Fokus
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Bangun Sistem Pajak, Tax Center Perguruan Tinggi Ambil Peran Penting

A+
A-
2
A+
A-
2
Bangun Sistem Pajak, Tax Center Perguruan Tinggi Ambil Peran Penting

Ketua Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) sekaligus Managing Partner DDTC Darussalam dalam webinar bertajuk Optimalisasi Peranan Tax Center Sebagai Pusat Edukasi Pajak dalam Upaya Membangun Kepatuhan Pajak, Selasa (23/3/2021). (tangkapan layar Youtube)

DEPOK, DDTCNews – Untuk menciptakan sistem pajak yang mampu membangun kepatuhan sukarela, perlu adanya peran pihak ketiga. Adapun pihak ketiga ini harus bisa menjembatani kepentingan antara otoritas dan wajib pajak.

Mengutip pernyataan Vito Tanzi dalam buku The Ecology of Tax Systems, keberhasilan atau kegagalan sistem pajak ditentukan oleh tarik-menarik kepentingan antara stakeholders dalam mendesain sistem pajak yang tepat bagi solusi permasalahan ekonomi masing-masing negara.

Ketua Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) sekaligus Managing Partner DDTC Darussalam mengatakan kepentingan otoritas dan wajib pajak itu memiliki perspektif yang berbeda.

Baca Juga: Cara Mengaktifkan Fitur Portal Layanan di DJP Online

“Bagaimana menjembatani perspektif ini? Perlu ada satu pihak yang sifatnya netral dan diterima oleh kedua pihak,” ujar Darussalam dalam webinar bertajuk Optimalisasi Peranan Tax Center Sebagai Pusat Edukasi Pajak dalam Upaya Membangun Kepatuhan Pajak, Selasa (23/3/2021).

Dalam webinar yang diselenggarakan Universitas Gunadarma ini, Darussalam mengatakan salah satu pihak yang dapat mengambil peran besar sebagai penengah antara otoritas pajak dan wajib pajak adalah perguruan tinggi, terutama tax center.

Perguruan tinggi dan tax center memiliki peran besar dalam melaksanakan edukasi pajak sekaligus riset pajak. Menurutnya, riset pajak yang dihasilkan tax center dapat berkontribusi terhadap kebijakan perpajakan. Pada akhirnya, akan tercipta administrasi perpajakan yang sederhana dan dapat mendorong wajib pajak untuk patuh.

Baca Juga: Perbaiki Kinerja Penerimaan Pajak dengan UU HPP, Ini Kata IMF

Edukasi, riset, kebijakan, dan administrasi pajak merupakan 4 pilar yang saling terhubung sebagai suatu siklus yang tidak terpisah.

Pada pilar edukasi dan riset pajak, lanjutnya, jumlah perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi pada bidang studi perpajakan perlu ditingkatkan lagi. Peran perguruan tinggi dan tax center perlu ditingkatkan agar kepatuhan sukarela dapat dibangun.

"Kalau bukan tax center, kalau bukan perguruan tinggi, mau ke siapa lagi peran tersebut diberikan? Peran yang sifatnya independen dan netral. Kita ingin tax center di Indonesia bisa difasilitasi dan dikembangkan perannya sehingga dapat membangun masyarakat sadar pajak secara bersama-sama," ujar Darussalam.

Baca Juga: DJP Sarankan Peserta PPS Investasikan Harta pada SBN, Ini Sebabnya

Darussalam menambahkan pada saat ini, Atpetsi sudah memiliki kerja sama dengan DJP. Kerja sama ini mencakup 4 aspek, yakni sosialisasi dan inklusi pajak, pelatihan pajak, riset bersama berbasis kewilayahan, serta revitalisasi kurikulum pajak. (kaw)

Topik : tax center, Atpetsi, DJP, edukasi pajak, perguruan tinggi, kebijakan pajak, sistem pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Mochamad Nezar Gribaldy

Selasa, 23 Maret 2021 | 21:09 WIB
Peran tax center disini bagus sekali menjadi pihak netral bagi masyarakat dan juga pemerintah
1

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 25 Januari 2022 | 11:39 WIB
KESADARAN PAJAK

Imbau Masyarakat, DJP: Pajak Bukan Momok yang Mesti Ditakutkan

Selasa, 25 Januari 2022 | 08:20 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Ketentuan Baru Terkait Penagihan Pajak, DJP Atur Format 71 Dokumen

Senin, 24 Januari 2022 | 17:18 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Selain Suket PP23 UMKM, Validitas Dokumen Ini Bisa Dicek di DJP Online

Senin, 24 Januari 2022 | 15:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! PPh Final PPS Tidak Dapat Dibayar Melalui Pemindahbukuan

berita pilihan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 19:00 WIB
JEPANG

Tax Ratio Jepang Masih Rendah, IMF Sarankan Tarif PPN Dinaikkan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas?

Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:00 WIB
FILIPINA

Jelang Pemilu Presiden, Honor Buat Guru Diusulkan Bebas Pajak

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:30 WIB
KOTA MANADO

Pemkot Beri Hadiah Sepeda Motor untuk Wajib Pajak Patuh

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:27 WIB
PENANGANAN COVID-19

Kasus Omicron Terus Bergerak Naik, Begini Pesan Jokowi

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:04 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN INDRAMAYU

Simak di Sini, Profil Pajak Salah Satu Daerah Penghasil Beras Nasional

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:00 WIB
INVESTASI

Aliran Investasi ke Sektor Manufaktur Mulai Membaik, Ini Catatan BKPM

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:49 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Promosi PPS Makin Kencang, Petugas Pajak Datangi Usaha Studio Foto

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Pajak Tinggi Tak Mampu Seret Elon Musk dari Posisi Orang Terkaya Dunia

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:00 WIB
KABUPATEN BATANG

Dukung Program Sertifikat Tanah, Pemda Bebaskan Pungutan BPHTB