Berita
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Review
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Komunitas
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

Tantangan Profesional Pajak di Perusahaan pada Masa Pandemi

A+
A-
1
A+
A-
1
Tantangan Profesional Pajak di Perusahaan pada Masa Pandemi

PANDEMI Covid-19 menyebabkan banyak perusahaan menerapkan skema bekerja dari rumah (work from home/WFH). Kondisi ini mendorong transformasi digital lebih cepat. Namun, prematurnya transformasi digital memunculkan persoalan, tak terkecuali pada divisi yang menangani pajak di suatu perusahaan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Thomson Reuters Institute dan Acritas melakukan survei untuk mengupas persoalan yang dihadapi oleh para profesional pajak di berbagai perusahaan Amerika Serikat pada masa pandemi.

Survei yang dilakukan secara web-based tersebut berfokus pada area-area seperti tantangan-tantangan yang dihadapi, strategi rekrutmen, kesenjangan skill, penggunaan teknologi dan otomasi, perkembangan teknologi, serta pemanfaatan jasa konsultan.

Baca Juga: Melihat Implikasi Proposal OECD pada Penerimaan Pajak Global

Survei ini dilakukan terhadap lebih dari 300 responden dari berbagai level pada suatu divisi pajak perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dari Januari hingga Februari 2020. Dilihat dari komposisi responden, sebanyak 49% berada di level jabatan tinggi, 32% level jabatan menengah, dan sisanya sebanyak 19% berada di level jabatan rendah.

Tabel berikut memperlihatkan hasil survei terkait persoalan dan tantangan-tantangan yang dihadapi pada masa pandemi COVID-19. Adapun tantangan-tantangan terkait dengan perubahan rezim pajak, respons terhadap permintaan internal, implementasi teknologi, serta pekerjaan dengan keterbatasan sumber daya.


Baca Juga: Pajak Turis di Eropa Masih Berlaku Meski Pandemi Corona, Ini Alasannya

Secara umum, survei ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas bagi perusahaan pada masa pandemi. Perusahaan cenderung untuk lebih memprioritaskan hal-hal seperti pengurangan utang pajak, penyediaan advokasi bisnis, pengurangan biaya, keakuratan data, dan integrasi teknologi.

Persoalan yang dialami oleh profesional pajak ini menjadi kian rumit apabila perusahaan tersebut memiliki usaha berskala internasional sehingga memiliki tanggung jawab lebih besar.

Masa krisis akibat Covid-19 tentunya banyak melahirkan kebijakan-kebijakan fiskal yang baru dalam rangka memitigasi dampak krisis. Selaras dengan hasil survei, sebanyak 32% dari total responden berpendapat adanya perubahan aspek administratif dan prosedural menjadi tantangan terberat.

Baca Juga: Jorjoran Insentif, Penerimaan Perpajakan Hingga September Anjlok 8%

Tantangan berikutnya berkaitan dengan digitalisasi, yakni penerapan teknologi baru atau automasi proses bisnis yang merepresentasikan sekitar 30% dari total responden. Menariknya, aspek digitalisasi tidak sepenuhnya menyulitkan profesional pajak. Hal ini terlihat dari mudahnya pemanfaatan teknologi untuk mengimbangi peningkatan beban kerja, yakni hanya sebesar 2% dari total responden.

Dengan demikian, hal ini menyiratkan digitalisasi yang sifatnya penyesuaian cara kerja lebih mudah apabila dibandingkan dengan digitalisasi yang lebih bersifat inovatif dan mengubah proses bisnis secara lebih menyeluruh.

Tantangan krusial lainnya ialah menyangkut efisiensi (14%) mengingat adanya keterbatasan sumber daya internal dalam menjembatani persoalan inovasi digitalisasi proses bisnis. Alhasil, banyak teknologi yang tidak termanfaatkan secara optimal (under-utilized).

Baca Juga: Ada Dana Bantuan dari Facebook untuk UMKM di Jakarta, Cek Deadlinenya

Survei ini tentunya dapat memberikan gambaran secara umum terkait dengan persoalan-persoalan yang terjadi pada para profesional pajak di berbagai perusahaan pada masa pandemi. Hal ini khususnya menyangkut adanya perubahan regulasi, transformasi proses bisnis, dan efisiensi.*

Topik : narasi data, manajemen pajak, profesional pajak, pandemi, Covid-19, digitalisasi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 14 Oktober 2020 | 16:04 WIB
KOSTA RIKA
Rabu, 14 Oktober 2020 | 15:43 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:38 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:50 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
berita pilihan
Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:30 WIB
BAHAMA
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK