JAKARTA, DDTCNews - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) selaku BUMN ekspor akan menetapkan rentang harga yang wajar untuk ekspor 3 komoditas strategis yang tercakup dalam kebijakan ekspor satu pintu.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahwa penetapan rentang harga tersebut akan mempertimbangkan parameter komersial serta harga patokan ekspor (HPE).
"Jadi nanti DSI ini akan menetapkan rentang harga ekspor yang wajar, dengan referensi atau menggunakan parameter komersial lainnya. HPE tetap dipakai," katanya, dikutip pada Minggu (8/11/2026).
Perlu diketahui, HPE merupakan harga patokan yang ditetapkan secara periodik oleh Kementerian Perdagangan setelah berkoordinasi dengan menteri, kepala lembaga pemerintah nonkementerian, atau kepala badan teknis terkait.
Menurut Budi, HPE akan terus dievaluasi dan digunakan sebagai salah satu referensi bagi DSI dalam menetapkan rentang harga ekspor yang wajar.
"Di DSI ini bisa juga menggunakan HPE sebagai referensi, dengan harga bursa, dan sebagainya. Jadi pada prinsipnya nanti menetapkan rentang harga," ujarnya.
Sebagai informasi, DSI mendapat mandat sebagai perantara tunggal dalam ekspor batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. Kehadiran DSI diharapkan dapat menutup celah praktik underinvoicing, penyalahgunaan skema transfer pricing, serta ketidakpatuhan terhadap ketentuan repatriasi devisa hasil ekspor (DHE).
Guna mendukung kebijakan ekspor satu pintu tersebut, DSI telah menyiapkan portal khusus bernama NADI yang terhubung langsung dengan CEISA milik Ditjen Bea dan Cukai (DJBC).
Nantinya, eksportir batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy diwajibkan mengunggah draf pemberitahuan ekspor barang (PEB) melalui NADI untuk memperoleh persetujuan DSI.
Uji coba (piloting) NADI akan dilaksanakan pada 15 Desember 2026, sedangkan implementasi penuh sistem tersebut dijadwalkan mulai 1 Januari 2027.
"Menjelang penerapan pada 1 Januari 2027, kami terus berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pelaku industri untuk menyiapkan panduan, pelatihan, serta layanan bantuan. Prioritas kami adalah menjaga kepastian usaha dan kelancaran ekspor, sekaligus membangun kepercayaan pasar terhadap komoditas Indonesia," tutur Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony. (rig)
