JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memproyeksikan program diskon besar seperti BINA atau Belanja di Indonesia Aja Great Sale dan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dapat mendongkrak konsumsi masyarakat menjelang akhir 2026.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai transaksi melalui kedua program diskon tersebut dapat melampaui capaian tahun lalu yang mencapai sekitar Rp36 triliun. Menurutnya, peningkatan konsumsi dan daya beli pada akhirnya dapat mendorong perekonomian nasional.
"Pemerintah mendorong beberapa inisiatif untuk memperkuat daya beli, yakni dengan program diskon nasional untuk Natal dan Tahun Baru seperti BINA atau Belanja di Indonesia Saja Great Sale," katanya, dikutip pada Minggu (8/11/2026).
Airlangga mencatat nilai transaksi saat BINA 2025 cukup tinggi, yakni mencapai Rp31 triliun. Sementara itu, nilai transaksi selama Harbolnas pada 2025 mencapai Rp36,4 triliun.
Berkaca pada capaian tersebut, dia berharap nilai transaksi belanja daring maupun luring pada akhir tahun ini bisa melampaui capaian tahun lalu.
Selain mengandalkan program diskon yang ditawarkan pengusaha ritel dan pelaku usaha daring, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk kuartal IV/2026.
Salah satu stimulus tersebut berupa bantuan pangan beras 10 kg bagi setiap penerima. Bantuan ini akan disalurkan hingga Desember 2026 kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.
Kemudian, pemerintah juga menyiapkan bantuan subsidi upah (BSU) senilai Rp900.000 bagi 13,3 juta pekerja yang memenuhi persyaratan, termasuk memiliki gaji tidak melebihi Rp3,5 juta per bulan.
"Selain itu, pemerintah memberikan berbagai insentif transportasi untuk Nataru, seperti PPN DTP 100% untuk tiket pesawat ekonomi per 22 Desember 2026 sampai dengan 10 Januari 2027. Ini targetnya untuk 3,75 juta penumpang," jelas Airlangga.
Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah memberikan diskon tiket kereta api sebesar 30%, diskon tiket penyeberangan menggunakan kapal laut Pelni bagi 414.000 penumpang, serta pembebasan tarif jasa pelabuhan oleh PT ASDP di 14 pelabuhan.
Melalui berbagai program dan insentif tersebut, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2026 maupun sepanjang 2026. Airlangga memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,4% pada akhir tahun.
"Untuk kuartal IV/2026, pemerintah tetap menargetkan secara year to date sebesar 5,4%. Jadi, kira-kira target pertumbuhannya sama dengan apa yang tercapai di kuartal III/2026 [sebesar 5,47%]," tutur Airlangga. (rig)
