Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sampai Kapan 'Sri Mulyani Effect' Bertahan?

0
0
Suasana di salah satu sekuritas di Jakarta (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews – ‘Sri Mulyani Effect’ terbukti telah memicu gairah para pelaku pasar modal untuk melakukan aksi beli, meski kinerja perekonomian Indonesia secara umum masih belum meyakinkan. Lalu, sampai kapan efek tersebut dapat bertahan?

Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, ‘Sri Mulyani Effect’ dapat terus berlanjut seiring dengan meningkatnya kepercayaan diri para pelaku pasar. Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo dinilai positif untuk pengelolaan ekonomi yang lebih baik.

"Sri Mulyani yang pertama kali melakukan reformasi, Dia sudah kembali ke Indonesia, dampaknya baik, para investor pun sudah merespons reshuffle kabinet ini, sehingga mestinya tax amnesty pun juga akan berjalan baik, saya yakin," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/7)

Baca Juga: Sri Mulyani Sampaikan Orasi Ilmiah Tentang SDM Kompetitif

Tito mengatakan Sri Mulyani Indrawati telah memiliki pengalaman yang sangat baik terhadap dunia Internasional, hingga pelaku pasar pun memberikan kepercayaan. Kepercayaan yang didapat dari pelaku pasar bisa membantu kesuksesan program pengampunan pajak yang sudah resmi berlaku.

Menurut dia, para investor juga telah memberikan respons positif terhadap reshuffle tersebut. Hal ini terbukti pada gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus naik sebelum reshuffle terjadi. Itu berarti, para pelaku pasar menilai positif perombakan kabinet yang dilakukan Presiden.

Tito mengimbau, pasar nasional harus melihat fakta yang terjadi, meningkatnya saham pun merupakan dampak persepsi pasar modal secara universal. "Persepsi pasar modal secara universal saya harapkan bisa menjadi pendorong kesuksesan tax amnesty,” tuturnya.

Baca Juga: Ini Sederet Tugas Dirjen Perbendaharaan yang Baru dari Menkeu

Menkeu Sri Mulyani sebelumnya berjanji akan mengakselerasi kegiatan ekonomi nasional guna menahan guncangan dan tekanan global yang tidak menentu saat ini. Dirinya akan terus memperkuat ekonomi dengan melihat berbagai sisi baik dari masyarakat, private sector, maupun tata kelola pemerintahan.

“Saya rasa itu pesan paling penting yang akan saya perhatikan dalam melihat seluruh aspek APBN dan kegiatan anggaran, serta kebijakan fiskal yang sudah ditetapkan maupun akan ditetapkan,” ujarnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat, dirinya akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi guna kepentingan seluruh proses Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (Bsi)

Baca Juga: Marwanto Pensiun, Andin Dilantik Jadi Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu

"Sri Mulyani yang pertama kali melakukan reformasi, Dia sudah kembali ke Indonesia, dampaknya baik, para investor pun sudah merespons reshuffle kabinet ini, sehingga mestinya tax amnesty pun juga akan berjalan baik, saya yakin," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/7)

Baca Juga: Sri Mulyani Sampaikan Orasi Ilmiah Tentang SDM Kompetitif

Tito mengatakan Sri Mulyani Indrawati telah memiliki pengalaman yang sangat baik terhadap dunia Internasional, hingga pelaku pasar pun memberikan kepercayaan. Kepercayaan yang didapat dari pelaku pasar bisa membantu kesuksesan program pengampunan pajak yang sudah resmi berlaku.

Menurut dia, para investor juga telah memberikan respons positif terhadap reshuffle tersebut. Hal ini terbukti pada gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus naik sebelum reshuffle terjadi. Itu berarti, para pelaku pasar menilai positif perombakan kabinet yang dilakukan Presiden.

Tito mengimbau, pasar nasional harus melihat fakta yang terjadi, meningkatnya saham pun merupakan dampak persepsi pasar modal secara universal. "Persepsi pasar modal secara universal saya harapkan bisa menjadi pendorong kesuksesan tax amnesty,” tuturnya.

Baca Juga: Ini Sederet Tugas Dirjen Perbendaharaan yang Baru dari Menkeu

Menkeu Sri Mulyani sebelumnya berjanji akan mengakselerasi kegiatan ekonomi nasional guna menahan guncangan dan tekanan global yang tidak menentu saat ini. Dirinya akan terus memperkuat ekonomi dengan melihat berbagai sisi baik dari masyarakat, private sector, maupun tata kelola pemerintahan.

“Saya rasa itu pesan paling penting yang akan saya perhatikan dalam melihat seluruh aspek APBN dan kegiatan anggaran, serta kebijakan fiskal yang sudah ditetapkan maupun akan ditetapkan,” ujarnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat, dirinya akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi guna kepentingan seluruh proses Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (Bsi)

Baca Juga: Marwanto Pensiun, Andin Dilantik Jadi Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu
Topik : sri mulyani, jokowi, IHSG
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Selasa, 04 Desember 2018 | 14:21 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 14:02 WIB
TAX AMNESTY
Kamis, 25 April 2019 | 13:16 WIB
PEMBANGKIT LISTRIK
Jum'at, 26 April 2019 | 18:57 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 November 2018 | 14:53 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Kamis, 06 Juni 2019 | 08:15 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 10 Juli 2019 | 10:31 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 07 Mei 2019 | 15:33 WIB
REFORMA AGRARIA
Rabu, 10 Juli 2019 | 12:54 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 07 Mei 2019 | 16:20 WIB
INSENTIF FISKAL