Review
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Efek Covid-19, Serikat Pekerja Serukan Kenaikan Pajak Orang Terkaya

A+
A-
2
A+
A-
2
Efek Covid-19, Serikat Pekerja Serukan Kenaikan Pajak Orang Terkaya

Ilustrasi. Seorang pria berjalan bersama anjingnya menyeberangi jalan 5th Avenue yang nyaris kosong dan toko retail barang mewah yang tutup, di tengah wabah virus corona (Covid-19), di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (11/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Segar/foc/djo

ALBANY, DDTCNews – Serikat pekerja New York meminta Gubernur Andrew Cuomo dan legislator negara bagian untuk meningkatkan beban pajak pada orang terkaya.

Seruan ini ditujukan untuk membayar kerugian sekitar US$13 miliar atau setara dengan Rp193,2 triliun yang berasal dari dampak penyebaran Covid-19. Seluruh perwakilan dari serikat pekerja menyatakan solusi jangka panjang terhadap distribusi kekayaan yang tidak merata perlu ditangani.

Menurut mereka, bantuan dari pemerintah federal tidak akan cukup untuk menebus pendapatan yang hilang akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, mereka mengatakan perlunya pendekatan dengan dua cabang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga: Hitungan USTR Soal Beban Perusahaan AS Jika Kena Pajak Digital Prancis

"Kami membutuhkan pendekatan dua cabang. Pemerintah federal harus meningkatkan dan memberikan dana stimulus untuk pendidikan, tetapi juga perlu meminta warga yang sangat kaya untuk membayar bagian yang adil,” kata Andy Pallotta, Presiden United States State Teachers New York.

Serikat pekerja yang meliputi asosiasi perawat, federasi pegawai negeri, serikat guru, dan lainnya ini menyatakan tidak hanya mewakili anggota saja tetapi juga jutaan pekerja yang menderita karena sistem ekonomi yang tidak merata

"Warga New York menyadari bahwa sistem pajak tidak adil dan curang terhadap mereka. Mereka paham jutawan dan multijutawan harus membayar lebih. Jadi, kami pikir pilihannya cukup sederhana dan cukup jelas," kata Ron Deutsch, Direktur Eksekutif Institut Kebijakan Fiskal.

Baca Juga: Aksi Balasan Pajak Digital, AS Bakal Pungut Bea Masuk Tambahan 25%

Serikat pekerja ini juga bekerja sama dengan dengan perwakilan serikat pekerja di negara bagian lainnya. Mereka berujar akan terus mendorong anggotanya untuk menyerukan dan terus menekan pejabat pemerintah negara bagian.

Presiden Kongres Staf Profesional The City University of New York (CUNY) Barbara Bowen mengatakan telah bekerja selama beberapa minggu bahkan bulan untuk benar-benar membangun dukungan bagi serikatnya.

"Kami mengambil langkah ini karena kami menghadapi ribuan pemutusan hubungan kerja (PHK) di fakultas kami, pengajar dan staf kami," ungkap Bowen seperti dilansir news10. (kaw)

Baca Juga: Jokowi Rilis Perpres Baru, Bantuan Kartu Prakerja Bisa Diminta Kembali
Topik : New York, Amerika Serikat, pajak orang kaya, ketimpangan, virus Corona, serikat pekerja
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 26 Juni 2020 | 14:29 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 26 Juni 2020 | 10:23 WIB
DDTC NEWSLETTER
Kamis, 25 Juni 2020 | 15:19 WIB
EFEK VIRUS CORONA
berita pilihan
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Senin, 13 Juli 2020 | 19:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 13 Juli 2020 | 18:25 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Senin, 13 Juli 2020 | 17:41 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA