Review
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Demo Pajak 75 Hari, 309 Warga Tewas

A+
A-
0
A+
A-
0
Demo Pajak 75 Hari, 309 Warga Tewas

MANAGUA, DDTCNews – Warga Nikaragua Amerika Tengah melakukan protes setelah pemerintahan Presiden Daniel Ortega mengumumkan pemotongan uang pensiun seiring meningkatkan tarif pajak. Dikabarkan, 309 demonstran tewas, 1.500 orang luka-luka dan ratusan orang ditangkap atas aksi brutal.

The Nicaraguan Association for Human Rights (ANPDH) menuduh pemerintah secara sengaja menyerang demonstran dengan tindakan yang mematikan. Tuduhan ini berlandaskan adanya aksi militer yang membakar sejumlah toko untuk memusnahkan para demonstran.

Aksi protes yang berlangsung selama 75 hari sejak 19 April – 2 Juli 2018 itu terdiri dari serikat pekerja, pebisnis, mahasiswa, akademisi dan para pengamat, menganggap kebijakan yang diterbitkan pemerintah justru menindas warga Nikaragua.

Baca Juga: Bongkar Kasus Perdagangan Ilegal Anak Anjing, HMRC Kantongi £5 Juta

Vice President for Programs at Washington Office on Latin America Latin Geoff Thale mengatakan pemerintah sempat beranggapan upaya membubarkan demonstran bisa berjalan lancar. Sayangnya para demonstran terutama mahasiswa justru melawan dengan keras.

“Demo itu bermula dari pemotongan pensiun dan kenaikan tarif pajak. Demonstran menganggap pendekatan maupun kebijakan selama satu dekade pemerintahan Daniel Ortega terlalu otoriter,” katanya seperti dilansir newsweek.com, Rabu (4/7).

Lebih lanjut Thale menegaskan pemerintah Nikaraguan bisa mengakhiri kekerasan secara cepat dengan memerintahkan pasukan keamanan. Namun Ortega belum berupaya untuk mengurangi kerusuhan tersebut, bahkan hingga saat ini.

Baca Juga: Meghan Markle dan Anaknya Hadapi Dilema Pajak AS

Meskipun pemerintah Ortega secara terbuka ingin berdiskusi dengan demonstran mengenai masalah terkait, asosiasi HAM justru menilai upaya itu hanyalah topeng Ortega untuk melanjutkan penindasan kepada warganya pada masa mendatang.

Menurutnya demonstrasi tersebut telah menunjukkan rasa kekecewaan warga Nikaragua dan ingin Ortega mengundurkan diri dari jabatan Presiden sesegera mungkin.

Hal ini pun ditanggapi oleh Direktur Amnesty International America Erika Guevara Rosas menegaskan kepura-puraan Ortega untuk berdiskusi merupakan triknya dalam melakukan pemerintahan, seperti halnya yang terjadi selama akhir pekan belakangan ini.

Baca Juga: Mulai 1 Januari 2020, Perusahaan Layanan Digital Dipajaki 6%

“Setiap warga Nikaragua tidak harus terus menerus melihat warga lainnya mati akibat dari demonstrasi itu,” pungkas Erika. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, protes pajak, nikaragua
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 14 Januari 2019 | 14:31 WIB
QATAR
Senin, 14 Januari 2019 | 09:33 WIB
FILIPINA
Kamis, 03 Januari 2019 | 09:02 WIB
TIONGKOK
Rabu, 02 Januari 2019 | 11:48 WIB
MISSOURI-AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 21:58 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:51 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 15:57 WIB
EFEK VIRUS CORONA