Fokus
Literasi
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 13 Januari 2022 | 16:37 WIB
TAX ALLOWANCE (3)
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Pikat Produksi Film Internasional, Pemerintah Tawarkan Diskon Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Pikat Produksi Film Internasional, Pemerintah Tawarkan Diskon Pajak

Ilustrasi.

REYKJAVIK, DDTCNews - Pemerintah Islandia punya jurusnya sendiri untuk menarik investasi di bidang perfilman. Pemerintah menawarkan banyak fasilitas fiskal termasuk diskon pajak untuk menarik produksi film internasional.

Pemain dan sutradara film asal Islandia Baltasar Kormákur mengatakan insentif fiskal yang diberikan pemerintah datang pada saat yang tepat. Menurutnya, pandemi Covid-19 justru meningkatkan aktivitas produksi film internasional di Islandia.

"Saya tidak pernah bekerja lebih banyak dibanding selama tahun pandemi, kami tidak pernah berhenti melakukan produksi," katanya dikutip pada Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Negara Uni Eropa Punya 3 Skema Adopsi Pajak Minimum Global, Apa Saja?

Kormákur menerangkan kondisi geografis dan bentang alam Islandia sangat mendukung menjadi lokasi produksi film atau serial film internasional. Hal tersebut kemudian dimanfaatkan pemerintah dengan menawarkan insentif pajak.

Pembuatan film di Islandia berhak mendapatkan diskon pajak sebesar 25%. Hal tersebut sangat menguntungkan pada sisi efisiensi biaya produksi di Islandia.

Fasilitas fiskal juga didukung oleh beberapa faktor penting lainnya seperti kemampuan Bahasa Inggris kru lokal yang sangat baik. Kemudian ditopang oleh infrastruktur yang masuk skala terbaik di dunia.

Baca Juga: Insentif Masih Dibutuhkan, Keringanan PPN Diperpanjang Hingga Maret

Dia menambahkan pemerintah sudah memberikan sinyal untuk meningkatkan dosis insentif pajak bagi pelaku industri kreatif. Menurutnya, hal tersebut akan sangat dinantikan oleh pekerja seni Islandia.

"Semua orang dalam industri sangat mengharapkan pemerintah segera memberikannya. Saya pikir ini bukan angan-angan dan hal itu sangat realistis. Pertanyaannya tinggal apakah diskon pajak menjadi 30% atau 35%," imbuhnya seperti dilansir variety.com. (sap)

Baca Juga: Adopsi Pajak Minimum Global, Konstitusi Bakal Diamendemen
Topik : pajak internasional, insentif pajak, pandemi, pajak film, Islandia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 13 Januari 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Elon Musk Nge-Tweet Lagi, Tolak Pengenaan Pajak atas Panel Surya

Kamis, 13 Januari 2022 | 16:50 WIB
PRESIDENSI G-20

Indonesia Usulkan Isu Industri Jadi Prioritas dalam Forum G-20

Kamis, 13 Januari 2022 | 16:00 WIB
PMK 226/2021

Insentif PPh untuk Produsen Alkes Disetop, Ini Alasan Kemenkeu

Kamis, 13 Januari 2022 | 15:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Kanada Maju Terus Pajaki Layanan Digital, AS Mulai Gerah

berita pilihan

Senin, 17 Januari 2022 | 16:30 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Negara Uni Eropa Punya 3 Skema Adopsi Pajak Minimum Global, Apa Saja?

Senin, 17 Januari 2022 | 16:25 WIB
CERITA DAN HUMOR PAJAK

Urutin Dokumen, Bukan Urutin yang Lain!

Senin, 17 Januari 2022 | 16:00 WIB
ANGKA KEMISKINAN

BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

Senin, 17 Januari 2022 | 14:45 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Mulai Kirim Email Blast Soal PPS ke Wajib Pajak, Begini Isinya

Senin, 17 Januari 2022 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Enam Kondisi Bukti Pot/Put Unifikasi Tetap Perlu Dibuat

Senin, 17 Januari 2022 | 13:57 WIB
PMK 186/2021

Terbit PMK Baru Soal Pengawasan Akuntan Publik, Ini yang Diatur

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Turun, Utang Luar Negeri Indonesia Rp5.965 Triliun Per November 2021