Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Investasi di KEK Capai Rp382 Triliun, Airlangga: Serap 302.000 Pekerja

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 21 Oktober 2026 | 18.30 WIB
Investasi di KEK Capai Rp382 Triliun, Airlangga: Serap 302.000 Pekerja
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.</p>

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah mengungkapkan kinerja realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) mencapai Rp382,1 triliun sejak awal pembentukan KEK pada 2009 hingga September 2026.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan penanaman modal di KEK tersebut telah menyerap 302.262 tenaga kerja dari sebanyak 509 badan usaha dan pelaku usaha.

"Dari 25 KEK, investasi yang telah dicapai secara kumulatif sebesar Rp382,1 triliun dan menyerap lapangan kerja sekitar 302.000," ujarnya, Rabu (21/10/2026).

Sementara itu, realisasi investasi di KEK sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp46 triliun, atau 66,5% dari target tahun ini sebesar Rp69,1 triliun. Investasi tersebut turut menyerap 53.190 tenaga kerja.

Saat ini, Airlangga mencatat sudah ada 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, sebanyak 7 KEK berlokasi di Jawa, sedangkan 18 lainnya ada di luar Pulau Jawa.

Berdasarkan sektornya, KEK terdiri atas 13 KEK industri, 6 KEK pariwisata, 2 KEK kesehatan, 1 KEK digital, 2 KEK teknologi dan edukasi, serta 1 KEK jasa lainnya.

Meski telah tersebar di berbagai wilayah, lanjut Airlangga, pemerintah ingin KEK lebih optimal dalam menarik investasi. Dia meyakini kehadiran KEK dapat mendorong investasi yang efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Efisiensi tersebut tecermin dari nilai ICOR di KEK yang lebih rendah ketimbang angka ICOR di tingkat nasional. Menko menyebut ICOR secara nasional berada pada level 6,1, sedangkan angka ICOR di KEK mencapai 2,3.

"Jadi kalau kita mau meningkatkan [kinerja] ICOR salah satunya adalah efisiensi, baik di kawasan ekonomi khusus maupun di kawasan industri, karena ini akan mendorong percepatan pertumbuhan [ekonomi]," tutur Airlangga.

Selain itu, dia juga menyoroti luas kawasan KEK masih tertinggal ketimbang negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam. Padahal, sambungnya, Indonesia masih memiliki ruang untuk memperluas KEK.

"Ke depan, kami mendorong KEK-KEK ini akan terus ditingkatkan. Kita tahu beberapa negara seperti Vietnam dan Malaysia mengandalkan KEK, mereka luasnya 1,8-2 juta hektare, sedangkan Indonesia baru sekitar 24.000 hektare," katanya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.