Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 Juni 2021 | 10:02 WIB
KURS PAJAK 23 JUNI 2021-29 JUNI 2021
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Bagaimana Pengaruh Tarif Bea Masuk terhadap Global Value Chain?

A+
A-
0
A+
A-
0
Bagaimana Pengaruh Tarif Bea Masuk terhadap Global Value Chain?

GLOBAL value chain (GVC) adalah suatu rantai nilai yang proses produksinya menyebar di berbagai negara. Beberapa perusahaan di berbagai negara tergabung dengan spesialisasinya masing-masing untuk menghasilkan suatu produk akhir.

World Development Report (WDR) 2020 yang disusun oleh World Bank Group mengupas partisipasi dalam suatu GVC yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti hubungan yang terjalin antarperusahaan, sisi fundamental ekonomi (subsidi, pangsa pasar, lokasi strategis, kualitas institusi), serta kebijakan di negara-negara yang bersangkutan.

Terdapat dua jenis GVC. Pertama, GVC ke belakang (backward), yakni suatu negara/yurisdiksi mengekspor suatu produk yang sebelumnya diimpor dari negara-negara/yurisdiksi lain. Kedua, GVC ke depan (forward), yaitu suatu negara/yurisdiksi merupakan negara pengekspor pada tahap awal produksi dari suatu barang yang mana negara pengimpor masih akan mengekspor produk yang diekspor tersebut.

Baca Juga: Indonesia Bakal Ubah Struktur PPh Orang Pribadi? Ini Tren Globalnya

Tabel berikut memperlihatkan hasil penghitungan tim dari WDR atas partisipasi dan determinan-determinan backward GVC di berbagai kawasan dan kelompok negara/yurisdiksi dalam rentang waktu 2010–2015.

Adapun determinan-determinan tersebut mencakup indeks rata-rata kestabilan politik, rata-rata penanaman modal asing (PMA), serta rata-rata tarif bea masuk.


Baca Juga: Begini Tren Penerapan General Anti-Avoidance Rule secara Global

Berdasarkan tabel tersebut, kawasan di Eropa dan Asia Tengah memiliki rata-rata pangsa partisipasi backward GVC tertinggi, yakni 28,95%. Kemudian, disusul oleh Asia Timur dan Pasifik (20%) dan Amerika Latin-Karibia (18,1%).

Di sisi lain, kawasan negara-negara rawan konflik memiliki rata-rata pangsa terendah, yakni hanya sebesar 11,6%. Pada intinya, laporan ini memuat adanya manfaat dari PMA pada partisipasi backward GVC di negara-negara Asia Selatan, Sub Sahara Afrika, serta negara-negara rawan konflik.

Sebagai contoh, apabila PMA negara-negara Asia Selatan dan Sub Sahara Afrika setara dengan negara-negara Eropa dan Asia Tengah (Europe and Central Asia/ECA) maka partisipasi backward GVC diestimasikan akan meningkat sebesar 16%.

Baca Juga: Seberapa Besar Pengecualian PPN dalam Belanja Perpajakan?

Sementara itu, rata-rata pangsa partisipasi backward GVC pada negara-negara rawan konflik, Kepulauan Karibia, dan kepulauan pasifik masing-masing akan meningkat sebesar 34%, 19%, dan 40% apabila tingkat PMA kawasan-kawasan yang dimaksud setara dengan negara-negara ECA.

Di lain pihak, rata-rata pangsa partisipasi dari backward GVC di negara-negara Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Africa/MENA), serta Kepulauan Pasifik akan meningkat apabila terdapat relaksasi tarif bea masuk.

Apabila negara-negara Asia Selatan menurunkan rata-rata tarif bea masuk untuk keperluan produksi dari 11% menjadi setara ECA 3%, rata-rata pangsa partisipasi backward GVC akan meningkat sebesar 20%.

Baca Juga: Bagaimana Tren Tarif PPN/GST Secara Global? Simak di Sini

Hal yang sama juga terjadi pada negara-negara MENA dan Kepulauan pasifik yang masing-masing rata-rata pangsa partisipasi backward GVC akan meningkat sebesar 14% hingga 16% apabila merelaksasi rata-rata tarif bea masuk, dari yang tadinya sebesar 8,4% hingga 8,8% menjadi hanya sebesar 3%.*

Topik : narasi data, global value chain
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Rabu, 11 November 2020 | 13:47 WIB
STATISTIK DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 03 November 2020 | 15:52 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
berita pilihan
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:09 WIB
REVISI UU KUP
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:35 WIB
SPANYOL
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:30 WIB
KABUPATEN CIAMIS
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:20 WIB
KABUPATEN MEMPAWAH
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB
KABUPATEN SANGGAU
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:00 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:43 WIB
LKPP 2020
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:04 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA