Fokus
Literasi
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Ada Pungutan Pajak Baru, Ekspor Bawang ke Bangladesh Menyusut Tajam

A+
A-
0
A+
A-
0
Ada Pungutan Pajak Baru, Ekspor Bawang ke Bangladesh Menyusut Tajam

Seorang pria membawa karung berisi bawang merah di sebuah pasar, di tengah krisis ekonomi yang sedang melanda, di Kolombo, Sri Lanka, Kamis (7/4/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Dinuka Liyanawatte/aww/cfo
 

DHAKA, DDTCNews – Ekspor bawang ke Bangladesh tercatat mengalami perlambatan. Hal ini terjadi setelah pemerintah Bangladesh mengenakan pajak atas impor bawang untuk mendorong produksi dari petani lokal.

Manoj Jain, eksportir besar asal Lasalgaon, India mengungkapkan pajak atas impor bawang dikenakan senilai 2,80 taka per kg. Padahal, Bangladesh tercatat perlu mengimpor 0,8-1 juta ton bawang setiap tahun. Sebagian besarnya diimpor dari India.

“Langkah ini diambil setelah adanya larangan ekspor yang sering dilakukan oleh pemerintah India menyebabkan kenaikan harga bawang merah di pasar lokal Bangladesh,” katanya, dikutip Senin (18/04/2022).

Baca Juga: Inflasi Tinggi, Otoritas Ini Anggarkan Rp152 T untuk Insentif Pajak

Perlu diketahui, Bangladesh adalah importir bawang terbesar dari India, diikuti oleh Sri Lanka. Serupa dengan Bangladesh, ekspor bawang ke Sri Langka juga melambat.

Dilansir Financial Express, saat ini Sri Lanka tengah mengalami krisis keuangan. Imbasnya, banyak kegiatan ekspor bawang ke Sri Lanka yang mengalami penundaan pembayaran.

Buntutnya, volume ekspor bawang dari India ke Sri Lanka dan Bangladesh tercatat turun dari 4.000-5.000 ton per minggu menjadi 1.500 ton per minggu.

Baca Juga: Beban Pajak Ditanggung Konsumen, Maskapai Ini Kena Denda Rp11 Miliar

Bawang hasil produksi India telah memiliki pasar tetap. Pasar sasaran ekspor India antara lain negara-negara Asia Barat, Bangladesh, Indonesia, Sri Lanka, dan Inggris. Produksi bawang India diperkirakan meningkat sebesar 16,81% menjadi 31,12 juta ton pada tahun panen mulai Juli 2022.

Pada 2021, India berhasil mengekspor bawang senilai US$378 juta atau 15% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Negara tujuan ekspor utama antara lain Bangladesh (US$101 juta), Malaysia (US$62 juta), Uni Emirat Arab (US$44 juta), dan Sri Lanka (US$42 juta). (sap)

Baca Juga: UU Disahkan, Pajak Khusus untuk Para Penambang di Negara Ini Dihapus
Topik : pajak internasional, bea masuk, bea impor, bawang, krisis ekonomi, Bangladesh, India

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA SUKABUMI

Belum Punya NPWP, Tempat Tinggal WP Didatangi Petugas Pajak

Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KP2KP PURWODADI

WP Non-Efektif Dikecualikan dari Pengawasan, Begini Penjelasan DJP

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:30 WIB
HUNGARIA

Beban Pajak Ditanggung Konsumen, Maskapai Ini Kena Denda Rp11 Miliar

Minggu, 14 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KPP PRATAMA CILACAP

Usai Blokir Rekening WP Badan, Kantor Pajak Lakukan Penyitaan

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Prosedur Pemberitahuan Surat Paksa dalam Penagihan Pajak

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KABUPATEN BOJONEGORO

Peringati HUT Ke-77 RI, Pemutihan Pajak Diadakan Hingga 20 Oktober