Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

GST (PPN) 0% atas Jasa Internasional

A+
A-
0
A+
A-
0

Para Profesional DDTC berpose di Hotel Mandarin Orchad Singapura bersama Pengajar Catherine Chiang (tengah)

SINGAPURA, DDTCNews – Pada tanggal 20 Maret 2017, Penulis mengikuti kursus dengan topik “Zero Rating of International Services: Correctly Applying Zero-rating Treatment on Services” bertempat di Hotel Mandarin Orchard, Singapura. Kursus yang dilaksanakan oleh Wolters Kluwer ini dihadiri oleh 32 peserta yang berasal dari perusahaan dan konsultan pajak di Singapura, serta para profesional DDTC.

Pengajar dalam kursus ini adalah Catherine Chiang, yang telah berpengalaman selama 20 tahun di bidang Good and Service Tax (GST) Singapura. Catherine Chiang saat ini menjabat sebagai senior konsultan Good and Service Tax di Asia Pacific Consultants Pte/Ltd Singapura serta telah memegang akreditasi sebagai GST Tax Advisor dari Singapore Institute of Accredited Tax Professionals.

Sesuai dengan tema yang diangkat, kursus ini mengupas tuntas penerapan GST dengan tarif 0% atas jasa internasional di Singapura. Materi mencakup mulai dari jenis jasa yang dikenakan traif 0%, bagaimana pengadministrasiannya, hingga pengawasannya.

Baca Juga: Duh, DDTC Fiscal Research Proyeksi Shortfall Pajak Bisa Capai Rp259 T

Sebelum masuk ke pembahasan utama, Catherine Chiang memaparkan terlebih dahulu ruang lingkup penerapan GST serta konsep tempat penyerahan (place of supply concept) yang digunakan untuk menentukan tempat keberadaan dari pemberi jasa dan penerima jasa. Konsep ini sangat penting, mengingat salah satu cara untuk menentukan suatu jasa termasuk jasa internasional atau tidak adalah dengan melihat tempat keberadaan dari penerima jasa yang memanfaatkan jasa tersebut.

Catherine Chiang kemudian melanjutkan pembahasannya dengan menjelaskan secara detail satu per satu jenis jasa yang masuk ke dalam kelompok jasa internasional. Berdasarkan Section 21 (3) of the GST Act, penyerahan jasa yang termasuk dalam kelompok tersebut dikenakan GST dengan tarif 0%. Total terdapat 25 jenis jasa dengan kualifikasi tertentu yang termasuk dalam kelompok jasa internasional di Singapura.

Dua hal menarik yang patut diperhatikan dari pembahasan mengenai penerapan GST 0% di Singapura. Yaitu: (i) Singapura tidak mengenal istilah ekspor jasa. Kegiatan penyerahan jasa luar negeri dari dalam negeri disebut dengan penyerahan jasa internasional; dan (ii) Pengawasan atas penerapan GST 0% atas penyerahan jasa internasional di Singapura menjadi tanggung jawab pihak pemberi jasa.

Baca Juga: Giliran UPN Veteran Jakarta yang Teken Kerja Sama dengan DDTC

Selain membahas mengenai jasa internasional, Catherine Chiang juga memberikan penjelasan mengenai perlakuan GST atas reimbursement dan disbursement yang banyak dilakukan dalam transaksi penyerahan jasa internasional. Tidak lupa dalam setiap penjelasannya, Catherine Chiang memberikan contoh serta studi kasus yang dapat memudahkan peserta dalam memahami penjelasan yang disampaikannya.

Sebagai tambahan informasi, keikutsertaan penulis dan profesional DDTC yang lain mengikuti program kursus ini merupakan salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP) DDTC. HRD diberikan kepada para professional DDTC untuk mengikuti berbagai pelatihan dan kursus di mancanegara. Termasuk beasiswa S2 untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Baca Juga: BMTPS Impor Tekstil, Download Aturannya di Sini

Sesuai dengan tema yang diangkat, kursus ini mengupas tuntas penerapan GST dengan tarif 0% atas jasa internasional di Singapura. Materi mencakup mulai dari jenis jasa yang dikenakan traif 0%, bagaimana pengadministrasiannya, hingga pengawasannya.

Baca Juga: Duh, DDTC Fiscal Research Proyeksi Shortfall Pajak Bisa Capai Rp259 T

Sebelum masuk ke pembahasan utama, Catherine Chiang memaparkan terlebih dahulu ruang lingkup penerapan GST serta konsep tempat penyerahan (place of supply concept) yang digunakan untuk menentukan tempat keberadaan dari pemberi jasa dan penerima jasa. Konsep ini sangat penting, mengingat salah satu cara untuk menentukan suatu jasa termasuk jasa internasional atau tidak adalah dengan melihat tempat keberadaan dari penerima jasa yang memanfaatkan jasa tersebut.

Catherine Chiang kemudian melanjutkan pembahasannya dengan menjelaskan secara detail satu per satu jenis jasa yang masuk ke dalam kelompok jasa internasional. Berdasarkan Section 21 (3) of the GST Act, penyerahan jasa yang termasuk dalam kelompok tersebut dikenakan GST dengan tarif 0%. Total terdapat 25 jenis jasa dengan kualifikasi tertentu yang termasuk dalam kelompok jasa internasional di Singapura.

Dua hal menarik yang patut diperhatikan dari pembahasan mengenai penerapan GST 0% di Singapura. Yaitu: (i) Singapura tidak mengenal istilah ekspor jasa. Kegiatan penyerahan jasa luar negeri dari dalam negeri disebut dengan penyerahan jasa internasional; dan (ii) Pengawasan atas penerapan GST 0% atas penyerahan jasa internasional di Singapura menjadi tanggung jawab pihak pemberi jasa.

Baca Juga: Giliran UPN Veteran Jakarta yang Teken Kerja Sama dengan DDTC

Selain membahas mengenai jasa internasional, Catherine Chiang juga memberikan penjelasan mengenai perlakuan GST atas reimbursement dan disbursement yang banyak dilakukan dalam transaksi penyerahan jasa internasional. Tidak lupa dalam setiap penjelasannya, Catherine Chiang memberikan contoh serta studi kasus yang dapat memudahkan peserta dalam memahami penjelasan yang disampaikannya.

Sebagai tambahan informasi, keikutsertaan penulis dan profesional DDTC yang lain mengikuti program kursus ini merupakan salah satu bagian dari Human Resource Development Program (HRDP) DDTC. HRD diberikan kepada para professional DDTC untuk mengikuti berbagai pelatihan dan kursus di mancanegara. Termasuk beasiswa S2 untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Baca Juga: BMTPS Impor Tekstil, Download Aturannya di Sini
Topik : GST, PPN, DDTC
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 07 Juli 2018 | 19:55 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Sabtu, 05 Oktober 2019 | 16:00 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Senin, 07 Oktober 2019 | 16:05 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
Selasa, 08 Oktober 2019 | 15:35 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI SINGAPURA
berita pilihan
Rabu, 08 Maret 2017 | 18:12 WIB
LAPORAN DDTC DARI LONDON (1)
Selasa, 15 Oktober 2019 | 12:34 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI BELGRADE, SERBIA (BAGIAN 1)
Rabu, 22 Maret 2017 | 20:04 WIB
LAPORAN DDTC DARI TOKYO
Selasa, 10 Juli 2018 | 07:24 WIB
LAPORAN DDTC DARI RUST CONFERENCE (2)
Jum'at, 05 Juli 2019 | 18:25 WIB
LAPORAN DDTC DARI AUSTRIA
Jum'at, 26 Januari 2018 | 03:09 WIB
LAPORAN DDTC DARI SWISS
Rabu, 04 April 2018 | 15:57 WIB
LAPORAN DDTC DARI SYDNEY
Senin, 19 Februari 2018 | 18:05 WIB
LAPORAN DDTC DARI TIONGKOK (3)
Sabtu, 08 Desember 2018 | 09:33 WIB
LAPORAN DDTC DARI MUMBAI
Senin, 08 Januari 2018 | 07:10 WIB
LAPORAN DDTC DARI SELANDIA BARU