Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Gaikindo Minta PPnBM Sedan Dipangkas

0
0
Gaikindo

JAKARTA, DDTCNews – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) memberi proposal pengajuan penurunan pajak mobil sedan kepada Kementerian Perindustrian. Langkah tersebut didukung oleh sejumlah raksasa otomotif seperti Mercedes Benz, Mazda, Toyota dan Honda.

Ketua I Gakindo Jongkie Sugiarto menyatakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil sedan sangat tinggi, yaitu mencapai 30%. Besaran ini jauh bila dibandingkan dengan mobil tipe hatchback yang mendapatkan PPnBM hanya 10%.

“Mobil edan cuma ada di bagian bagasi saja bedanya sama hatchback. Kan aneh. Mobil yang ada buntutnya kena PPnBM 30%, yang tidak ada buntutnya hanya 10%. Kami minta kebijakan ini dikoreksi,” ujar Jongkie beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Ditanya Soal Tax Ratio, Sri Mulyani Beberkan 3 Metode Perhitungannya

Astrid Ariani Wijaya, Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia mengaku tantangan penjualan mobil sedan di Indonesia adalah pajaknya yang tidak kompetitif dengan mobil di segmen lainnya. Padahal di luar negeri, penjualan mobil didominasi produk sedan.

Deputy Director Sales Operation Mercedes Benz Passenger Cars Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan jika pajak sedan diturunkan, tentu penjualan sedan akan lebih bergairah dan lebih menggoda konsumen. Ia melanjutkan, tren penjualan sedan memang melambat dan butuh rangsangan supaya berkembang.

Lain halnya dengan Honda. Produsen kendaraan asal Jepang ini siap memproduksi lokal sedan di Indonesia, meskipun Honda belum mau bicara perihal sedan jenis apa yang nantinya bisa di produksi di dalam negeri.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Jumlah Layer Sanksi Kepabeanan

“Kalau memang benar pemerintah akan merevisi pajak sedan, kami tidak akan hanya bawa sedan ke sini, lebih dari itu kami juga ingin memproduksi sedan di Indonesia,” kata Direktur Marketing dan Aftersales Service Honda Prospect Motor Jonfis Fandy. (Bsi)

“Mobil edan cuma ada di bagian bagasi saja bedanya sama hatchback. Kan aneh. Mobil yang ada buntutnya kena PPnBM 30%, yang tidak ada buntutnya hanya 10%. Kami minta kebijakan ini dikoreksi,” ujar Jongkie beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Ditanya Soal Tax Ratio, Sri Mulyani Beberkan 3 Metode Perhitungannya

Astrid Ariani Wijaya, Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia mengaku tantangan penjualan mobil sedan di Indonesia adalah pajaknya yang tidak kompetitif dengan mobil di segmen lainnya. Padahal di luar negeri, penjualan mobil didominasi produk sedan.

Deputy Director Sales Operation Mercedes Benz Passenger Cars Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan jika pajak sedan diturunkan, tentu penjualan sedan akan lebih bergairah dan lebih menggoda konsumen. Ia melanjutkan, tren penjualan sedan memang melambat dan butuh rangsangan supaya berkembang.

Lain halnya dengan Honda. Produsen kendaraan asal Jepang ini siap memproduksi lokal sedan di Indonesia, meskipun Honda belum mau bicara perihal sedan jenis apa yang nantinya bisa di produksi di dalam negeri.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Jumlah Layer Sanksi Kepabeanan

“Kalau memang benar pemerintah akan merevisi pajak sedan, kami tidak akan hanya bawa sedan ke sini, lebih dari itu kami juga ingin memproduksi sedan di Indonesia,” kata Direktur Marketing dan Aftersales Service Honda Prospect Motor Jonfis Fandy. (Bsi)

Topik : PPN, ppnbm sedan, otomotif,
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Selasa, 04 Desember 2018 | 14:21 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 14:02 WIB
TAX AMNESTY
Kamis, 25 April 2019 | 13:16 WIB
PEMBANGKIT LISTRIK
Jum'at, 26 April 2019 | 18:57 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 November 2018 | 14:53 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Kamis, 06 Juni 2019 | 08:15 WIB
REFORMASI PAJAK
Selasa, 07 Mei 2019 | 15:33 WIB
REFORMA AGRARIA
Selasa, 07 Mei 2019 | 16:20 WIB
INSENTIF FISKAL
Kamis, 16 Juni 2016 | 13:18 WIB
CEGAH ILLEGAL FISHING
Rabu, 10 April 2019 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI