Review
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 15:00 WIB
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Jum'at, 25 September 2020 | 10:44 WIB
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Kamis, 24 September 2020 | 13:16 WIB
UNIVERSITAS LAMPUNG
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Efek Covid-19, Serikat Pekerja Serukan Kenaikan Pajak Orang Terkaya

A+
A-
2
A+
A-
2
Efek Covid-19, Serikat Pekerja Serukan Kenaikan Pajak Orang Terkaya

Ilustrasi. Seorang pria berjalan bersama anjingnya menyeberangi jalan 5th Avenue yang nyaris kosong dan toko retail barang mewah yang tutup, di tengah wabah virus corona (Covid-19), di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (11/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Segar/foc/djo

ALBANY, DDTCNews – Serikat pekerja New York meminta Gubernur Andrew Cuomo dan legislator negara bagian untuk meningkatkan beban pajak pada orang terkaya.

Seruan ini ditujukan untuk membayar kerugian sekitar US$13 miliar atau setara dengan Rp193,2 triliun yang berasal dari dampak penyebaran Covid-19. Seluruh perwakilan dari serikat pekerja menyatakan solusi jangka panjang terhadap distribusi kekayaan yang tidak merata perlu ditangani.

Menurut mereka, bantuan dari pemerintah federal tidak akan cukup untuk menebus pendapatan yang hilang akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, mereka mengatakan perlunya pendekatan dengan dua cabang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga: Survei Pengusaha Soal Bantuan Pemerintah Australia pada Masa Pandemi

"Kami membutuhkan pendekatan dua cabang. Pemerintah federal harus meningkatkan dan memberikan dana stimulus untuk pendidikan, tetapi juga perlu meminta warga yang sangat kaya untuk membayar bagian yang adil,” kata Andy Pallotta, Presiden United States State Teachers New York.

Serikat pekerja yang meliputi asosiasi perawat, federasi pegawai negeri, serikat guru, dan lainnya ini menyatakan tidak hanya mewakili anggota saja tetapi juga jutaan pekerja yang menderita karena sistem ekonomi yang tidak merata

"Warga New York menyadari bahwa sistem pajak tidak adil dan curang terhadap mereka. Mereka paham jutawan dan multijutawan harus membayar lebih. Jadi, kami pikir pilihannya cukup sederhana dan cukup jelas," kata Ron Deutsch, Direktur Eksekutif Institut Kebijakan Fiskal.

Baca Juga: Waduh, 189.000 Status Kepesertaan Kartu Prakerja Dicabut

Serikat pekerja ini juga bekerja sama dengan dengan perwakilan serikat pekerja di negara bagian lainnya. Mereka berujar akan terus mendorong anggotanya untuk menyerukan dan terus menekan pejabat pemerintah negara bagian.

Presiden Kongres Staf Profesional The City University of New York (CUNY) Barbara Bowen mengatakan telah bekerja selama beberapa minggu bahkan bulan untuk benar-benar membangun dukungan bagi serikatnya.

"Kami mengambil langkah ini karena kami menghadapi ribuan pemutusan hubungan kerja (PHK) di fakultas kami, pengajar dan staf kami," ungkap Bowen seperti dilansir news10. (kaw)

Baca Juga: Kepala BKF: Resesi Bukan Seperti Hantu yang Tiba-Tiba Datang

Topik : New York, Amerika Serikat, pajak orang kaya, ketimpangan, virus Corona, serikat pekerja
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 16 September 2020 | 13:45 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 16 September 2020 | 11:50 WIB
PENANAMAN MODAL
Rabu, 16 September 2020 | 10:28 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 15 September 2020 | 15:07 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
berita pilihan
Sabtu, 26 September 2020 | 06:01 WIB
PAJAK PROPERTI
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Jum'at, 25 September 2020 | 19:30 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:45 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 17:03 WIB
KARTU PRAKERJA
Jum'at, 25 September 2020 | 16:51 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020