Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 Juni 2021 | 10:02 WIB
KURS PAJAK 23 JUNI 2021-29 JUNI 2021
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Duh, Produsen Alat Tes Corona Ini Dituding Hindari Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Duh, Produsen Alat Tes Corona Ini Dituding Hindari Pajak

Ilustrasi. (DDTCNews)

AMSTERDAM, DDTCNews – Centre for Research on Multinational Corporations (SOMO) menuding produsen alat tes Covid-19 dari Jerman yaitu Qiagen telah melakukan praktik penghindaran pajak sejak 2010.

"Qiagen melakukan penghindaraan pajak melalui jaringan letterbox company di negara-negara suaka pajak seperti Irlandia, Luxembourg, dan Malta. Penghindaran pajak dilakukan melalui pembayaran utang antarperusahaan terafiliasi (internal loans)," tulis SOMO dalam laporannya, Senin (5/10/2020).

Qiagen merupakan perusahaan multinasional yang bermarkas di Belanda. Namun, produknya diproduksi di Jerman. Pada kuartal II/2020, Qiagen mencetak pendapatan sebesar EUR77 miliar, atau naik dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya

Baca Juga: Masih Terdampak Pandemi, Pengusaha Waralaba Minta Relaksasi Pajak

SOMO memperkirakan Qiagen telah menghindari pengenaan pajak sebesar EUR93 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun sejak 2010 hingga 2018. Total pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction) yang dikumpulkan Qiagen mencapai EUR49 juta.

"Sektor kesehatan secara global mengalami tekanan di tengah pandemi. Penghindaran pajak yang dilakukan oleh Qiagen sangat masif dan merampas hak negara atas penerimaan pajak yang dibutuhkan di tengah pandemi," ujar Tax Researcher SOMO Jasper van Teeffelen.

Mirisnya, Qiagen justru mendapatkan kucuran anggaran dari Pemerintah AS untuk melakukan percepatan produksi alat tes Covid-19. "Pemerintah seharusnya tak menginvestasikan dana publik pada perusahaan yang melakukan penghindaran pajak," tulis SOMO dalam laporannya.

Baca Juga: Dorong Penyederhanaan Administrasi Pajak, UMKM Bakal Dimintai Masukan

SOMO mendorong Uni Eropa dan Pemerintah Belanda untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Uni Eropa dan Pemerintah Belanda perlu menciptakan kerangka regulasi yang mampu menekan praktik penghindaran pajak secara efektif. (rig)

Topik : belanda, qiagen, perusahaan jerman, alat tes corona, praktik penghindaran pajak, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 17 Juni 2021 | 10:06 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
MESIR
Rabu, 16 Juni 2021 | 14:30 WIB
WALES
Rabu, 16 Juni 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:09 WIB
REVISI UU KUP
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:35 WIB
SPANYOL
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:30 WIB
KABUPATEN CIAMIS
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:20 WIB
KABUPATEN MEMPAWAH
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB
KABUPATEN SANGGAU
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:00 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:43 WIB
LKPP 2020
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:04 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA