Review
Rabu, 21 April 2021 | 15:36 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 09:49 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 11:54 WIB
ANALISIS PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 09:24 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 April 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 21 APRIL - 27 APRIL 2021
Kamis, 15 April 2021 | 15:25 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 14 April 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 14 APRIL - 20 APRIL 2021
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Reportase
Perpajakan.id

Beri Insentif Pajak, Optimalisasi Penerimaan Tetap Harus Jalan

A+
A-
7
A+
A-
7
Beri Insentif Pajak, Optimalisasi Penerimaan Tetap Harus Jalan

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Optimalisasi penerimaan pajak masih tetap dibutuhkan untuk mendanai pembangunan, termasuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021.

Assistant Manager DDTC Fiscal Research Awwaliatul Mukarromah mengatakan meskipun memberikan sejumlah relaksasi atau insentif, upaya pengamanan penerimaan pajak sangat penting mengingat mayoritas pendapatan negara berasal dari pos tersebut.

“Beberapa upaya yang perlu dioptimalkan antara lain peningkatan kepatuhan wajib pajak masyarakat, pemajakan atas aktivitas ekonomi digital, serta berbagai kemudahan dan terobosan administrasi pajak,” ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Baca Juga: Kuartal I/2021, Sri Mulyani Sebut Insentif Pajak Baru Terserap 26%

Terkait dengan kepatuhan wajib pajak, salah satu pos penerimaan pajak yang kontribusinya masih tergolong rendah tapi berpotensi untuk terus tumbuh adalah pajak penghasilan (PPh) Pasal 25/29 orang pribadi. Pos penerimaan ini umumnya berasal dari golongan menengah ke atas dan orang kaya (high net worth individual/HNWI).

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan PPh OP satu-satunya yang tumbuh positif pada 2020. Penerimaan tumbuh 3,22%. Namun, pertumbuhan ini jauh lebih lambat dibandingkan kinerja tahun lalu 19,06%. Simak ‘Penerimaan Semua Jenis Pajak pada 2020 Minus, Kecuali Ini’.

“Selain dapat menjadi salah satu sumber penerimaan pajak yang bisa diandalkan, peningkatan kepatuhan wajib pajak kaya berpotensi menurunkan ketimpangan (gini ratio) di Indonesia yang berdasarkan data BPS makin melebar akibat pandemi Covid-19,” kata Awwaliatul.

Baca Juga: Hanya 2 Sektor Usaha Utama yang Catatkan Penerimaan Pajak Positif

Sementara dari sisi insentif pajak, pemerintah harus memastikan berbagai program yang diluncurkan dapat efektif dan tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha, termasuk UMKM. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Peningkatan alokasi insentif untuk dunia usaha juga menunjukkan pajak terus hadir dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,” imbuhnya.

Dia berpendapat komitmen dukungan pemerintah juga diberikan tidak hanya bagi kalangan wajib pajak tertentu. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai sektor yang eligible atas berbagai insentif pajak tersebut.

Baca Juga: Insentif Pangkas Harga Mobil Baru, Ada yang Turun Hingga Rp60 Juta

“Oleh karena itu, kita perlu menyambut uluran tangan dari pemerintah dengan perspektit positif. Permohonan pengajuan insentif pajak juga bisa dilakukan secara online, mudah, dan berkepastian,” kata Awwaliatul. (kaw)

Topik : insentif pajak, penerimaan pajak, Ditjen Pajak, DJP, DDTC Fiscal Research
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 20 April 2021 | 14:36 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 13:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 April 2021 | 13:00 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Selasa, 20 April 2021 | 11:22 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
berita pilihan
Kamis, 22 April 2021 | 17:15 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 17:00 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 16:47 WIB
KINERJA APBD
Kamis, 22 April 2021 | 16:45 WIB
KABUPATEN BEKASI
Kamis, 22 April 2021 | 16:25 WIB
INSENTIF PPnBM
Kamis, 22 April 2021 | 16:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 22 April 2021 | 16:05 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 15:52 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 15:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH