Review
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYARIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 September 2022 | 17:40 WIB
KONSULTASI UU HPP
Selasa, 13 September 2022 | 09:45 WIB
KONSULTASI UU HPP
Fokus
Literasi
Jum'at, 23 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 23 September 2022 | 18:26 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 23 September 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 21 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Rabu, 31 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 31 AGUSTUS - 06 SEPTEMBER 2022
Komunitas
Sabtu, 24 September 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 23 September 2022 | 17:36 WIB
HASIL DEBAT 1-20 SEPTEMBER 2021
Jum'at, 23 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 23 September 2022 | 11:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase
Perpajakan ID
Minggu, 25 September 2022 | 09:00 WIB
EDUKASI PAJAK
Jum'at, 23 September 2022 | 11:00 WIB
EDUKASI PAJAK
Kamis, 15 September 2022 | 10:15 WIB
PERPAJAKAN ID
Selasa, 13 September 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Ganjal Rencana Bisnis Unilever, Partai Usulkan Pajak Sayonara

A+
A-
1
A+
A-
1
Ganjal Rencana Bisnis Unilever, Partai Usulkan Pajak Sayonara

Ilustrasi. (DDTCNews)

AMSTERDAM, DDTCNews—Niat perusahaan multinasional Unilever untuk menyatukan semua proses bisnis di London, Inggris tidak akan berjalan mudah dengan munculnya RUU pajak sayonara (departure tax) yang diinisiasi parlemen Belanda.

Partai Green Left mengajukan proposal kebijakan pajak baru untuk mencegah korporasi besar seperti Unilever angkat kaki keluar negeri. Rencana pungutan pajak tersebut nantinya berlaku untuk kegiatan divestasi korporasi multinasional.

"Dengan cara ini (kebijakan pajak), perusahaan besar akan tetap tinggal di Belanda dan mereka tetap berkontribusi secara adil di negara kami," kata pemimpin Partai Green Left Jesse Klaver, dikutip Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: Otoritas Ini Setop Pertukaran Informasi Perpajakan dengan Rusia

Inisiasi proposal kebijakan pajak kegiatan divestasi dari Green Left ini masih dalam proses pembahasan. Bila terealisasi, instrumen fiskal ini akan membuat raksasa seperti Unilever berpikir ulang untuk hengkang dari Belanda.

Rencana pungutan pajak berlaku untuk perusahaan yang memiliki pendapatan tahunan lebih dari €750 juta per tahun dan berniat untuk merelokasi kantor pusat keluar negeri. Untuk korporasi sekelas Unilever dengan relokasi kantor pusat ke London setidaknya harus membayar departure tax kepada pemerintah Belanda sebesar €11 miliar.

Menanggapi proposal RUU pajak divestasi tersebut, Unilever menilai usulan kebijakan yang diajukan Green Left merupakan tindakan politik ilegal. RUU pajak itu dinilai tidak menjamin iklim usaha yang kondusif dan mengakomodasi kepentingan bisnis.

Baca Juga: Mulai 2025, Otoritas Ini Bakal Pungut Pajak Angkutan Udara

Untuk diketahui, proses penggabungan operasional Unilever Belanda dan Inggris menjadi satu kantor pusat di London akan berlangsung tahun ini. Rencananya, proses penggabungan operasional perusahaan akan rampung pada 21-22 November 2020.

Sejak 1929, Unilever menggunakan dua kantor pusat. Kantor pusat Inggris bertanggung jawab atas produk perawatan rumah tangga, kecantikan dan perawatan pribadi, sedangkan kantor pusat Belanda bertanggung jawab atas bisnis makanan dan minuman.

Dilansir dari Express.uk, kantor pusat Unilever di Inggris setidaknya mempekerjakan sekitar 6.000 orang. Sedangkan kantor pusat Belanda menjadi sumber lapangan kerja untuk 2.500 orang. (rig)

Baca Juga: Isi SPT Pajak Penghasilan Tidak Benar, 6 Agen Asuransi Ini Dipenjara

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : belanda, pajak sayonara, departure tax, unilever, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 18 September 2022 | 12:00 WIB
AUSTRALIA

Klub Olahraga Nirlaba di Negara Ini Bakal Dibebaskan dari Pajak

Minggu, 18 September 2022 | 08:00 WIB
MALAYSIA

Otoritas Ini Cegah Ratusan Ribu Penunggak Pajak Ke Luar Negeri

berita pilihan

Minggu, 25 September 2022 | 16:00 WIB
SWISS

Otoritas Ini Setop Pertukaran Informasi Perpajakan dengan Rusia

Minggu, 25 September 2022 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

e-Commerce Jadi Pemungut Pajak, DJP Pastikan Tidak Bakal Memberatkan

Minggu, 25 September 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ingat! Penyerahan Air Bersih oleh Pengusaha Dibebaskan dari PPN

Minggu, 25 September 2022 | 13:00 WIB
DENMARK

Mulai 2025, Otoritas Ini Bakal Pungut Pajak Angkutan Udara

Minggu, 25 September 2022 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Lapor Barang Bawaan dari Luar Negeri Pakai e-CD, DJBC: Lebih Efisien

Minggu, 25 September 2022 | 12:00 WIB
PROVINSI GORONTALO

Pemprov Kembali Adakan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Tahun Ini

Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYARIAL ABDI

'Mumpung Belum Ada Opsen Pajak, Mari Kita Rapikan Data Kendaraan'

Minggu, 25 September 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Alur Pengawasan Kewajiban Investasi Wajib Pajak Peserta PPS

Minggu, 25 September 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Tak Ingin Buru-Buru Tunjuk e-Commerce Jadi Pemungut Pajak

Minggu, 25 September 2022 | 10:00 WIB
SINGAPURA

Isi SPT Pajak Penghasilan Tidak Benar, 6 Agen Asuransi Ini Dipenjara