Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Bunga Rendah dan Kredit Turun, Setoran Pajak Jasa Keuangan Kian Jeblok

A+
A-
1
A+
A-
1
Bunga Rendah dan Kredit Turun, Setoran Pajak Jasa Keuangan Kian Jeblok

Nasabah antre di Bank BRI Kantor Cabang Kendari Samratulangi, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/12/2020). Tren setoran pajak dari sektor jasa keuangan terus mengalami penurunan pada 2020 dan semakin dalam pada kuartal IV/2020. (ANTARA FOTO/Jojon/rwa)

JAKARTA, DDTCNews - Tren setoran pajak dari sektor jasa keuangan terus mengalami penurunan pada 2020 dan semakin dalam pada kuartal IV/2020.

Dalam paparannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan setoran pajak dari sektor keuangan mengalami kontraksi hingga -18,94% pada 2020. Kontraksi terdalam tercatat terjadi pada kuartal IV/2020 dengan penurunan hingga -33,34%.

"Untuk jasa keuangan ini terkontraksi cukup dalam pada kuartal IV/2020 lebih karena suku bunga yang rendah, peningkatan nonperforming loan (NPL), credit lending yang menurun sangat dalam," ujar Sri Mulyani, dikutip Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Tahun Ini Fasilitas Kepabeanan Alkes & Vaksin Hampir Rp1 Triliun

Untuk diketahui, pada kuartal II/2020 dan kuartal III/2020 kontraksi setoran pajak sektor perbankan tercatat hanya -6,77% dan -10,85%. Pada 2 kuartal tersebut, kontraksi setoran pajak sektor jasa keuangan tercatat paling rendah bila dibandingkan dengan sektor-sektor lain.

Suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) tercatat terus mengalami penurunan secara bertahap sejak 2019. Hal ini berpengaruh pada suku bunga kredit.

Pada semester I/2019, BI7DRRR tercatat masih tinggi di level 6%. Namun, BI secara bertahap mulai menurunkan suku bunga acuan hingga menjadi sebesar 5% sepanjang semester II/2019.

Baca Juga: Nilai SiLPA Hingga Januari 2021 Melonjak, Ini Kata Sri Mulyani

Pada Februari 2020, BI kembali menurunkan BI7DRRR dari 5% menjadi 4,75% sebagai respons moneter atas perkembangan pandemi Covid-19 kala itu. BI7DRRR terus mengalami penurunan hingga mencapai 3,75% pada November 2020.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2020, kredit bank umum tercatat turun dari sebesar Rp5,5 triliun pada Oktober 2019 menjadi Rp5,48 triliun pada Oktober 2020.

NPL atau kredit macet juga tercatat merangkak naik dari 2,73% pada Oktober 2019 menjadi 3,35% pada Oktober 2020. Nonperforming loan (NPL) tercatat mulai menyentuh level 3% pada Mei 2020. (Bsi)

Baca Juga: Bertambah Lagi, Anggaran PEN 2021 Kini Hampir Rp700 Triliun

Topik : pajak jasa keuangan, kontraksi dalam, penerimaan pajak 2020, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 15 Februari 2021 | 17:38 WIB
INSENTIF
Kamis, 11 Februari 2021 | 14:07 WIB
FORUM INTERNASIONAL
Selasa, 09 Februari 2021 | 10:49 WIB
KESEPAKATAN INTERNASIONAL
Senin, 08 Februari 2021 | 16:33 WIB
PEMBIAYAAN
berita pilihan
Minggu, 28 Februari 2021 | 15:01 WIB
KOREA SELATAN
Minggu, 28 Februari 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SERANG
Minggu, 28 Februari 2021 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Minggu, 28 Februari 2021 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Minggu, 28 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 28 Februari 2021 | 10:01 WIB
UNI EROPA
Minggu, 28 Februari 2021 | 09:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Minggu, 28 Februari 2021 | 08:01 WIB
MOHAMAD FERIADI:
Minggu, 28 Februari 2021 | 07:01 WIB
AFRIKA SELATAN