Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Realisasi 2 Pos Perpajakan Ini Tidak Capai Target

A+
A-
0
A+
A-
0

Ilustrasi.

MANILA, DDTCNews – Realisasi pajak pertambahan nilai (PPN) dan cukai minuman berpemanis (sugar tax) tercatat kurang dari target (shortfall) 2018 senilai PHP43,4 miliar. Pada tahun ini ada implementasi undang-undang reformasi pajak (Tax Reform for Acceleration and Inclusion/TRAIN).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi penerimaan PPN hanya terkumpul PHP7,7 miliar dari target PHP39,2 miliar. Sementara, sugar tax yang telah ditarget senilai PHP54,5 miliar, hanya terealisasi PHP42,6 milliar.

“Minimnya realisasi PPN disebabkan karena hanya ada delapan industri yang melaporkan aktivitas impor. Di sisi lain, Bureau of Internal Revenue (BIR) melaporkan sebagian besar pendapatan tambahan PPN dikaitkan dengan PPN atas kewajiban bunga dari Philippine Deposit Insurance Corp.,” demikian laporan tertulis Kementerian Keuangan seperti dikutip pada Senin (13/5/2019).

Baca Juga: Depkes: Pajaki Makanan Bergaram

Adapun delapan industri tersebut meliputi industri transmisi daya, perhiasan dan perangkat pemerintah Philippine Sports Commission, Angkatan Bersenjata Filipina, Jaringan Televisi Rakyat, Universitas Filipina, Museum Nasional serta Bangko Sentral ng Pilipinas.

Kabarnya, shortfall PPN juga disebabkan oleh lonjakan impor yang menambah input klaim PPN sehingga menurunkan pendapatan. Namun, untuk lebih memastikan, Grup Operasi Pendapatan (ROG) Kementerian Keuangan dan BIR tengah mencari tahun penyebab rendahnya kinerja sektor pajak ini.

Komisaris Pendapatan Internal Caesar R. Dulay mengatakan otoritas pajak (BIR) akan memeriksa wajib pajak dengan melakukan pra-audit persentase pembayaran pajak yang mengubah pendaftaran dari PPN ke non-PPN sebagai akibat dari peningkatan dalam ambang bebas pajak.

Baca Juga: Parlemen Desak Pemerintah Kaji Ulang Rencana Pajak Makanan Asin

Melesetnya penerimaan sugar tax karena industri mengklaim tidak ada sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) yang digunakan dalam minuman. Minuman berkandungan HFCS dipajaki PHP12 per liter, bukan justru PHP6 per liter.

Saat ini, BIR sedang melakukan audit untuk memastikan klaim industri tersebut. Pada saat yang sama, Food and Drug Administration (FDA) juga memverifikasi perusahaan yang mengajukan permohonan untuk merumuskan kembali HFCS ke gula biasa.

Kendati realisasi PPN dan sugar tax mengalami shortfall, UU reformasi pajak tersebut mampu memungut pajak secara keseluxruhan sebanyak PHP68,4 miliar atau 108% dari target PHP63,3 miliar.

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Asesmen Pajak Tanpa Tatap Muka

“Minimnya realisasi PPN disebabkan karena hanya ada delapan industri yang melaporkan aktivitas impor. Di sisi lain, Bureau of Internal Revenue (BIR) melaporkan sebagian besar pendapatan tambahan PPN dikaitkan dengan PPN atas kewajiban bunga dari Philippine Deposit Insurance Corp.,” demikian laporan tertulis Kementerian Keuangan seperti dikutip pada Senin (13/5/2019).

Baca Juga: Depkes: Pajaki Makanan Bergaram

Adapun delapan industri tersebut meliputi industri transmisi daya, perhiasan dan perangkat pemerintah Philippine Sports Commission, Angkatan Bersenjata Filipina, Jaringan Televisi Rakyat, Universitas Filipina, Museum Nasional serta Bangko Sentral ng Pilipinas.

Kabarnya, shortfall PPN juga disebabkan oleh lonjakan impor yang menambah input klaim PPN sehingga menurunkan pendapatan. Namun, untuk lebih memastikan, Grup Operasi Pendapatan (ROG) Kementerian Keuangan dan BIR tengah mencari tahun penyebab rendahnya kinerja sektor pajak ini.

Komisaris Pendapatan Internal Caesar R. Dulay mengatakan otoritas pajak (BIR) akan memeriksa wajib pajak dengan melakukan pra-audit persentase pembayaran pajak yang mengubah pendaftaran dari PPN ke non-PPN sebagai akibat dari peningkatan dalam ambang bebas pajak.

Baca Juga: Parlemen Desak Pemerintah Kaji Ulang Rencana Pajak Makanan Asin

Melesetnya penerimaan sugar tax karena industri mengklaim tidak ada sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) yang digunakan dalam minuman. Minuman berkandungan HFCS dipajaki PHP12 per liter, bukan justru PHP6 per liter.

Saat ini, BIR sedang melakukan audit untuk memastikan klaim industri tersebut. Pada saat yang sama, Food and Drug Administration (FDA) juga memverifikasi perusahaan yang mengajukan permohonan untuk merumuskan kembali HFCS ke gula biasa.

Kendati realisasi PPN dan sugar tax mengalami shortfall, UU reformasi pajak tersebut mampu memungut pajak secara keseluxruhan sebanyak PHP68,4 miliar atau 108% dari target PHP63,3 miliar.

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Asesmen Pajak Tanpa Tatap Muka
Topik : Filipina, reformasi pajak, PPN, sugar tax
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Selasa, 19 November 2019 | 17:52 WIB
ITALIA
Selasa, 19 November 2019 | 11:08 WIB
CEKO
Minggu, 17 November 2019 | 15:25 WIB
PRANCIS
Sabtu, 16 November 2019 | 18:05 WIB
PEMILU AS
Jum'at, 15 November 2019 | 17:25 WIB
BELANDA
Jum'at, 15 November 2019 | 16:01 WIB
JERMAN
Kamis, 14 November 2019 | 19:22 WIB
FILIPINA
Kamis, 14 November 2019 | 11:14 WIB
UNI EROPA
Rabu, 13 November 2019 | 13:40 WIB
SINGAPURA