JAKARTA, DDTCNews - Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan dana senilai Rp160,37 miliar sebagai tindak lanjut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Secara umum, terdapat 2 temuan yang ditindaklanjuti oleh BGN, yakni keberadaan virtual account ganda pada beberapa dapur makan bergizi gratis (MBG) serta ketidakpatuhan dalam pertanggungjawaban anggaran.
Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah mengatakan terdapat 75 dapur MBG yang terbukti memiliki virtual account ganda. BGN telah menarik dana senilai Rp78,39 miliar dari virtual account dimaksud dalam rangka menindaklanjuti temuan BPK.
"Dari 79 SPPG, 75 rekening merupakan rekening ganda dan saldonya sudah ditarik, lalu disetorkan ke kas negara. Sementara itu, 4 rekening lainnya tidak terindikasi ganda dan masih digunakan untuk operasional," katanya, dikutip pada Kamis (23/10/2026).
Tidak hanya menarik dana, BGN juga telah menonaktifkan akses user maker dan approval agar 75 virtual account dimaksud tidak dapat digunakan kembali.
Terkait dengan pengembalian dana sehubungan dengan ketidakpatuhan dalam pertanggungjawaban anggaran, BGN telah mengembalikan dana ke kas negara senilai Rp60,49 miliar.
Sementara itu, Plt Inspektur Utama BGN Gustanty Dian Fitrilia menuturkan tindak lanjut atas temuan BPK merupakan salah satu fokus utama dalam pengawasan internal di BGN. Setiap temuan akan ditindaklanjuti dan akan dianalisis agar tidak terjadi lagi.
"Setiap temuan BPK perlu kami tindak lanjuti secara cepat dan tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada saat yang sama, kami juga perlu melakukan mitigasi terhadap risiko dan penyebabnya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi ke depannya," ujarnya.
Ke depan, BGN akan terus memperkuat sistem pengendalian intern dan memperbaiki tata kelola keuangan untuk memastikan pengelolaan anggaran berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel. (rig)
