ADMINISTRASI PAJAK

Simak Lagi Contoh Implementasi Aturan Deadline Upload Faktur Pajak

Redaksi DDTCNews
Rabu, 10 April 2024 | 11.00 WIB
Simak Lagi Contoh Implementasi Aturan Deadline Upload Faktur Pajak

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews - Lewat PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, Ditjen Pajak (DJP) telah mengatur ketentuan batas waktu pengunggahan dan persetujuan faktur pajak berbentuk elektronik (e-faktur).

Terkait dengan ketentuan tersebut, otoritas juga memberi contoh implementasinya dalam Lampiran huruf A angka 3. Adapun e-faktur wajib diunggah (di-upload) menggunakan aplikasi e-faktur dan memperoleh persetujuan dari DJP.

“[Pengunggahan dan persetujuan] paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah tanggal pembuatan e-faktur,” bunyi penggalan Pasal 18 ayat (1) PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022. Simak ‘Ingat, Upload Faktur Pajak Tetap Paling Lambat Tanggal 15’.

Contoh 1. PT H yang merupakan pengusaha kena pajak (PKP) melakukan penyerahan BKP pada 11 April 2022. PT H membuat e-faktur pada 11 April 2022 menggunakan aplikasi e-faktur dengan mengisi kolom tanggal faktur pajak 11 April 2022. Namun, e-faktur tersebut baru diunggah (di-upload) ke DJP dengan menggunakan aplikasi e-faktur pada tanggal 14 Mei 2022.

Berdasarkan pada ketentuan dalam PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, e-faktur yang dibuat dan diunggah oleh PT H tersebut dapat diberikan persetujuan dari DJP. Hal ini dikarenakan e-faktur diunggah ke DJP dalam jangka waktu paling lambat 15 Mei 2022.

Contoh 2. PT H yang merupakan PKP melakukan penyerahan BKP pada 18 April 2022. PT H membuat e-faktur pada 18 April 2022 menggunakan aplikasi e-faktur dengan mengisi kolom tanggal faktur pajak 18 April 2022. Namun, e-faktur tersebut baru diunggah (di-upload) ke DJP dengan menggunakan aplikasi e-faktur pada 16 Mei 2022.

Berdasarkan pada ketentuan dalam PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, DJP tidak memberikan persetujuan (reject) atas e-faktur yang diunggah (di-upload). Hal ini dikarenakan e-faktur tersebut diunggah setelah 15 Mei 2022.

E-faktur yang tidak memperoleh persetujuan dari DJP (reject) tersebut bukan merupakan faktur pajak,” bunyi penggalan kalimat dalam Lampiran huruf A angka 3 PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022.

Seperti diketahui, persetujuan dari DJP diberikan sepanjang 2 hal. Pertama, nomor seri faktur pajak (NSFP) yang digunakan untuk penomoran e-faktur merupakan NSFP yang diberikan oleh DJP. Kedua, e-faktur diunggah dalam jangka waktu paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah tanggal pembuatan e-faktur. (kaw)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.