuhan ekonomi Filipina kuartal II/2020 yang terkontraksi 16,5% jauh lebih dalam dari perkiraan pemerintah. Pertumbuhan negatif tersebut menyebabkan Filipina memasuki resesi, setelah kuartal I/2020 pertumbuhannya minus 0,7%.(Foto: Alonso Nichols/now.tufts.edu)

MANILA, DDTCNews - Istana Kepresidenan Filipina kembali menyerukan agar Kongres segera menyetujui undang-undang yang berisi upaya lanjutan untuk menyelamatkan perekonomian, setelah resmi mengalami resesi.

Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan UU tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani dampak pandemi virus Corona, terutama memulihkan kegiatan berusaha di Filipina.

UU yang dimaksud Roque adalah kelanjutan dari UU Bayanihan, yakni payung hukum yang memberikan kewenangan tambahan kepada Presiden untuk menangani pandemi, dan disebut Bayanihan II.

Baca Juga: Duh, OECD Prediksi Tahun Ini Indonesia Tumbuh Minus 3,3%

"Kami mengulangi seruan Presiden kepada Kongres untuk mempercepat perjalanan Bayanihan II yang akan meningkatkan upaya pemulihan pada semester II dari tekanan Covid-19," katanya di Manila, Kamis (6/8/2020).

Selain RUU Bayanihan II, sambung Rogue, Istana juga mengharapkan Kongres segera menyetujui RUU Reformasi Perusahaan dan Insentif Pajak untuk Badan Usaha.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 yang terkontraksi 16,5% jauh lebih dalam dari perkiraan pemerintah. Catatan pertumbuhan negatif tersebut juga otomatis menyebabkan Filipina memasuki resesi, setelah pada kuartal I/2020 pertumbuhannya minus 0,7%.

Baca Juga: 1.809 Orang Positif Corona, Selandia Baru Alami Resesi

Dia menjelaskan kontraksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) itu merupakan efek dari kebijakan lockdown untuk mencegah penularan virus Corona. Beberapa bagian negara Filipina harus diisolasi sejak pertengahan Maret sehingga turut menghentikan beberapa aktivitas bisnis.

Status lockdown di Filipina sendiri sempat dicabut, tetapi kini kembali diberlakukan seiring dengan meningkatnya kasus virus Corona. Mega Manila yang dianggap sebagai pusat ekonomi Filipina, termasuk yang harus kembali ditutup.

Meski demikian, Roque menegaskan pemerintah memiliki tekad kuat untuk memulihkan perekonomian dengan cepat. Dia meyakini pengesahan Bayanihan II dan RUU Reformasi Perusahaan dan Insentif Pajak untuk Badan Usaha akan signifikan mengerek perekonomian Filipina.

Baca Juga: Pemerintah Beri Keringanan Terhadap Penunggak Pajak, Seperti Apa?

Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), Roque menyebut kontributor utama kontraksi ekonomi adalah penurunan sektor manufaktur, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Ketiga sektor usaha tersebut yang paling terpengaruh oleh kebijakan lockdown di Filipina.

"Kami mengharapkan peningkatan kinerja sektor-sektor ini pada semester kedua tahun ini, dengan pembukaan kembali ekonomi secara bertahap, serta langkah-langkah stimulus yang kami usulkan," ujarnya, seperti dilansir dari newsinfo.inquirer.net.

Hingga Kamis (6/8/2020), otoritas kesehatan Filipina mencatat 115.980 kasus virus Corona secara nasional, dengan 2.123 kematian dan 66.720 pulih. (Bsi)

Baca Juga: Jika Resesi Terjadi, Sri Mulyani: Tak Berarti Kondisinya Sangat Buruk

Topik : resesi, Filipina, penyelamatan ekonomi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 06 Agustus 2020 | 06:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 05 Agustus 2020 | 16:22 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 05 Agustus 2020 | 13:20 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:55 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Minggu, 20 September 2020 | 16:01 WIB
KINERJA KEMENTERIAN KEUANGAN
Minggu, 20 September 2020 | 14:01 WIB
PROVINSI BANTEN
Minggu, 20 September 2020 | 13:01 WIB
SEMINAR ADB
Minggu, 20 September 2020 | 12:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Minggu, 20 September 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 20 September 2020 | 10:01 WIB
KINERJA DITJEN PAJAK
Minggu, 20 September 2020 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL BEA CUKAI SULBAGSEL PARJIYA:
Minggu, 20 September 2020 | 08:01 WIB
KABUPATEN KARANGANYAR
Minggu, 20 September 2020 | 07:01 WIB
INSENTIF PAJAK