Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Debat Akuntan versus Fiskus

A+
A-
0
A+
A-
0

SEORANG akuntan yang bermulut licin secara tidak sengaja bertemu dengan seorang fiskus yang kalem di sebuah bar yang remang. Mereka lalu berkenalan, dan segera setelah itu, mereka pun berdebat tentang profesi mereka: Mana yang lebih terhormat, akuntan atau fiskus?

Makin lama perdebatan makin panas. Tak ada yang mau mengalah. Akhinya keduanya sepakat, bahwa profesi yang lebih terhormat adalah profesi yang usianya lebih lama, atau lebih dahulu ada dalam sejarah manusia. Lalu, siapa yang ada lebih dahulu? Akuntan atau fiskus?

“Kitab Kejadian jelas mengatakan bahwa bahkan sebelum Tuhan menciptakan Adam, dia terlebih dahulu menciptakan jagad raya yang teratur dari sebuah kekacauan. Nah, sebuah sistem dan tatanan yang teratur tentu membutuhkan keterlibatan akuntan,” kata si akuntan menyerocos.

Baca Juga: Hukuman Guillotine

“Kenapa memangnya?” sahut si fiskus acuh tak acuh seraya menenggak bir.

“Lhah. Itu berarti, akuntan dibutuhkan untuk memonitor agar perkembangan dari kekacauan ke tatanan yang teratur tadi tidak salah arah. Per definisi, ini berarti para malaikat adalah juga akuntan. Dan waktu itu belum ada pajak atau fiskus,” kata si akuntan sambil menyeringai menang.

Mendengar argumen itu, sang fiskus pun terdiam sejenak. “Mungkin benar malaikat juga menjalankan fungsi seperti akuntan," katanya seraya menenggak bir. "Tapi kau pikir siapa yang menciptakan kekacauan tadi?” sambungnya seraya beranjak meninggalkan si akuntan. (Bsi)

Baca Juga: Anomali Jumlah Persediaan

“Kitab Kejadian jelas mengatakan bahwa bahkan sebelum Tuhan menciptakan Adam, dia terlebih dahulu menciptakan jagad raya yang teratur dari sebuah kekacauan. Nah, sebuah sistem dan tatanan yang teratur tentu membutuhkan keterlibatan akuntan,” kata si akuntan menyerocos.

Baca Juga: Hukuman Guillotine

“Kenapa memangnya?” sahut si fiskus acuh tak acuh seraya menenggak bir.

“Lhah. Itu berarti, akuntan dibutuhkan untuk memonitor agar perkembangan dari kekacauan ke tatanan yang teratur tadi tidak salah arah. Per definisi, ini berarti para malaikat adalah juga akuntan. Dan waktu itu belum ada pajak atau fiskus,” kata si akuntan sambil menyeringai menang.

Mendengar argumen itu, sang fiskus pun terdiam sejenak. “Mungkin benar malaikat juga menjalankan fungsi seperti akuntan," katanya seraya menenggak bir. "Tapi kau pikir siapa yang menciptakan kekacauan tadi?” sambungnya seraya beranjak meninggalkan si akuntan. (Bsi)

Baca Juga: Anomali Jumlah Persediaan
Topik : humor pajak, anekdot pajak, kartun pajak, meme pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 04 Juni 2016 | 13:18 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 15 Maret 2017 | 14:23 WIB
ANEKDOT AUDITOR
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
berita pilihan
Jum'at, 24 Januari 2020 | 19:30 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 18:13 WIB
DATA PENDUDUK
Jum'at, 24 Januari 2020 | 18:05 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:47 WIB
PINJAMAN DAERAH
Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:35 WIB
PAJAK DIGITAL
Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:19 WIB
SAMARINDA
Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:25 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:05 WIB
THAILAND
Jum'at, 24 Januari 2020 | 15:58 WIB
PMK 199/2019