Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Wah, Wajib Pajak China Kembali Kebanjiran Insentif Sampai 2023

A+
A-
2
A+
A-
2
Wah, Wajib Pajak China Kembali Kebanjiran Insentif Sampai 2023

Warga memakai masker saat menyusuri jalan, menyusul kasus baru virus corona (COVID-19), di Shanghai, China, Kamis (30/12/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/WSJ/djo

BEIJING, DDTCNews – Kabar baik datang untuk warga negara asing (WNA) yang bekerja di China. Pemerintah baru saja memperpanjang kebijakan insentif pajak atas penghasilan WNA yang bekerja di China hingga 2023, dari yang seharusnya berakhir di pengujung 2021 lalu.

Otoritas pajak China, State Administration of Taxation, menyampaikan bahwa perpanjangan insentif pajak ini dilakukan untuk mengurangi beban wajib pajak selama pandemi ini.

"Perpanjangan insentif diberikan atas pengecualian pajak bagi penghasilan WNA selain gaji, termasuk di dalamnya tunjangan untuk biaya sewa, pelatihan bahasa, dan tunjangan pendidikan untuk anak-anak mereka," tulis Caixin dilansir Tax Notes International, dikutip Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Kode Objek Pajak dan Tarif PPh Final Jasa Konstruksi

Tak hanya itu, perpanjangan insentif juga berlaku atas tarif pajak preferensi bonus akhir tahun yang diterima WNA. Perpanjangan insentif juga dapat dimanfaatkan untuk' kebijakan preferensi terhadap perhitungan pajak bagi pimpinan perusahaan selama masa jabatannya'.

Sebelumnya, banyak perusahaan multinasional yang khawatir jika insentif pajak tak lagi diperpanjang. Mereka khawatir hal ini dapat membuat banyak tenaga kerja asing memutuskan tak lagi mau bekerja di China.

Tak hanya bagi WNA, wajib pajak dalam negeri pun juga mendapat kabar baik terkait insentif pajak yang diberikan. Pemerintah berencana untuk mengurangi pajak untuk wajib pajak yang berpenghasilan menengah ke bawah. Insentif ini ditujukan bagi wajib pajak yang memiliki penghasilan CNY110 miliar per tahun.

Baca Juga: Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Salah satu praktisi perpajakan Cecille Yi mengatakan bonus tahunan yang diterima karyawan juga tidak akan masuk ke dalam perhitungan pajak karyawan di bulan bersangkutan. Hal ini menjadikan berkurangnya biaya pajak yang harus dibayar karyawan.

Rencananya pemerintah juga akan memperpanjang pemberian insentif pengecualian pajak hingga 2023. Pengecualian pajak yang dimaksud diperuntukkan bagi wajib pajak yang penghasilan per tahunnya tidak melewati CNY120.000 atau pajak terutangnya tidak melebihi CNY400. (sap)

Baca Juga: IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?
Topik : pajak internasional, insentif pajak, pemulihan ekonomi, pandemi Covid-19, PPh, Cinaq

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 25 Mei 2022 | 10:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Tersisa Sebulan Lagi, KSP Dorong Wajib Pajak Manfaatkan PPS

Selasa, 24 Mei 2022 | 18:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA TIMUR

Waduh! Seorang Wajib Pajak Ditangkap Gara-Gara Tak Lapor SPT Tahunan

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA MAJENE

Petugas Pajak Datangi Pengusaha, Cocokkan Data Harta dan Ajak Ikut PPS

berita pilihan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kode Objek Pajak dan Tarif PPh Final Jasa Konstruksi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 10:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! 10 Kanwil DJP Catatkan Penerimaan Pajak di Atas Capaian Nasional

Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

DJP Incar WP Pakai Data Rekening dan Poin Ketentuan Baru Faktur Pajak

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:30 WIB
PORTUGAL

IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Cerita Gisel Dapat Surat Cinta dari Ditjen Pajak dan Rencana Ikut PPS

Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN BEA CUKAI

Ekspor Sempat Dilarang, Penerimaan Bea Keluar CPO Tetap Bisa Tumbuh 3%

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian