Berita
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Review
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 22 Juli 2020 | 11:59 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Komunitas
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:05 WIB
DDTC PODTAX
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:01 WIB
MADONNA:
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase

Malaysia-India Rujuk, Bea Masuk CPO Olahan Kini 45%

A+
A-
0
A+
A-
0
Malaysia-India Rujuk, Bea Masuk CPO Olahan Kini 45%

Ilustrasi.

KUALA LUMPUR, DDTCNews—Pemerintah Malaysia menyambut baik keputusan India untuk mencabut bea masuk sebesar 5% atas minyak kelapa sawit olahan, sehingga tarif bea masuk minyak kelapa sawit olahan dari Malaysia ke India kini sama dengan bea masuk untuk Indonesia, 45%.

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Datuk Mohd Khairuddin Aman Razali mengatakan tarif bea masuk minyak kelapa sawit olahan ke India ditetapkan 50% dari semula 45% oleh Pemerintah India 4 September 2019 dan berlaku selama 6 bulan.

“Pemerintah memandang positif langkah India yang menunjukkan keterbukaan India untuk membangun kembali hubungan erat yang telah lama terjalin antara kedua negara dalam hal perdagangan dan budaya,” ujarnya di Kuala Lumpur, Rabu (25/3/2020).

Baca Juga: Goyang Lagi Pajak Impor Sawit, Tarifnya Kini 44%

Namun, Mohd Khairuddin menjelaskan Pemerintah Malaysia mengakui kedua negara perlu membahas lebih lanjut tentang beberapa masalah, termasuk pembatasan ekspor minyak sawit ke India dan ketidakseimbangan perdagangan yang menguntungkan Malaysia.

Khairuddin menambahkan setelah berakhirnya pandemi Covid-19, dirinya akan memimpin delegasi Malaysia ke negara terpadat kedua di dunia itu untuk membahas arah perdagangan strategis, terutama di sektor komoditas, untuk kepentingan kedua negara.

“Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin juga siap untuk bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk membahas perdagangan bilateral dan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara,” katanya seperti dilansir malaymail.com.

Baca Juga: Pajak Ekspor CPO Naik Lagi Jadi 6%

India telah menjadi pembeli terbesar minyak kelapa sawit Malaysia selama 5 tahun terakhir. Namun, pada Januari, ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak kelapa sawit olahan Malaysia ke India terpangkas 54%.

Pasalnya, para importir India membatasi pembelian kelapa sawit olahan Malaysia, karena Pemerintah India secara informal meminta para pedagang menghindari kelapa sawit Malaysia, sebagai balasan atas kritik PM Malaysia Mahathir Mohammad atas kebijakan India terhadap minoritas muslim.

Namun, Mahathir bergeming dengan kritiknya. Akhir bulan lalu, Mahathir kehilangan kekuasaannya sebagai PM, dan digantikan Muhyiddin Yassin. Situasi ini kemudian membalikkan hubungan Malaysia dan India yang sempat memanas. (Bsi)

Baca Juga: Wah, India Pangkas Bea Masuk Minyak Sawit dari Asia Tenggara

Topik : CPO, CPO malaysia, bea masuk india, CPO Indonesia
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 06 Juli 2016 | 10:01 WIB
PRANCIS
berita pilihan
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:35 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:10 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:34 WIB
KINERJA EKONOMI KUARTAL II/2020
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:15 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 05 Agustus 2020 | 16:24 WIB
PMK 89/2020